Rutin Makan Telur Dikaitkan dengan Risiko Alzheimer Lebih Rendah, Studi Ungkap Angkanya
Telur yang selama ini menjadi menu sarapan favorit banyak orang kembali mendapat sorotan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa konsumsi telur secara rutin dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah.
Melansir Women's Health (27/5/2026), penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa orang yang mengonsumsi telur lebih dari lima kali seminggu memiliki risiko Alzheimer hingga 27 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa telur bukanlah "obat" untuk mencegah Alzheimer. Konsumsi telur sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
“Pesan utama dari penelitian ini adalah konsumsi telur dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan sehat dapat mendukung kesehatan otak dan dikaitkan dengan risiko Alzheimer yang lebih rendah,” kata penulis utama studi, DrPH Jisoo Oh dari Loma Linda University School of Public Health.
Baca juga: Apa Efek Sering Menunda Sarapan bagi Kesehatan?
Studi melibatkan hampir 40.000 orang
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data hampir 40.000 peserta yang tergabung dalam Adventist Health Study-2, sebuah studi jangka panjang di Amerika Serikat dan Kanada yang meneliti hubungan gaya hidup, pola makan, dan penyakit.
Selama hampir 15 tahun masa pengamatan, sebanyak 2.858 peserta didiagnosis mengidap Alzheimer.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi telur satu hingga tiga kali per bulan memiliki risiko Alzheimer 17 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi telur.
Risiko tersebut turun menjadi 20 persen lebih rendah pada kelompok yang makan telur dua hingga empat kali per minggu.
Sementara itu, peserta yang mengonsumsi telur lebih dari lima kali per minggu tercatat memiliki risiko hingga 27 persen lebih rendah.
Baca juga: Tips Menu Sehat di 2026, Gizi Seimbang dari Sarapan hingga Makan Malam
Mengapa telur dikaitkan dengan kesehatan otak?
Ilustrasi memecahkan kulit telur. Studi terbaru menemukan orang yang rutin makan telur memiliki risiko Alzheimer lebih rendah dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.
Peneliti menekankan bahwa studi ini hanya menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa telur secara langsung mencegah Alzheimer.
Namun, para ahli menduga manfaat tersebut berkaitan dengan berbagai nutrisi yang terkandung dalam telur.
Menurut Oh, telur mengandung kolin, asam lemak omega-3, lutein, zeaxanthin, dan vitamin B12 yang berperan penting bagi kesehatan otak.
“Nutrisi tersebut mendukung fungsi memori, kerja neurotransmiter, serta membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif dan peradangan,” jelasnya.
Ahli saraf dari Providence Saint John's Health Center, Dr. Clifford Segil, juga menyoroti kandungan protein dalam telur.
Ia mengatakan telur merupakan sumber protein yang sangat baik. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan protein yang cukup berpotensi membantu melindungi kesehatan otak, meski bidang penelitian ini masih terus berkembang.
Baca juga: Studi: Rajin Mengasah Otak Sejak Kecil Bantu Turunkan Risiko Alzheimer
Bukan pertama kali telur dikaitkan dengan risiko Alzheimer
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dipublikasikan pada 2024 di jurnal yang sama.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.000 lansia dan menemukan bahwa konsumsi lebih dari satu butir telur per minggu dikaitkan dengan risiko Alzheimer yang 47 persen lebih rendah.
Meski hasilnya menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa pencegahan Alzheimer tidak bisa bergantung pada satu jenis makanan saja.
Direktur Neuropsikologi Tufts Medical Center, Davide Cappon, mengatakan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten pada pola makan dapat membantu mengurangi risiko demensia dalam jangka panjang.
Baca juga: Studi Ungkap Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Orang Dewasa
Telur bukan satu-satunya kunci
Menurut para ahli, menjaga kesehatan otak membutuhkan pendekatan yang lebih luas dibanding sekadar menambahkan telur ke dalam menu sarapan.
Oh menekankan bahwa strategi pencegahan Alzheimer yang sudah terbukti tetap mencakup olahraga teratur, menjaga kesehatan jantung, tidur yang cukup, dan menerapkan pola makan sehat secara keseluruhan.
Cappon juga menyarankan pola makan Mediterania dan MIND Diet yang sama-sama memasukkan telur sebagai salah satu sumber protein.
Dengan kata lain, telur bisa menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika disertai gaya hidup sehat yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu.
Tag: #rutin #makan #telur #dikaitkan #dengan #risiko #alzheimer #lebih #rendah #studi #ungkap #angkanya