Mendagri Ungkap Kemiskinan di Seluruh Wilayah Papua di Atas Rata-rata Nasional
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama mantan atlet badminton nasional Greysia Polii meninjau langsung program perumahan rakyat di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (9/4/2026) malam. (DOK. Humas Kemendagri)
11:30
13 April 2026

Mendagri Ungkap Kemiskinan di Seluruh Wilayah Papua di Atas Rata-rata Nasional

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di seluruh wilayah Papua, masih berada di atas rata-rata nasional yang saat ini tercatat sebesar 8,25 persen.

“Yang pertama adalah tingkat kemiskinan. Kita melihat bahwa tingkat kemiskinan di seluruh Papua itu, itu di atas nasional. Ini bukan bagus, di atas. Karena makin besar angkanya menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang miskin besar,” ujar Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senin (13/4/2026).

Dia menjelaskan, meskipun secara umum angka kemiskinan di Papua masih tinggi, sejumlah daerah menunjukkan tren perbaikan.

Salah satunya adalah Papua Pegunungan yang mengalami penurunan angka kemiskinan.

Baca juga: Urbanisasi Pasca-Lebaran: Ilusi UMP dan Jebakan Kemiskinan Baru

“Kita melihat bahwa di Papua Pegunungan, ini cenderung bahkan, saya ulangi, cenderung baik menurun, Papua Pegunungan. Artinya dari angka 32,97 persen 2024 ke 27,21 persen, ini membaik. Ada masyarakat yang berkurang kemiskinannya,” kata Tito.

Selain itu, Papua Barat dan Papua Barat Daya juga menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan.

Di Papua Barat Daya, angka kemiskinan tercatat berada di kisaran 17,5 persen.

“Papua Barat juga trennya juga cenderung bagus, menurun. Artinya yang miskin berkurang di Papua Barat, yang warna oranye. Warna kuning kita melihat juga, Barat Daya itu juga cenderung menurun, yaitu 17,5 persen. Bagus, pada posisi 17,5 persen dari masyarakat yang ada itu kelompok miskin,” ungkap Tito.

Baca juga: Mendagri Tito Ingatkan Pemda untuk Kreatif Tingkatkan PAD

Namun demikian, Tito menyoroti bahwa tidak semua wilayah mengalami perbaikan.

Misalna, di Papua Tengah di mana angka kemiskinan relatif stagnan di angka 29,45 persen.

"Jadi hampir sepertiga masyarakat Papua Tengah itu adalah masuk kelompok miskin,” ucap dia.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Papua Selatan yang justru mengalami peningkatan angka kemiskinan dalam periode 2024 hingga 2025.

Baca juga: Inflasi Turun ke 3,48 Persen, Mendagri Ingatkan Daerah Tetap Waspada

“Di Papua Selatan, kita melihat bahwa ada kecenderungan menaik malah warga yang miskin. Dari 17,44 persen ke angka 19,26 persen. Jadi malah naik 2 persen selama 2024–2025,” kata Tito.

Dia menegaskan, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah, terutama bagi daerah yang mengalami stagnasi maupun kenaikan angka kemiskinan.

“Dengan posisi yang baik, tren yang bagus ada di Papua Pegunungan, Papua Barat menurun, Papua Barat Daya menurun. Tapi yang juga landai enggak banyak pergerakanlah Papua Tengah. Kemudian yang cenderung menaik itulah di Papua Selatan. Ini yang perlu jadi perhatian,” ujar Tito.

Tag:  #mendagri #ungkap #kemiskinan #seluruh #wilayah #papua #atas #rata #rata #nasional

KOMENTAR