5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terapi perilaku dan pendampingan tenaga medis menjadi pendekatan penting untuk membantu pasien mengubah kebiasaan makan dan gaya hidup. Ini karena pendamping merupakan ahli gizi, dokter, personal trainer hingga psikolog.
Para pendamping ini nantinya akan membantu pasien memahami pola makan emosional, manajemen stres, hingga membangun rutinitas sehat. Apalagi menurut dr. Shiela, banyak kasus obesitas berkaitan dengan kebiasaan yang terbentuk dalam jangka panjang.
“Bukan hanya soal apa yang dimakan, tetapi bagaimana kebiasaan itu terbentuk. Karena itu, terapi perilaku menjadi bagian penting dalam penanganan obesitas,” jelas dr. Shiela.
3. Obat anti obesitas
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu menurunkan berat badan. Obat ini bekerja dengan berbagai mekanisme, seperti menekan nafsu makan atau mengurangi penyerapan lemak.
Namun penggunaan obat harus berada di bawah pengawasan tenaga medis karena memiliki indikasi dan potensi efek samping.
4. Alternatif non-bedah, balon lambung
Balon lambung atau intragastric balkon kini mulai diminati. Metode ini bekerja dengan menempatkan balon di dalam lambung untuk memberikan rasa kenyang lebih cepat.
Inilah sebabnya dalam forum ilmiah seperti Bandung Nutri Wellness 2026 balon lambung turut diperkenalkan. Teknologi Allurion Gastric Balloon sebagai salah satu solusi penanganan obesitas modern dan tindakan lebih terintegrasi.
“Kepercayaan lintas dokter spesialis di Indonesia terhadap Allurion Gastric Balloon menunjukkan bahwa teknologi ini telah diterima sebagai salah satu solusi yang kredibel dalam membantu menekan angka obesitas,” ujar President Director PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati.
Meski begitu dr. Shiela mengingatkan teknologi terapi obesitas seperti balon lambung bukanlah pengganti gaya hidup sehat, melainkan alat bantu.
“Terapi seperti intragastric balloon membantu pasien mengontrol asupan makan, tetapi tetap harus disertai perubahan gaya hidup agar hasilnya bertahan dalam jangka panjang,” papar dr. Shiela.
Metode ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan operasi, tanpa endoskopi, dan tanpa anestesi. Selain itu, terapi ini juga dilengkapi dengan monitoring digital untuk memantau perkembangan pasien.
Untuk kasus obesitas berat, bedah bariatrik menjadi salah satu pilihan yang efektif. Prosedur ini mengubah sistem pencernaan untuk membatasi asupan makanan atau penyerapan kalori.
Namun, metode ini bersifat invasif dan memerlukan evaluasi medis menyeluruh serta komitmen jangka panjang dari pasien.
Tag: #terapi #obesitas #yang #mulai #banyak #digunakan #dari #diet #hingga #balon #lambung