Hadapi Puncak Haji, 1.356 Petugas Satgas Mina dan Tim Darurat Disiagakan di Jamarat
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan untuk mendukung layanan dan pengaturan arus jemaah selama fase Mina pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
“Secara keseluruhan total ada 1.356 petugas Satgas Mina yang disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, dan juga pengaturan arus jemaah serta merespons cepat terhadap kebutuhan jemaah di lapangan,” kata Maria dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Menurut Maria, para petugas ditempatkan di sejumlah titik krusial dan strategis untuk membantu pergerakan jemaah menuju maupun kembali dari kawasan Jamarat.
“Adapun pos pantau Satgas Mina ditempatkan di jumlah titik strategis antara lain di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627,” ujarnya.
Baca juga: Kementerian Haji Minta Jemaah Utamakan Keselamatan Selama Fase Mina
“Kemudian di bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, di Gawang Terowongan, Muasim Turki, depan Syarikat serta sejumlah pos pantau pergerakan jemaah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah dari Lontar Jumrah,” sambungnya.
Maria menjelaskan, pos-pos tersebut memiliki tugas utama mengarahkan arus pejalan kaki jemaah haji Indonesia menuju Jamarat sekaligus mengantisipasi kepadatan selama pelaksanaan lontar jumrah.
“Jadi pos-pos tersebut memang bertugas mengarahkan pejalan kaki jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, kemudian membantu juga bagaimanakah pengaturan arus saat pelaksanaan Lontar Jumrah, mengantisipasi kepadatan serta memastikan bahwa jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” tuturnya.
Selain Satgas Mina, PPIH juga menyiapkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat Mina untuk memperkuat layanan penanganan darurat bagi jemaah.
Baca juga: 1,5 Juta Lebih Jemaah Mulai Padati Mina, Rangkaian Ibadah Haji 2026 Resmi Dimulai
“Tak hanya menyediakan pos pantau Satgas Mina saja tapi PPIH juga menyediakan Mobile Crisis Rescue atau MCR di kawasan Jamarat Mina,” kata Maria.
Ia menjelaskan MCR merupakan tim khusus yang disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama hingga evakuasi darurat selama fase puncak ibadah haji.
“MCR merupakan tim khusus dan posko petugas penyelenggaraan haji yang disiapkan untuk kemudian memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat serta membantu mengurai kepadatan jemaah selama fase puncak ibadah haji,” ujarnya.
Menurut Maria, posko MCR ditempatkan di sejumlah titik krusial di area Jamarat dan jalur perlintasan jemaah agar petugas dapat merespons kondisi darurat secara cepat.
“Penempatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa petugas dapat memantau situasi secara langsung, merespons cepat kondisi darurat serta memberikan bantuan kepada jemaah yang membutuhkan penanganan segera,” ucapnya.
Baca juga: Kementerian Haji Larang Jemaah Indonesia Lontar Jumrah Pada Siang Hari
Maria menambahkan, MCR dibentuk khusus untuk menangani berbagai kondisi kedaruratan yang dialami jemaah selama fase Mina.
“MCR dibentuk khusus untuk kemudian menangani berbagai kondisi kedaruratan. Antara lain misalnya seperti ada jemaah yang mungkin pingsan, terserang heat stroke maupun mengalami kelelahan ekstrem hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” katanya.
“Kehadiran dari Mobile Crisis Rescue tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kami terhadap perlindungan jemaah agar setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat dan terkoordinasi,” lanjut Maria.
Tag: #hadapi #puncak #haji #1356 #petugas #satgas #mina #darurat #disiagakan #jamarat