Hindari Adu Nasib, Ini Cara Berempati pada Orang Berduka Menurut Psikolog
Dalam situasi duka, kehadiran orang terdekat sering kali menjadi sumber kekuatan. Namun, tidak semua bentuk perhatian benar-benar membantu.
Alih-alih meringankan beban, cara yang kurang tepat justru bisa membuat orang yang sedang berduka merasa semakin tertekan.
Empati Harus Sesuai Kebutuhan
Psikolog klinis Indah Sundari Jayanti menjelaskan, empati yang efektif berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan orang yang sedang berduka.
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi kehilangan, sehingga pendekatan yang digunakan pun tidak bisa disamaratakan.
Salah satu hal penting adalah memahami bahwa niat baik saja tidak cukup. Misalnya, ada orang yang membutuhkan ruang untuk sendiri, sementara yang lain ingin ditemani.
Dalam kondisi seperti ini, bertanya secara langsung mengenai kebutuhan mereka bisa menjadi langkah yang lebih bijak.
“Kalau memang dia sedang tidak ingin diganggu, tapi kita datang terus menemani, tujuannya baik, tapi karena bukan itu yang dibutuhkan, bantuannya jadi tidak tepat,” jelas Indah, dikutip dari ANTARA, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Psikolog Sebut Empati Itu Penting, Tapi Jangan Sampai Bikin Lelah Emosional
Hindari “Adu Nasib” saat Berempati
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghindari kebiasaan membandingkan pengalaman atau yang sering disebut “adu nasib”.
Ketika seseorang sedang berduka, mereka tidak membutuhkan cerita tentang penderitaan orang lain.
“Karena orang yang sedang berduka enggak mau tahu apa yang terjadi sama orang lain, dan rasanya egois aja untuk meminta orang yang berduka turut memahami apa yang terjadi sama orang lain gitu. Jangan adu nasib,” tuturnya.
Membandingkan pengalaman pribadi justru berpotensi membuat empati terasa tidak tulus.
Dalam banyak kasus, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan karena mengalihkan fokus dari perasaan orang yang sedang kehilangan.
Baca juga: Nikita Willy Berbagi 6 Janji untuk Sesama Ibu, Penuh Empati dan Bikin Terharu
Jangan Memaksa untuk Kuat
Selain itu, kalimat-kalimat yang terdengar menyemangati seperti “jangan menangis” atau “kamu harus kuat” juga sebaiknya dihindari.
Bagi orang yang sedang berduka, ungkapan tersebut bisa terasa seperti tuntutan tambahan di tengah beban emosional yang sudah berat.
Menurut Indah, orang yang berduka sering kali merasa seolah seluruh beban ada di pundaknya.
Oleh karena itu, penting untuk tidak menambahkan tekanan dengan ekspektasi agar mereka segera bangkit atau terlihat kuat.
Baca juga: Berkaca dari Kasus Daycare di Yogyakarta, Ini Pentingnya Empati untuk Ibu Korban
Hadir dengan Empati yang Tulus
Sebaliknya, empati dapat ditunjukkan melalui kehadiran yang tulus dan sikap yang tidak menghakimi.
Mendengarkan tanpa menyela, memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan emosi, serta menawarkan bantuan secara spesifik dapat menjadi bentuk dukungan yang lebih berarti.
Pada akhirnya, empati bukan tentang apa yang menurut kita benar, melainkan tentang apa yang benar-benar dibutuhkan oleh orang yang sedang berduka.
Dengan pendekatan yang tepat, kehadiran kita dapat menjadi penguat, bukan sekadar formalitas.
Tag: #hindari #nasib #cara #berempati #pada #orang #berduka #menurut #psikolog