7 Penyebab Umum Bau Mulut yang Sering Tidak Disadari
- Bau mulut menjadi masalah yang cukup umum dialami banyak orang. Kondisi ini bahkan bisa membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri saat berbicara dengan orang lain.
Dokter gigi umum dan kosmetik asal Arizona, Amerika Serikat, Dr. Jossen Gastelum mengatakan, bau mulut sering kali berasal dari bakteri yang berkembang di rongga mulut.
“Ada banyak hal yang bisa menyebabkan bau mulut, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga bakteri yang ada di mulut dan sistem pencernaan,” jelas Dr. Gastelum, seperti dikutip Prevention, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam banyak kasus, bau tidak sedap muncul akibat senyawa sulfur yang diproduksi bakteri di mulut. Simak sejumlah penyebab umum bau mulut yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Bau Mulut Tak Sedap Saat Bangun Tidur, Dokter Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya
7 Penyebab bau mulut yang sering tidak disadari
1. Kebersihan mulut yang kurang terjaga
Penyebab paling umum dari bau mulut adalah kebersihan mulut yang kurang optimal. Menyikat gigi dua kali sehari saja belum tentu cukup jika dilakukan terburu-buru atau tanpa membersihkan sela gigi.
Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi dan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Semakin lama dibiarkan, bakteri akan menghasilkan bau tidak sedap.
Dokter gigi asal Los Angeles, Dr. Ilona Casellini menjelaskan, kebiasaan tidak rutin menyikat gigi dan flossing dapat memperburuk kondisi ini.
“Tidak menyikat gigi dan membersihkan sela gigi secara rutin membuat partikel makanan tertinggal di mulut sehingga mendorong pertumbuhan bakteri,” kata Dr. Casellini.
Ia menambahkan, bakteri tersebut menghasilkan senyawa sulfur yang menjadi sumber bau mulut.
Selain itu, lidah yang jarang dibersihkan juga dapat dipenuhi lapisan putih yang mengandung bakteri dan sisa makanan.
Baca juga: Cara Hilangkan Bau Mulut usai Makan Makanan Berbau Menyengat
2. Gigi berlubang dan penyakit gusi
Masalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang, infeksi gigi, hingga radang gusi juga dapat menyebabkan bau mulut yang menetap.
Ketika gigi berlubang tidak segera ditangani, area tersebut menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Hal serupa terjadi pada gusi yang meradang atau berdarah.
Dalam beberapa kasus, bau mulut akibat penyakit gusi bahkan terasa lebih menyengat dan sulit hilang meski sudah menyikat gigi.
Dr. Gastelum menjelaskan, infeksi di rongga mulut menciptakan lingkungan yang memicu pertumbuhan bakteri berlebihan.
Selain itu, amandel yang meradang atau muncul batu amandel juga dapat memperburuk bau mulut karena menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri.
Baca juga: 88 Persen Masyarakat Indonesia Mengalami Gigi Berlubang, Apa Penyebabnya?
3. Mulut kering
Air liur memiliki fungsi penting untuk membersihkan bakteri dan sisa makanan di mulut. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri menjadi lebih mudah berkembang.
Kondisi ini dikenal sebagai mulut kering atau xerostomia. Mulut kering bisa terjadi karena kurang minum, terlalu sering mengonsumsi kopi, efek samping obat tertentu, hingga gangguan kesehatan seperti hipotiroidisme.
“Ketika tidak ada cukup air liur, bakteri tidak bisa dibersihkan dari gigi,” ujar Dr. Casellini.
Akibatnya, mulut terasa lengket dan bau tidak sedap lebih mudah muncul, terutama saat bangun tidur.
Baca juga: Tips Cegah Gigi Berlubang dengan Sikat Gigi dan Pakai Obat Kumur
4. Behel, retainer, dan gigi palsu menyimpan sisa makanan
Penggunaan behel, retainer, atau gigi palsu juga dapat meningkatkan risiko bau mulut jika tidak dibersihkan dengan benar.
Alat-alat tersebut memiliki banyak celah kecil yang mudah menjadi tempat tersangkutnya makanan.
Tidak sedikit pengguna behel merasa sudah menyikat gigi dengan baik, tetapi masih mengalami bau mulut karena ada sisa makanan tersembunyi di sela kawat.
Karena itu, pengguna alat ortodonti disarankan membersihkan gigi lebih teliti dan rutin menggunakan benang gigi khusus maupun obat kumur antibakteri.
Baca juga: Jangan Remehkan Risiko Gigi Berlubang pada Ibu Hamil
5. Kebiasaan merokok
Merokok bukan hanya berdampak buruk bagi paru-paru, tetapi juga kesehatan mulut.
Asap rokok meninggalkan aroma kuat di rongga mulut sekaligus membuat mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
“Merokok dan mengunyah tembakau dapat meninggalkan bau tidak sedap di mulut dan berkontribusi pada penyakit gusi,” kata Dr. Casellini.
Perokok aktif juga lebih rentan mengalami penumpukan plak dan radang gusi yang memperparah bau mulut.
Baca juga: Ketahui, Dampak Karang Gigi Jika Diabaikan
6. Makanan dengan bau yang kuat
Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, bawang bombai, petai, hingga makanan tinggi rempah memang terkenal dapat menyebabkan bau mulut sementara.
Aroma tersebut berasal dari senyawa sulfur yang masuk ke aliran darah dan akhirnya keluar melalui napas.
Meski biasanya bersifat sementara, bau bisa bertahan lebih lama jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik. Penting untuk minum cukup air dan membersihkan gigi setelah mengonsumsi makanan beraroma tajam.
7. Penyakit tertentu
Dalam beberapa kasus, bau mulut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain di tubuh.
Penderita asam lambung, diabetes, gangguan hati, hingga penyakit ginjal diketahui lebih rentan mengalami halitosis.
Kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri atau menghasilkan aroma khas dari dalam tubuh.
Oleh karena itu, jika bau mulut tidak kunjung hilang meski kebersihan gigi sudah dijaga, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab utamanya.
Baca juga: Waspadai Ciri-ciri Karang Gigi, Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Mulut