Prabowo Ingin MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, BGN Siapkan Tim Optimalisasi
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab 72 siswa di Duren Sawit, Jakarta Timur, mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (2/4/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
07:14
16 April 2026

Prabowo Ingin MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, BGN Siapkan Tim Optimalisasi

Menindaklanjuti arah Presiden Prabowo Subianto agar program MBG berfokus pada anak kurang gizi dan kalangan kurang mampu, Badan Gizi Nasional sedang menyiapkan tim.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, tim ini akan ditugaskan untuk memilah penerima manfaat program MBG.

Nanik menjelaskan, tujuan pembentukan ini tak lain sebagai pengejawantahan keinginan Prabowo agar MBG bisa terdistribusi tepat sasaran.

“Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” katanya, dilansir dari Kompas.com, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: 80 Siswa dan Guru Keracunan MBG di Bantul, BGN: Kami Sudah Berkali-kali Ingatkan

Nama tim tersebut adalah Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.

Dia menjelaskan, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program MBG kedepan.

Koordinasi awal juga akan dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Koordinasi tersebut berupa pertukaran data penerima manfaat dari kedua kementerian tersebut.

Baca juga: Apa yang Dikatakan BGN soal Anggaran Motor Listrik hingga Laptop?

Nantinya, Tim yang dibentuk BGN akan tetap memvalidasi data dengan terjun langsung ke lapangan.

Nanik menekankan, BGN ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat agar program ini berjalan optimal.

"Iya nantinya data dari kita," ujar Nanik singkat.

Keinginan Prabowo

Adapun permintaan Prabowo agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu juga disampaikan Nanik melalui keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Kepala BGN Bantah Anggaran Laptop dan Alat Makan Capai Rp 4 Triliun, Ini Klarifikasinya

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.

Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

BGN menyiapkan tim untuk memilah penerima. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi lebih tepat dan efisien.

Baca juga: Kenapa BGN Pakai Jasa EO Rp 113 Miliar?

Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya.

Tag:  #prabowo #ingin #fokus #anak #kurang #gizi #siapkan #optimalisasi

KOMENTAR