Anak Sulung Disebut Lebih Bertanggung Jawab, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi kakak adik.(Google Gemini AI)
21:10
19 April 2026

Anak Sulung Disebut Lebih Bertanggung Jawab, Mitos atau Fakta?

- Anggapan bahwa urutan lahir menentukan karakter seseorang sudah sangat lazim terdengar.

Anak pertama kerap dilabeli bertanggung jawab, anak tengah mandiri, dan si bungsu santai. Banyak orang menggunakan stereotip ini untuk sekadar memahami dinamika dalam keluarga mereka. Namun, seberapa akurat pandangan sains mengenai hal tersebut?

“Tidak ada data yang meyakinkan atau menguatkan bahwa urutan lahir itu sendiri memiliki dampak yang nyata,” ujar psikolog yang berbasis di Atlanta, AS, Amy Todey, PhD, menyadur Good Housekeeping, Minggu (19/4/2026).

Psikolog Susan Newman menambahkan, label yang diberikan pada anak sulung, tengah, bungu, dan tunggal, jarang sekali bertahan ketika seseorang melihat mereka secara individu.

Baca juga: Benarkah Anak Sulung dan Perempuan Lebih Tangguh?

Anak sulung lebih bertanggung jawab, mitos atau fakta?

Akar stereotip urutan kelahiran

Teori urutan kelahiran pertama kali dicetuskan pada awal 1900-an oleh psikoterapis Alfred Adler guna membantu manusia memahami posisi mereka di masyarakat.

Kemudian, pada pertengahan abad, Murray Bowen menyusun Bowenian Family Systems Therapy untuk menelisik pola pengulangan perilaku antargenerasi.

“Posisi saudara kandung, yaitu urutan kelahiran, adalah salah satu cara psikolog memahami peran yang diambil orang dalam sistem keluarga mereka dan bagaimana peran ini, serta beban emosional yang menyertainya, memengaruhi cara orang terlibat dalam hubungan baru dalam hidup mereka,” jelas Todey.

Meski demikian, studi masa kini telah sepakat bahwa ada lebih banyak faktor penting yang membentuk sifat seseorang ketimbang sekadar urutan dalam silsilah keluarga.

Baca juga: Benarkah Urutan Lahir Tentukan Karakter Anak? Ini Kata Pakar IPB

Ilustrasi kakak adik.Google Gemini AI Ilustrasi kakak adik.

Hal yang lebih memengaruhi karakter anak

Penyematan label kepribadian menurut nomor urut anak dianggap sudah tidak lagi relevan karena variabel pembentuk sifat sangatlah kompleks.

Newman menuturkan, penelitian saat sangat menunjukkan bahwa efek urutan kelahiran pada perkembangan anak lebih berkaitan dengan pendidikan orangtua.

"Kemudian keuangan, gaya pengasuhan, dan bagaimana anak-anak berinteraksi, ketimbang sekadar posisi mereka dalam urutan keluarga,” ungkap Newman.

Psikolog klinis dan profesor di Pacific Oaks College, AS, Andrew Kami, memaparkan lima elemen utama pembentuk kepribadian.

Baca juga: 4 Kata Sederhana Membentuk Rasa Tanggung Jawab Remaja

Kelima elemen tersebut meliputi keluarga sebagai tempat cerminan anak, tradisi budaya setempat, interaksi dalam masyarakat luas, pemahaman akan agama, serta dorongan bawaan dari genetik.

Apabila seorang anak menunjukkan suatu sifat dan menerima tanggapan yang baik dari sekitarnya, sifat tersebut akan berakar semakin kuat di dalam dirinya.

Misalnya adalah anak sulung yang bisa sedikit lebih mendominasi dan berorientasi pada kepemimpinan.

“Ketika ia menunjukkan perilaku tersebut, jika orang meresponsnya, maka ia pada gilirannya akan terus menggunakan jenis perilaku tersebut karena itulah yang direspons oran. Jadi begitulah kebiasaan mereka," terang Kami.

Baca juga: Anak Perempuan Pertama Sering Tak Bahagia, Pakar Keluarga Ungkap Penyebab Utamanya

Faktor kontekstual sangat penting

Ilustrasi kakak adik.Freepik Ilustrasi kakak adik.

Kondisi spesifik dan peristiwa hidup keluarga juga membawa dampak yang amat besar. Masalah ekonomi keluarga, perceraian kedua orangtua, hingga interaksi dengan anggota keluarga penyandang disabilitas, akan sangat memengaruhi arah tumbuh kembang sang anak.

Todey mengatakan, ada beragam pertanyaan perihal ini, seperti siapa yang mendapatkan perhatian orangtua, siapa yang diharapkan menjadi anak yang penurut berdasarkan apa yang terjadi dalam keluarga, dan siapa yang peka secara emosional terhadap stres rumah tangga.

"Atau, dalam kasus perceraian, siapa yang peka secara emosional terhadap emosi orangtua mereka dan mencoba menjadi pengatur dan pendamai?" ucap dia.

Baca juga: Anak Sulit Lepas dari HP, Ini Perilaku yang Perlu Diwaspadai Orangtua Menurut Psikolog

Newman menambahkan, kemampuan finansial dan waktu luang orangtua jauh lebih menentukan sifat si kecil di masa depan.

“Saat memiliki anak pertama, orangtua baru menjadi orangtua dan mungkin memiliki lebih banyak sumber daya dan lebih banyak waktu untuk fokus. Itu mungkin memengaruhi mereka, yang saya pikir dari sanalah banyak stereotip berasal," kata dia.

Di era digital seperti sekarang, paparan media sosial juga turut andil melanggengkan label tersebut secara masif kepada masyarakat luas.

Misalnya adalah meme yang bisa menyebarkan dan memperkuat suatu informasi dengan cepat, meskipun hal yang disebarkan sering kali negatif atau keliru.

Soal karakter anak berdasarkan urutan lahiran, Newman juga menuturkan bahwa sifat manusia pada dasarnya akan terus berkembang secara dinamis menghadapi tantangan hidup.

“Sesuatu bisa saja terjadi, lalu tiba-tiba anak bungsu kamu, yang tidak punya tanggung jawab, mengambil alih kendali,” ujar Newman.

“Usia anak-anak, jarak antar-saudara kandung, dan insiden atau faktor individu, akan mengubah apa yang disebut label yang selama puluhan tahun melekat pada kita,” pungkas dia.

Baca juga: 3 Penyebab Kakak Adik Sering Bertengkar, Salah Satunya Sikap Pilih Kasih Orangtua

Tag:  #anak #sulung #disebut #lebih #bertanggung #jawab #mitos #atau #fakta

KOMENTAR