Survei LSI, Indikator, SMRC: 50,9 Persen Responden Tak Setuju Indonesia Masuk BoP
Presiden Prabowo Subianto (tiga dari kiri) dan sejumlah pemimpin negara yang hadir dalam KTT perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace, berfoto bersama Presiden Amerika Serikat Donald J Trump (tengah), di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.(ISTANA PRESIDEN RI/CAHYO)
15:02
2 April 2026

Survei LSI, Indikator, SMRC: 50,9 Persen Responden Tak Setuju Indonesia Masuk BoP

 Sebanyak 50,9 persen responden menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju terhadap keputusan Indonesia menjadi anggota Board of Peace.

Angka tersebut berdasarkan survei dari 3 lembaga yaitu Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia (LSI), dan Saiful Mujani Research and Consulting  (SMRC).

Sementara itu, responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju mencapai 26,1 persen.

“Ada 17 persen yang betul-betul indifferent, tetapi mayoritas itu menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju Indonesia menjadi bagian dari BoP,” ungkap Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Penolakan juga terlihat pada rencana pengiriman 8.000 tentara Indonesia ke Gaza sebagai bagian dari dukungan terhadap BoP.

Baca juga: Sikap Indonesia Dinilai Belum Jelas Terkait Perang AS-Israel dan Iran

Sebanyak 44,9 persen responden menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju terhadap kebijakan tersebut.

Di sisi lain, 33,8 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju.

Sementara 16,2 persen berada di posisi antara setuju dan tidak setuju, serta 5,1 persen tidak menjawab.

Adapun survei ini menyasar warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah yang memiliki telepon seluler, yang diperkirakan mencakup sekitar 80 persen populasi nasional.

Kelompok pemilik telepon seluler dinilai lebih terpapar informasi terkait perang karena memiliki akses ke berbagai sumber berita, baik melalui internet maupun media lainnya.

Baca juga: Makna di Balik Safari Dubes Iran Ke Para Tokoh Nasional Indonesia

Oleh karena itu, populasi ini dianggap valid sebagai sasaran survei.

Untuk menjaga keterwakilan opini publik nasional, data sampel yang diperoleh kemudian dibobotkan sesuai dengan karakteristik populasi Indonesia berusia 17 tahun ke atas.

Survei dilaksanakan pada 12–31 Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 1.066 responden.

Jumlah tersebut memiliki margin of error sekitar ±6 persen pada tingkat kepercayaan dua kali margin of error.

Survei ini merupakan hasil kerja sama dan didanai oleh Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research & Consulting.

Tag:  #survei #indikator #smrc #persen #responden #setuju #indonesia #masuk

KOMENTAR