Golkar Dorong RI Pikir Ulang Posisi di BoP Usai 3 Prajurit TNI Gugur
Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Plt Ketua Golkar Sumut saat diwawancarai di Kantor Golkar, Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan pada Selasa (23/12/2025). (KOMPAS.com/GOKLAS WISELY )
16:22
1 April 2026

Golkar Dorong RI Pikir Ulang Posisi di BoP Usai 3 Prajurit TNI Gugur

- Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto berpikir ulang terkait posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) usai tiga prajurit TNI dalam UNIFIL tewas diserang Israel di Lebanon.

"Kita mendorong pemerintah untuk berpikir ulang terkait keberadaan Indonesia di BoP. Serangan Israel ke prajurit TNI merupakan bentuk pengangkangan nyata terhadap kata 'perdamaian' yang menjadi value dalam BoP," ujar Doli dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: RI di DK PBB: Kami Tak Terima atas Pembunuhan 3 Prajurit TNI di Lebanon!

Menurut Doli, tidak ada gunanya duduk bersama di forum BoP untuk berbicara memgenai perdamaian.

Sebab, di saat yang sama, negara yang bergabung BoP malah melakukan genosida dan berkampanye soal kekerasan ke mana-mana.

"Insiden tersebut harus menjadi pelajaran penting dan berharga bagi bangsa ini. Kita harus bersatu dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah dan sikap yang lebih tegas terhadap pihak manapun yang melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa," jelasnya.

Baca juga: Di DK PBB, RI Kecam Israel Atas Serangan yang Tewaskan 3 Prajurit TNI

Lalu, Doli mengungkit Israel yang bukan kali pertama melakukan pelanggaran, di mana mereka sudah berulang kali melakukannya, tapi dunia selalu diam.

Berdasarkan data, sepanjang 2025, tercatat lebih dari 8.300 serangan dilakukan Israel ke Palestina.

"Pelanggaran utama mencakup genosida, pendudukan ilegal, pembangunan pemukiman ilegal, serangan terhadap warga sipil/rumah sakit, dan penggunaan kekuatan berlebihan," papar Doli.

"Melihat semua pelanggaran itu, kita sebagai bangsa berdaulat harus mengutuk keras aksi tersebut, karena menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi dengan adanya korban dari TNI, seharusnya menjadi dasar untuk meningkatkan tekanan kita," sambungnya.

Baca juga: RI Desak Investigasi Gugurnya 3 Prajurit TNI: Kami Tak Minta Alasan Israel

Sementara itu, Doli mengajak DPR serius mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang lebih tegas, serta terus berkoordinasi dengan PBB dalam upaya mengakhiri perang di Timur Tengah dan kawasan lainnya, guna menciptakan perdamaian.

Sebab, kata dia, krisis ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di TNI.

"Negara harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para almarhum yang gugur dalam tugas. Selain itu, pemerintah harus menjamin masa depan anak-anak korban, terkhusus pendidikannya," imbuh Doli.

3 Prajurit TNI gugur, 5 luka-luka

Sebanyak delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban di Lebanon Selatan, berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pertahanan RI pada Selasa (31/3/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, situasi keamanan di wilayah penugasan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir.

“Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi,” kata Rico dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (31/3/2026).


Dalam peristiwa itu, selain seorang prajurit gugur, seorang lainnya mengalami luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan.

Insiden berikutnya terjadi sehari kemudian, di mana dua prajurit TNI gugur di tengah eskalasi konflik di wilayah tersebut, antara Lebanon dan Israel.

“Dalam insiden tersebut (pada 30 Maret 2025) dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat,” tambah dia.

Dengan demikian, dalam dua hari, delapan prajurit TNI menjadi korban eskalasi konflik di Timur Tengah.

Tag:  #golkar #dorong #pikir #ulang #posisi #usai #prajurit #gugur

KOMENTAR