Kemenhaj Pastikan Penuhi Hak Badal Haji Jemaah yang Wafat di Tanah Suci
Ilustrasi haji. PPIH Arab Saudi menjelaskan tiga keringanan fikih bagi jamaah haji perempuan yang haid saat jadwal tawaf ifadah.(Pexels/Yasir Gürbüz)
12:14
4 Mei 2026

Kemenhaj Pastikan Penuhi Hak Badal Haji Jemaah yang Wafat di Tanah Suci

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan hak badal haji seluruh jemaah haji yang wafat di Tanah Suci terpenuhi.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan, total jemaah wafat tercatat sebanyak tujuh orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru.

"PPIH memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji. Doa terbaik dipanjatkan agar seluruh almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah," ucap Maria dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Maria mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan di tengah kondisi cuaca di Mekkah yang diperkirakan akan mencapai 43 derajat celsius.

Baca juga: Kemenhaj: 141 Jemaah Haji Dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi

"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari," ucapnya.

Jika mengalami gangguan kesehatan, jemaah bisa langsung segera lapor kepada petugas yang selalu siaga di lokasi.

"Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan pun jemaah mengalami kendala di lapangan," tutur Maria.

Maria menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas dan perempuan selama pelaksanaan haji 2026.

"Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas," imbuhnya.

Baca juga: Godaan Haji Tanpa Antre, Ketika Calon Jemaah Pakai Jalan Ilegal lalu Gagal ke Mekkah

Untuk mendukung kelancaran ibadah di Mekkah, pemerintah juga menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

"Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-setop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas," ucapnya.

Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta didukung dengan kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.

Tag:  #kemenhaj #pastikan #penuhi #badal #haji #jemaah #yang #wafat #tanah #suci

KOMENTAR