Operasi Kesiapsiagaan TNI di Sulut Saat KTT ASEAN, Kemhan: Tidak Ada Ancaman Spesifik
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
16:30
8 Mei 2026

Operasi Kesiapsiagaan TNI di Sulut Saat KTT ASEAN, Kemhan: Tidak Ada Ancaman Spesifik

- Kementerian Pertahanan menegaskan, operasi kesiapsiagaan TNI di wilayah Sulawesi Utara pada Jumat (8/5/2026), saat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, bukan dilakukan karena adanya ancaman.

“Tidak ada ancaman spesifik ataupun situasi konflik tertentu,” tegas Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (8/5/2026).

Menurut Rico, operasi kesiapsiagaan ini merupakan langkah antisipatif yang lazim dilakukan untuk mengamankan agenda internasional berskala tinggi.

“Sekaligus bagian dari upaya TNI menjaga stabilitas kawasan dan mendukung pengamanan VVIP,” ujar dia.

Baca juga: KTT ASEAN di Filipina, TNI Kerahkan 5 F-16 dan 3 KRI di Sulawesi Utara

Dalam siaran pers Kementerian Pertahanan, TNI menggelar operasi kesiapsiagaan di wilayah Sulawesi Utara, Jumat (8/5/2026), untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina.

Kegiatan itu melibatkan matra darat, laut, dan udara untuk menguji kesiapan operasi gabungan, mulai dari mobilitas pasukan, pengamanan VVIP, hingga respons terhadap situasi darurat di kawasan.

“Ada 5 pesawat F-16, Hercules dan A400M untuk operasi kesiapsiagaan ini. (Lalu) 3 KRI (jenis) Brawijaya, Siliwangi dan RE Martadinata,” ungkap dia.

Dia mengatakan, kesiapsiagaan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan TNI untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi selama agenda internasional berlangsung di kawasan ASEAN.

Baca juga: Prabowo Ajak ASEAN Beri Contoh Jaga Persatuan dan Stabilitas

Menurut Rico, seluruh kegiatan dilakukan secara terukur dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.

“Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026), dengan menaiki mobil Maung buatan dalam negeri.

Pantauan dari YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo kembali menaiki mobil Maung saat menghadiri sesi retreat KTT ASEAN siang ini.

Saat mobil turun dari mobil, Kepala Negara langsung masuk ke dalam ruangan acara sesi retreat KTT.

Baca juga: Momen Prabowo Ngobrol-Acungkan 2 Jempol ke PM Thailand di KTT ASEAN

Sembari menunggu delegasi negara lainnya hadir di lokasi acara, Prabowo tampak berbincang dengan beberapa petinggi negara yang ada di dalam ruangan acara.

Di momen ini, Prabowo pun sempat mengacungkan dua jempol ke salah satu petinggi negara ASEAN yang turut hadir.

Saat acara dimulai, para pemimpin negara ASEAN pun memulai acara dengan melakukan sesi foto bersama.

Setelah sesi foto bersama selesai, Presiden RI sempat berbincang singkat dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.

Keduanya tampak akrab berbincang satu sama lain.

Tag:  #operasi #kesiapsiagaan #sulut #saat #asean #kemhan #tidak #ancaman #spesifik

KOMENTAR