Kebiasaan Pagi yang Perlu Dihindari di Usia 50 Demi Jantung Sehat
Ilustrasi gawai. Siswa dan guru SMA-SMK di Provinsi Banten tak lagi bebas membawa gadget atau gawai ke sekolah.(Unsplash/freestocks)
08:50
23 April 2026

Kebiasaan Pagi yang Perlu Dihindari di Usia 50 Demi Jantung Sehat

- Menjaga kesehatan jantung menjadi prioritas kesehatan bagi orang yang telah memasuki usia 50 tahun. Salah satu caranya adalah mengadopsi kebiasaan sehat, di mulai pada pagi hari.

“Kebiasaan pagi sangat penting karena tubuh mengalami lonjakan tekanan darah dan hormon stres setelah bangun tidur, yang seiring waktu meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular,” jelas ahli jantung di Manhattan Cardiology, New York, AS, dr. Karishma Patwa, MD, mengutip Parade, Rabu (22/4/2026).

Di era digital ini banyak orang yang terbiasa langsung meraih gawai sesaat setelah bangun tidur. Kebiasaan ini sebaiknya diubah karena dapat memicu respons stres yang tidak perlu pada sistem saraf.

Aktivitas yang memicu kecemasan di pagi hari dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik secara mendadak.

“Hasilnya adalah peningkatan detak jantung, peningkatan tekanan darah, dan kadar kortisol yang lebih tinggi. Efeknya, kamu menempatkan sistem kardiovaskularmu ke dalam mode 'lawan-atau-lari' bahkan sebelum hari dimulai,” jelas Gregory Mishkel MD, ahli jantung.

Baca juga: 4 Rahasia Hidup Lebih Tenang dan Bahagia Tanpa Stres, Termasuk Menerima Emosi

Hubungan irama sirkadian dan kesehatan jantung

Ilustrasi main HP.Unsplash Ilustrasi main HP.

Ahli jantung intervensi, dr. Cheng-Han Chen, MD menambahkan bahwa tubuh manusia mengikuti irama sirkadian alami yang mengatur siklus harian.

Kegiatan yang memicu stres tinggi di pagi hari dapat mengganggu ritme ini dan berpotensi merusak kesehatan jantung.

Dalam jangka pendek, stres menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah melonjak, yang sering kali ditandai dengan perasaan gemetar, jantung berdebar, hingga sesak napas.

Dokter Mishkel memperingatkan bahwa dalam kasus yang ekstrem, stres akut dapat memicu kondisi serius yang menyerupai serangan jantung.

“Dalam kasus yang lebih ekstrem, stres akut dapat memicu kondisi seperti kardiomiopati Takotsubo, sebuah kondisi yang dikenal sebagai 'patah hati', yang meniru gejala serangan jantung tetapi murni disebabkan oleh reaksi stres akut. Dalam jangka panjang, stres kronis bertindak sebagai pengganda risiko,” ucap dia.

Baca juga: Cegah Stroke dan Penyakit Jantung dengan Ubah Tiga Kebiasaan Ini

Risiko jangka panjang stres pada pembuluh darah

Paparan stres yang terus-menerus setiap pagi karena mengecek gawai, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada lapisan pembuluh darah atau yang dikenal sebagai disfungsi endotel.

Selain itu, hal ini juga dapat mempercepat proses pengerasan arteri akibat penumpukan plak, serta memicu gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.

Ilustrasi sakit jantung.Dok. Freepik/Lifestylememory Ilustrasi sakit jantung.

Apa yang bisa dilakukan untuk menyehatkan jantung?

Untuk menjaga keseimbangan hormon dan tekanan darah, para ahli menyarankan tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam 30-60 menit pertama setelah bangun tidur.

Pertama adalah meluangkan waktu sekitar lima menit untuk pernapasan terkontrol atau meditasi guna mengaktifkan sistem saraf parasimpatik.

Baca juga: Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Skrining Jantung Sejak Dini

Kedua, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan meminum air putih segera setelah bangun. Dokter Chen menyarankan agar kamu memilih air putih daripada langsung meraih gawai, untuk mencegah dehidrasi di awal hari.

“Saya juga merekomendasikan agar orang-orang mengonsumsi sarapan yang seimbang dan sehat bagi jantung yang kaya serat, karena ini akan menjadi dasar bagi hari yang bergizi,” kata dr. Chen.

Terakhir, lakukan gerakan ringan atau olahraga pagi seperti peregangan dan jalan santai. Aktivitas fisik di pagi hari membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengatur kadar hormon stres.

Dengan mengganti kebiasaan memeriksa gawai dengan aktivitas fisik, kamu memberikan fondasi yang lebih stabil bagi kesehatan jantung sepanjang hari.

Baca juga: Penyakit Jantung Mengintai Usia 40 Tahun ke Bawah, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Tag:  #kebiasaan #pagi #yang #perlu #dihindari #usia #demi #jantung #sehat

KOMENTAR