Filipina Jadi Negara Nomor 2 dengan Pekerja Paling Bahagia di Asia Pasifik
Filipina menempati posisi kedua sebagai negara dengan pekerja paling bahagia di kawasan Asia-Pasifik pada 2025. Hasil ini muncul di tengah meningkatnya perhatian pekerja terhadap makna pekerjaan, kesejahteraan mental, dan peluang pengembangan karier.
Laporan Workplace Happiness Index: Philippines 2025 dari platform pencari kerja Jobstreet by SEEK menunjukkan sebanyak 77 persen pekerja Filipina mengaku merasa “cukup bahagia” atau “sangat bahagia” di tempat kerja mereka.
Indonesia berada di posisi pertama dengan tingkat kebahagiaan pekerja mencapai 82 persen.
Dilansir dari BusinessWorld (15/5/2026), sebanyak 44 persen pekerja Filipina mengaku “cukup bahagia”, sementara 33 persen lainnya merasa “sangat bahagia” dengan pekerjaan mereka.
Baca juga: 6 Kebiasaan Orang Finlandia, Negara Paling Bahagia di Dunia
Pekerja Filipina kini lebih mencari makna dalam pekerjaan
Jobstreet by SEEK menyebut kebahagiaan pekerja Filipina tidak hanya dipengaruhi gaji, tetapi juga rasa memiliki tujuan dalam pekerjaan.
Menurut laporan tersebut, pekerja kini semakin menghargai pekerjaan yang dianggap bermakna dan sejalan dengan tujuan pribadi maupun visi perusahaan.
Sebanyak 77 persen responden mengatakan mereka merasa dihargai di tempat kerja, sedangkan 74 persen mengaku pekerjaannya terasa memuaskan.
Managing Director Jobstreet Philippines, Dannah Majarocon, mengatakan hasil survei menunjukkan prioritas pekerja mulai berubah.
“Laporan ini menunjukkan bagaimana preferensi pekerja terus berkembang dan bagaimana lingkungan kerja membentuk kebahagiaan serta rasa tujuan mereka,” ujar Majarocon.
Ia menambahkan budaya kerja yang sehat kini menjadi faktor penting dalam menjaga keterlibatan dan loyalitas pekerja dalam jangka panjang.
Baca juga: Bahagia Tak Selalu soal Uang, Hidup Sederhana Justru Lebih Memuaskan
Wilayah Visayas jadi yang paling bahagia
Ilustrasi bekerja di kantor. Sebanyak 77 persen pekerja Filipina mengaku bahagia di tempat kerja karena merasa lebih dihargai dan memiliki tujuan dalam pekerjaan mereka.
Melansir Asia News Network (22/5/2026) laporan tersebut itu melibatkan lebih dari 10.500 pekerja berusia 18 hingga 64 tahun di Asia-Pasifik, termasuk 1.000 responden dari Filipina.
Hasil survei menunjukkan pekerja di wilayah Visayas menjadi kelompok paling bahagia dengan skor 82 persen.
Sementara itu, pekerja di National Capital Region mencatat tingkat kebahagiaan 77 persen, sedangkan Luzon dan Mindanao sama-sama berada di angka 76 persen.
Baca juga: Pakar Ungkap Cara Sederhana agar Hidup Lebih Bahagia, Bukan soal Uang
Di balik kebahagiaan, burnout masih jadi masalah
Meski tingkat kebahagiaan pekerja cukup tinggi, laporan tersebut juga menemukan banyak pekerja Filipina masih menghadapi tekanan mental di tempat kerja.
Hanya 41 persen responden yang merasa mampu mengendalikan tingkat stres mereka.
Selain itu, 38 persen pekerja mengaku mengalami burnout atau kelelahan berat akibat pekerjaan.
Sebanyak 55 persen responden bahkan mengatakan mereka cukup sering berpikir untuk berganti karier.
Kurangnya peluang pengembangan karier disebut menjadi salah satu alasan utama pekerja mempertimbangkan pindah pekerjaan.
Kekhawatiran soal AI mulai meningkat
Selain stres kerja, kekhawatiran terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga mulai dirasakan pekerja Filipina.
Laporan SunStar (14/5/2026) menyebut sekitar 41 persen pekerja khawatir AI dapat memengaruhi keamanan pekerjaan mereka di masa depan.
Meski begitu, Jobstreet by SEEK menilai pekerja yang merasa bahagia di tempat kerja cenderung memiliki motivasi lebih tinggi untuk memberikan performa terbaik bagi perusahaan.
Platform tersebut menyebut pekerja yang bahagia hampir dua kali lebih mungkin bekerja lebih maksimal dibanding pekerja yang tidak puas dengan pekerjaannya.
Namun, Vice President Federation of Free Workers, Julius H. Cainglet, mengingatkan kondisi tersebut belum tentu mewakili seluruh pekerja Filipina, terutama pekerja sektor informal dan pekerja dengan kondisi kerja tidak stabil.
Ia menilai masih ada kelompok pekerja yang belum memiliki akses terhadap pekerjaan layak dan perlindungan kerja yang memadai.
Baca juga: WFH ASN Jangan Dianggap Libur, Ini Risiko jika Budaya Kerja Tidak Jelas
Tag: #filipina #jadi #negara #nomor #dengan #pekerja #paling #bahagia #asia #pasifik