Self-Reward Jadi Pelarian saat Ekonomi Sulit, dari Kopi sampai Skincare
Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya biaya hidup, banyak orang justru tetap menyisihkan uang untuk hal-hal kecil yang membuat mereka merasa lebih nyaman.
Mulai dari nongkrong di kafe, membeli skincare, parfum, hingga barang fesyen, kebiasaan ini kini semakin sering terlihat di berbagai kalangan.
Fenomena tersebut dikenal sebagai lipstick effect, yakni kondisi ketika masyarakat tetap membeli barang atau pengalaman yang memberi kepuasan emosional meski kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Melansir Antara, Kamis (1/9/2025), tren ini muncul ketika banyak orang mulai menekan pengeluaran besar, tetapi tetap mencari bentuk “hadiah kecil” untuk diri sendiri.
Baca juga: Mengenal Fenomena Lipstick Effect, Kenapa Orang Tetap Belanja saat Ekonomi Sulit?
Self-reward jadi cara mengurangi tekanan
Ekonom INDEF Abra Talattov mengatakan kebiasaan mencari self-reward di tengah kondisi ekonomi sulit bukanlah hal baru.
Menurut dia, banyak orang membutuhkan ruang untuk melepas stres dan menjaga semangat bekerja di tengah tekanan hidup sehari-hari.
“Motivasinya untuk meredakan stres dan kelelahan kerja. Ini bentuk pelepasan,” kata Abra.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat kini tidak lagi hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan kenyamanan emosional.
“Orang sekarang mengalokasikan dana untuk menjaga kesehatan mental, membangun reputasi pribadi, atau gaya hidup yang mencerminkan identitas mereka,” ujarnya.
Bentuk self-reward yang dipilih pun beragam. Ada yang membeli kopi, skincare, makeup, parfum, hingga mengikuti kelas olahraga dan melakukan perjalanan singkat untuk refreshing.
Baca juga: Agar Anak Tak Stres karena Masalah Ekonomi Keluarga, Ini Saran Psikolog
Bukan sekadar lipstik
Ilustrasi minum kopi. Di tengah tekanan ekonomi, banyak orang tetap mencari ?kesenangan kecil? lewat kopi, skincare, hingga nongkrong.
Meski disebut lipstick effect, fenomena ini sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan kosmetik.
Melansir Bloomberg Businessweek (15/11/2025), istilah tersebut mulai populer setelah Leonard Lauder dari Estée Lauder melihat penjualan lipstik meningkat saat ekonomi melemah.
Namun, penelitian ekonom Yasemin Dildar menunjukkan bahwa kenaikan pembelian produk kecantikan saat ekonomi sulit lebih berkaitan dengan kebutuhan mencari hiburan kecil yang terjangkau.
“Itu hanya bentuk kesenangan sederhana,” kata Dildar.
Menurut laporan tersebut, banyak orang mulai mengurangi pembelian barang mahal seperti tas atau perhiasan, lalu beralih ke produk yang lebih murah tetapi tetap memberi rasa puas.
Fenomena serupa juga terlihat pada generasi muda. Media sosial disebut ikut mendorong tren self-reward dan konsumsi produk kecantikan.
Baca juga: Psikolog Ingatkan Anak Tak Seharusnya Menanggung Beban Ekonomi Keluarga
Barang kecil, efek emosional besar
Laporan Forbes (1/6/2022) menyebut lipstik sering dianggap sebagai simbol “kemewahan kecil” yang masih bisa dijangkau saat kondisi ekonomi sulit.
Analis industri kecantikan NPD Group, Larissa Jensen, mengatakan produk seperti lipstik memberi perubahan instan pada penampilan dan suasana hati.
“Lipstik sangat kuat karena bisa langsung mengubah penampilan wajah,” ujarnya.
Sementara itu, psikolog klinis April Benson menyebut lipstik memiliki efek emosional yang kuat karena dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri dan daya tarik.
Fenomena ini juga terlihat selama pandemi. Saat penggunaan masker membuat makeup bibir menurun, penjualan parfum justru meningkat tajam karena masyarakat tetap mencari bentuk self-reward lain.
Di Indonesia, kebiasaan serupa juga semakin terlihat. Sebagian orang memilih membeli barang yang dianggap tahan lama dan memberi kenyamanan, sementara yang lain mengutamakan pengalaman seperti olahraga atau healing trip.
Meski terlihat sederhana, self-reward bagi banyak orang kini menjadi cara untuk menjaga semangat di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda.
Baca juga: Ekonomi Mapan Bukan Jaminan Pernikahan Bebas Konflik
Tag: #self #reward #jadi #pelarian #saat #ekonomi #sulit #dari #kopi #sampai #skincare