Menlu Apresiasi Keberanian 9 WNI yang Ditangkap Israel demi Bantu Gaza
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mendesak semua pihak untuk menahan diri terkait serangan rudal dan drone terhadap kilang minyak di Uni Emirat Arab (UEA) pada (4/5/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
06:33
21 Mei 2026

Menlu Apresiasi Keberanian 9 WNI yang Ditangkap Israel demi Bantu Gaza

- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengapresiasi keberanian para WNI yang tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0 ke Gaza, Palestina.

"Namun, kemudian malah mengalami memang... Dan saya yakin mereka juga memahami risiko ini, risiko yang mereka ambil, saya apresiasi courage-nya, keberaniannya. Dan kita berharap tujuan untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ini bisa terus terlaksana lewat berbagai jalur dan berbagai sumber," kata Menlu Sugiono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Menlu Sebut 9 WNI Ditangkap Israel Bukan Kasus Penculikan atau Penyanderaan

Sembilan WNI itu kini ditangkap Israel. Sugiono menilai para aktivis dan jurnalis dari Indonesia itu sudah tahu risiko yang dihadapi ketika berangkat, namun semangat kemanusiaan untuk menembus blokade bantuan ke Gaza membuat mereka menjadi berani.

"Saya kira ini juga merupakan satu bentuk semangat serta, serta dukungan yang diberikan terhadap kemerdekaan Palestina dan membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang ada di Gaza, sebuah misi kemanusiaan yang seharusnya mendapatkan support dan apresiasi," ujar Sugiono.

Sugiono memastikan Kemenlu telah memonitor situasi sembilan WNI yang ditangkap militer Israel itu.

Indonesia, kata dia, telah berkomunikasi dengan Yordania, Turkiye, dan Mesir untuk mencari informasi akurat perihal keberadaan WNI yang ditangkap, mulai dari posisinya, hingga keadaan terkini.

Baca juga: Kemlu: Semua Jalur Diplomatik Dimaksimalkan demi Selamatkan 9 WNI dari Israel

Selain itu, Indonesia juga memohon kepada Yordania dan Turkiye untuk berkomunikasi dengan Israel, mengingat mereka bisa melakukannya. Indonesia diketahui tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Menyampaikan lewat teman-teman kita, Jordan, lewat Turki, yang bisa berkomunikasi langsung dengan Israel untuk memastikan bahwa warga negara kita diperlakukan dengan baik. Kemudian diproses secepat-cepatnya untuk segera bisa kembali atau bisa dideportasi ke Indonesia dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun," imbuh Sugiono.

9 WNI ditangkap Israel

9 WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa vidio pernyataan mereka ditangkap.

Mereka ditangkap pada waktu yang berbeda. Andi, Rahendro, Andre, Thoudy dan Abeng ditangkap pada Senin (18/5/2026).

Herman dan Ronggo sebetulnya sempat menyatakan diri lolos dari intersepsi Israel pada saat lima WNI lainnya ditangkap. Dia mengatakan, manuver dari kapten kapal yang ditumpangi berhasil membuat tentara Israel tak mampu mengejar.

Namun beberapa jam kemudian ia ikut ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.

Empat jam berselang, Asad dan Hendro turut mengunggah pesan darurat yang menyatakan diri mereka ditangkap oleh tentara Israel.

Tag:  #menlu #apresiasi #keberanian #yang #ditangkap #israel #demi #bantu #gaza

KOMENTAR