Megawati Pernah Tegur Peneliti BRIN: Kerja Jangan Hanya Cari Gelar
- Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku pernah menegur peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang pintar.
Namun, peneliti BRIN itu bekerja hanya untuk mencari gelar, bukan mengabdi pada Indonesia.
“Karena saya pun di BRIN, Badan Riset Inovasi Nasional. Itu berapa sih researcher-nya? 8.144. Loh, saya bilang kamu orang pintar, bekerja dong buat Indonesia,” ujar Megawati saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Gelar Profesor Emeritus untuk Eks Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
"Jangan hanya mencari yang, maaf beribu maaf, jangan hanya mencari gelar-gelar atau membuat jurnal-jurnal,” lanjut Mega.
Baca juga: Megawati Cerita Temui Prabowo Usai Beredar Tuduhan Partai Merah Bekingi Demo Agustus 2025
Megawati mengungkap, para peneliti BRIN saat itu hanya bisa diam dan melongo setelah ditegurnya.
Dia mengaku tahu jika ada peneliti BRIN yang mempertanyakan kompetensinya untuk menjabat Ketua Dewan Pengarah.
“Mereka baru melongo. Ketika kalian melihat saya kenapa Ibu yang dijadikan ketua ya? Nah, itu jadi terpaksa saya sombongkan. Kamu (peneliti) mau lawan saya boleh. Saya yaitu profesor tiga, ininya (gelar honoris clausa) 11. Silakan (kalau mau dilawan),” kata Megawati.
Baca juga: Megawati Sindir Pihak yang Dukung Pemilu Tidak Langsung Gara-gara Biaya Mahal
Setelah diomeli Megawati, peneliti BRIN itu hanya bisa diam. Ia pun menekankan pentingnya seseorang untuk bertindak menggunakan hati nurani, bukan hanya akal dari otak.
“Karena banyak orang pinter juga tapi ininya (menunjuk ke hati) tidak teguh,” kata Megawati.
Adapun pada Sabtu (2/5/2026), Megawati menghadiri acara pengukuhan gelar Profesor Emeritus Bidang Hukum Tata Negara dari Universitas Borobudur kepada Eks Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat.
Baca juga: Megawati Pernah Mau Cari Buzzer yang Menjelekkan Namanya, Berujung Dibiarkan
Acara pengukuhan gelar untuk Arief Hidayat ini dihadiri oleh sejumlah rektor dan guru besar dari Universitas lain.
Beberapa pejabat dan mantan petinggi negara ikut hadir dalam acara seperti mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD; mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly; hingga Jampidum Asep Nana Mulyana.
Sementara itu, terlihat juga sejumlah hakim MK dulu rekan sejawat Arief, misalnya Suhartoyo dan Saldi Isra.
Tag: #megawati #pernah #tegur #peneliti #brin #kerja #jangan #hanya #cari #gelar