Kesehatan Gigi Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mentalnya, Kok Bisa?
- Menjaga kesehatan gigi anak sering kali dianggap sebatas upaya mencegah gigi berlubang atau sakit gigi.
Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesehatan mulut juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional anak.
Temuan dari C.S. Mott Children's Hospital National Poll on Children's Health mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga anak mengalami masalah gigi.
Baca juga: Penjelasan Dokter Mengapa Fluoride Dibutuhkan untuk Gigi Anak
Para ahli menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, hingga kesehatan emosional mereka.
Kesehatan gigi anak bisa memengaruhi kesehatan mentalnya
Masalah gigi masih dialami oleh satu dari tiga anak
Dilansir Parents, Selasa, (2/6/202) penelitian yang melibatkan 1.801 orangtua dari anak usia 4 hingga 17 tahun menemukan bahwa lebih dari 36 persen anak mengalami masalah kesehatan gigi dalam dua tahun terakhir.
Masalah yang paling sering ditemukan meliputi gigi berlubang atau kerusakan gigi, perubahan warna gigi, nyeri atau sensitivitas gigi, hingga gangguan pada gusi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan mulut masih menjadi tantangan yang cukup besar bagi banyak keluarga.
Para peneliti juga menemukan bahwa anak yang jarang melakukan kebiasaan menjaga kebersihan gigi memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mulut dibandingkan anak yang rutin merawat giginya setiap hari.
Kebiasaan menyikat gigi yang kurang dapat memicu berbagai masalah kesehatan
Hasil survei menunjukkan, hanya sekitar tiga dari lima orangtua yang mengatakan anak mereka rutin menyikat gigi dua kali sehari.
Selain itu, anak laki-laki dilaporkan lebih jarang menyikat gigi dan menggunakan benang gigi dibandingkan anak perempuan.
Menurut dokter gigi sekaligus pendiri sistem perawatan mulut Supermouth, drg. Kami Hoss, masalah yang paling sering muncul akibat kebersihan mulut yang buruk adalah gigi berlubang.
Baca juga: Menkes Ungkap Masalah Gigi dan Mata Jadi Keluhan Terbanyak Siswa Sekolah Rakyat
"Gigi berlubang menjadi masalah nomor satu, diikuti gingivitis, erosi enamel, dan ketidakseimbangan mikrobioma mulut yang dapat menyebabkan bau mulut kronis, gigi berlubang berulang, serta penyakit gusi dini," jelas Hoss.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak, termasuk belajar dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Kesehatan gigi yang buruk dapat memengaruhi mental anak
Dampak kesehatan mulut ternyata tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan juga mental anak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Orthodontics menemukan bahwa gigi menjadi salah satu karakteristik fisik yang paling sering dijadikan sasaran perundungan pada anak usia sekolah.
Anak-anak yang diejek karena kondisi giginya dilaporkan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah dan cenderung kurang menyukai lingkungan sekolah.
Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut dapat meningkatkan risiko isolasi sosial hingga depresi.
Masalah ini semakin relevan di era media sosial, ketika anak-anak menjadi lebih sadar terhadap penampilan fisiknya sejak usia dini. Mereka sering membandingkan diri dengan foto yang telah melalui proses penyuntingan atau filter digital.
Nyeri gigi juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak
Selain memengaruhi penampilan, masalah gigi yang tidak ditangani juga dapat menimbulkan rasa sakit berkepanjangan yang berdampak pada kesehatan emosional.
"Anak yang memiliki gigi berlubang tetapi tidak diobati mungkin hidup dengan rasa sakit ringan setiap hari. Mereka sulit berkonsentrasi dan menjadi lebih mudah marah," kata Hoss.
Ia bahkan mengungkapkan, beberapa anak sempat dianggap memiliki masalah perilaku, padahal penyebab utamanya adalah nyeri gigi yang tidak pernah ditangani dengan baik.
Menurut Hoss, hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan mulut berlangsung dua arah.
Masalah gigi dapat memengaruhi kondisi emosional anak, sementara stres dan gangguan emosional juga dapat membuat anak semakin mengabaikan kesehatan mulutnya.
Baca juga: Hati-hati, Pakai Botol Susu Pengaruhi Pertumbuhan Gigi Anak
Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya membangun kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi sejak dini.
Langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu menjaga kesehatan gigi, tetapi juga mendukung kepercayaan diri, kenyamanan, dan kesehatan mental anak dalam jangka panjang.
Tag: #kesehatan #gigi #anak #berpengaruh #pada #kesehatan #mentalnya #bisa