KPK Pastikan Penyelidikan Kasus Kereta Cepat Whoosh Tetap Jalan
Ilustrasi Whoosh kereta cepat Jakarta-Bandung. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.(DOK. KCIC)
08:58
5 Mei 2026

KPK Pastikan Penyelidikan Kasus Kereta Cepat Whoosh Tetap Jalan

- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya belum bisa membuka hasil penyelidikan karena bersifat tertutup.

“Jadi kami belum bisa menyampaikan secara terbuka, secara lengkap terkait dengan penyelidikan perkara ini, namun yang pasti bahwa penyelidikan terkait dengan kereta cepat ini masih terus berprogres,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Rosan Sebut Restrukturisasi Whoosh Selesai Dibahas, Tinggal Bicara ke China

Budi mengatakan, tidak kendala dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

Meski demikian, dia mengakui, saat ini, banyak perkara yang tengah ditangani KPK sehingga harus dilakukan penyesuaian waktu.

“Belum lagi nanti kalau ada pengembangan karena peristiwa tertangkap tangan biasanya membuka dugaan ya praktik-praktik serupa juga bisa jadi terjadi di sektor-sektor lain,” ujarnya.

Baca juga: KPK Minta Pihak yang Dipanggil Terkait Kasus Whoosh Kooperatif

Budi juga mengatakan, penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) umum terkait kasus kereta cepat tersebut tergantung pada perkembangan penyelidikan.

“Terkait dengan itu, nanti kami lihat perkembangannya karena memang penyelidikan ini juga masih terus berprogres. Beberapa hal dilakukan oleh kawan-kawan penyelidik,” ucap dia.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada tanah yang seharusnya milik negara yang dijual lagi oleh oknum ke negara dalam penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Baca juga: Tahan Pintu Whoosh karena Barang Tertinggal, Penumpang Picu Keterlambatan 2 Menit

Diketahui, KPK tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan penggelembungan anggaran atau mark up proyek kereta cepat Whoosh.

“Ada oknum-oknum, di mana yang seharusnya ini milik negara, tetapi dijual lagi ke negara,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Selain itu, Asep menyebut, lahan-lahan milik negara tersebut kemudian tidak dijual sesuai dengan harga pasar, bahkan lebih tinggi.

Padahal, tanah-tanah milik negara karena dipakai untuk proyek pemerintah, maka seharusnya negara tidak perlu membayar untuk memanfaatkan lahan tersebut.

“Kalaupun itu misalkan kawasan hutan, ya dikonversi nanti dengan lahan yang lain lagi, seperti itu,” kata Asep.

Oleh karena itu, dia mengatakan, KPK menyelidiki soal dugaan pengadaan lahan untuk Whoosh yang tidak wajar.

“Kalau pembayarannya wajar, maka tidak akan kami perkarakan,” ujar Asep.

“Akan tetapi, bagi yang pembayarannya tidak wajar, mark up, dan lain-lain, apalagi bukan tanahnya, ini tanah negara, dengan berbagai macam cara, karena ini proyek nasional, lalu dia diatur sana sini, sehingga mereka mendapat sejumlah uang, bukan sejumlah lagi, ini uang besar. Nah, kami harus kembalikan uang itu kepada negara,” katanya lagi.

Baca juga: Respons Danantara soal WIKA Rugi Rp 1,6 Triliun Gara-gara Whoosh

Selain soal tanah yang diduga milik negara, KPK juga mengusut perihal penggelembungan anggaran atau mark up dalam proses pembebasan lahan untuk proyek Whoosh.

Dalam kesempatan itu, Asep pun meminta kepada oknum tersebut segera mengembalikan keuntungan yang tengah “dimakan” dari proyek pengadaan lahan untuk Whoosh.

“Artinya misalkan pengadaan lahan nih, nah orang itu misalkan di pengadaan lahan yang harusnya di harga wajarnya 10, lalu dia jadi 100, kan jadi enggak wajar itu. Nah, kembalikan dong, negara kan rugi,” kata Asep.

“Yang harusnya negara hanya membeli tanah itu dengan harga 10, kemudian harus mulai dengan harga 100, balikin,” katanya.

Kendati demikian, Asep belum merincikan lokasi pembebasan lahan untuk proyek Whoosh tersebut.

“Ini sepanjang ini ya, apakah yang di Halim atau di mana, atau juga di Bandung atau di antara itu, sepanjang itu ya, itu yang sedang kami tangani,” ujarnya.

Tag:  #pastikan #penyelidikan #kasus #kereta #cepat #whoosh #tetap #jalan

KOMENTAR