Waka Komisi V DPR Minta Rencana Prabowo Benahi Pelintasan Sebidang KA Segera Dieksekusi
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae meminta rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi pelintasan sebidang kereta api segera dieksekusi oleh kementerian/lembaga terkait.
Ridwan menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur seperti flyover atau underpass di titik dengan lalu lintas tinggi, penting dilakukan untuk meningkatkan keselamatan.
“Pembangunan flyover atau underpass di wilayah dengan lalu lintas tinggi perlu dipercepat untuk meminimalkan potensi kecelakaan,” ujar Ridwan pada Selasa (28/4/2026).
Selain itu, rencana pembangunan pos penjagaan dan penempatan petugas resmi di pelintasan sebidang juga terjamin pelaksanaannya.
Baca juga: 23 Korban Kecelakaan KRL Dirawat di RSUD Kota Bekasi, 17 Orang Luka Berat
Menurut dia, keberadaan petugas resmi akan membuat sistem pengamanan di setiap pelintasan sebidang bisa lebih terintegrasi.
“Praktik penggunaan palang manual yang dioperasikan masyarakat masih berisiko tinggi, sehingga perlu dibenahi dan ditingkatkan melalui sistem yang lebih modern,” kata Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan dan komunikasi operasional kereta api.
Dia berharap, sistem tersebut kedepannya mampu memberikan informasi secara real-time kepada masinis dan petugas stasiun, guna mencegah terjadinya tabrakan.
“Evaluasi menyeluruh dan investigasi transparan guna memulihkan kepercayaan publik serta memastikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam transportasi kereta api,” kata dia.
Baca juga: Ada 3.703 Pelintasan Sebidang Kereta pada 2025, 912 Titik Tidak Dijaga
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menggelontorkan dana Rp 4 triliun untuk mengatasi persoalan 1.800 pelintasan sebidang kereta api yang tidak dijaga.
Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan saat mengecek langsung kondisi tabrakan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuterline di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 triliun ya demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting sangat perlu kereta api jadi kita keluarkan itu,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, ribuan titik pelintasan sebidang itu sudah ada sejak zaman kolonialisme Belanda.
Pelintasan itu juga menjadi persoalan pemerintahan Indonesia selama puluhan tahun.
Prabowo menyatakan, pemerintahan berencana menyelesaikan persoalan dengan menyiapkan dua skema.
Baca juga: Warga Sebut Taksi Green SM Terobos Palang Pelintasan Sebelum Tertabrak KRL di Bekasi
Pertama melalui pembangunan flyover agar kendaraan tidak melintas di jalur kereta.
Kedua dengan pembangunan pos penjagaan sekaligus penempatan petugas di pelintasan sebidang.
“Ya sudah lah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut,” ujar Prabowo.
“Apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksanaannya kita tunjuk,” tambahnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut, kereta api merupakan sarana transportasi yang sangat penting dan digunakan masyarakat banyak.
Oleh karena itu, tidak masalah pemerintah menggelontorkan anggaran hingga Rp 4 triliun guna mendukung keselamatan banyak pihak.
“Sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan sekarang kita lakukan,” ucap Prabowo.
Baca juga: Ketua Komisi V DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Pelintasan Sebidang Imbas Tabrakan Kereta
Sebagai informasi, kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, terjadi Senin (27/4/2026) malam.
Kecelakaan maut ini terjadi saat KRL tujuan Jakarta-Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin malam.
Informasi terbaru, Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur mencapai 15 orang.
"Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Martinus mengatakan, 10 dari 15 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.
Tag: #waka #komisi #minta #rencana #prabowo #benahi #pelintasan #sebidang #segera #dieksekusi