Cara Mencegah Eksim pada Bayi Berkembang Jadi Bentuk Alergi Lain
Ilustrasi bayi. (FREEPIK)
11:05
23 Mei 2026

Cara Mencegah Eksim pada Bayi Berkembang Jadi Bentuk Alergi Lain

- Peradangan kulit kronis alias dermatitis atopik bukan cuma masalah kulit kemerahan dan gatal saja. Kondisi ini berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh.

Itu sebabnya banyak anak yang memiliki dermatitis atopik atau eksim saat bayi, lalu berkembang menjadi alergi makanan, asma, hingga rhinitis alergi atau pilek alergi saat anak bertambah besar. Para ahli menyebutnya sebagai Atopic march

Disebut “march” karena alergi tersebut seolah muncul berurutan mengikuti tahap pertumbuhan anak. Misalnya, bayi awalnya sering mengalami kulit kering dan gatal, kemudian saat lebih besar mulai sensitif terhadap makanan tertentu, mudah batuk atau sesak karena asma, lalu sering bersin dan hidung meler akibat alergi debu atau udara.

"Atopik itu tidak melulu soal kulit. Jadi yang bisa terkena dari atopik itu ada kulit, saluran pernapasan, atau saluran pencernaan," kata  dr. Fihzan Ginting, M.Ked (Ped), Sp.A, CBCFF dalam acara peluncuran kampanye Mustela bertajuk "Together for Atopic Skin" dan lini Mustela Stelatopia di Jakarta, Kamis (21/5/2026). 

Baca juga: Dampak Eksim Tak Cuma Ganggu Kesehatan Kulit Anak

Evolusi bentuk alergi seiring bertambahnya usia

Proses perkembangan alergi ini akan terus menyesuaikan dengan pertambahan usia anak serta tingkat keparahan pemicunya.

"Belum tentu yang sekarang waktu bayi dia dermatitis atopik, berikut-berikutnya dia akan mengalami hal yang sama. Tapi ada kemungkinan kalau pencetusnya masih ada, bisa berubah bentuk, misalkan ke saluran pencernaan atau jadi lebih gampang batuk pilek," jelas dr. Fihzan.

Evolusi penyakit seperti asma, batuk pilek berulang, hingga alergi debu, merupakan contoh bentuk peralihan dari eksim yang tidak terkelola dengan baik.

Guna menghentikan siklus peradangan tersebut, para ahli menyarankan orangtua untuk memperhatikan kualitas asupan gizi.

Baca juga: Cara Membedakan Batuk Alergi dan Batuk karena Virus

Ilustrasi eksim.Shutterstock/ShineTerra Ilustrasi eksim.

Tujuannya adalah memperkuat daya tahan tubuh anak dari dalam, sembari menjauhkannya dari berbagai faktor penyebab alergi di lingkungan.

"Makanya semua penyakit termasuk alergi itu yang harus kita perhatikan ada tiga, yaitu host (diri anak), environment (lingkungan), dan agent (pencetus). Nutrisinya harus bagus, secara kuantitas dan kualitas, dengan harapan vitamin dan mineralnya tercukupi," tutur dr. Fihzan.

Baca juga: 6 Langkah Perawatan Eksim yang Bisa Dilakukan di Rumah, Tak Perlu Mandi Lama-lama

Menjaga ekosistem mikrobiom sebagai benteng pertahanan

Selain meminimalkan faktor pencetus dari luar, stabilitas pertahanan tubuh sangat ditentukan oleh mikrobioma.

Kumpulan bakteri, jamur, dan virus yang mendiami lapisan terluar kulit ini harus hidup dalam kondisi yang seimbang agar tidak memicu disfungsi sistem imun.

"Dysbiosis (ketidakseimbangan) itu harus ditangani," terang dr. FX Clinton, Sp.DVE, dalam acara yang sama.

Terjadinya ketidakseimbangan mikrobiom ini banyak dipengaruhi oleh kondisi polusi di lingkungan tempat tinggal anak, terutama pada keluarga yang bermukim di wilayah berpenduduk padat.

Baca juga: Bijak Memilih Nutrisi Pengganti untuk Anak Alergi

"Pada orang yang tinggal di daerah urban seperti kita di kota besar, risiko terkena dermatitis atopik lebih tinggi. Adanya paparan polusi udara yang intens setiap hari akan mengganggu keseimbangan mikrobiom di kulit," sebut dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV.

Untuk memastikan komunitas bakteri baik tetap hidup seimbang, tubuh membutuhkan asupan makanan khusus berupa prebiotik. Asupan ini berfungsi menekan laju perkembangan bakteri jahat penyebab infeksi.

"Kalau prebiotik itu makanannya. Jadi harus ada makanannya untuk bakteri dan jamur yang sehat," ujar dr. Clinton.

Perawatan ekosistem ini wajib diulang secara konsisten melalui penggunaan pelembap harian yang mengandung prebiotik Bioecolia agar benteng ketahanan kulit terbentuk kuat dan risiko atopic march dapat dicegah sepenuhnya.

Baca juga: Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak, Tak Cuma Kesehatan

Tag:  #cara #mencegah #eksim #pada #bayi #berkembang #jadi #bentuk #alergi #lain

KOMENTAR