Sabet Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri, 3 Kabupaten di Sulawesi Ini dapat Bantuan Miliaran Rupiah
– Anggaran daerah yang terbatas bukan lagi alasan untuk jalan di tempat. Tiga kabupaten di Sulawesi terbukti mampu mendobrak keterbatasan itu lewat strategi pembiayaan yang kreatif dan inovatif, atau yang dikenal sebagai creative financing.
Atas keberhasilan tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyematkan penghargaan kepada Kabupaten Wajo, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Mamasa pada kategori creative financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kendari, Jumat (29/5/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Perumahan & Kawasan Permukiman (PKP) kepada Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Kolaka H. Amri dan Bupati Mamasa Welem Sambolangi.
Dalam pemeringkatan tersebut, Kabupaten Wajo keluar sebagai Terbaik I dan mendapat bantuan pemerintah senilai Rp 3 miliar. Kemudian Kabupaten Kolaka di posisi Terbaik II serta memperoleh bantuan pemerintah Rp 2 miliar. Lalu Kabupaten Mamasa mengamankan tempat sebagai Terbaik III dan mendapat bantuan pemerintah senilai Rp 1 miliar
Ajang yang terselenggara atas kerja sama Kemendagri dengan Kompas.com ini menitikberatkan penilaian pada kemampuan nyata pemda. Ketiga kabupaten tersebut dinilai paling piawai dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan memutar otak mencari alternatif pendanaan pembangunan di luar ketergantungan APBD murni.
Baca juga: Bantah Pernyataan Farhan, Armuji: Persebaya Klub Profesional, Tak Kucurkan APBD
Penilaian Kemendagri itu mengacu pada kemampuan pemda dalam mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara efektif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, Kemendagri juga melihat aspek digitalisasi, tata kelola keuangan, dan konsistensi opini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai indikator krusial dalam menentukan keunggulan daerah di kategori ini.
Untuk menjamin keadilan, Kemendagri memastikan seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dan bebas intervensi. Basis penilaian murni mengacu pada data riil yang telah terverifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan basis data internal Kemendagri sendiri.
Ada Insentif Rp 1 Triliun dan Sistem Kompetisi yang Lebih Adil
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, pemerintah pusat tidak sekadar memberikan penghargaan di atas kertas. Kemendagri telah menyiapkan stimulus nyata berupa insentif fiskal dengan total anggaran mencapai Rp 1 triliun.
Dana segar ini sengaja dikonversi menjadi insentif fiskal yang akan langsung ditransfer ke rekening daerah yang berprestasi guna memacu kinerja mereka ke depan.
Baca juga: Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional
Menariknya, Tito menceritakan ada perubahan fundamental dalam sistem penjurian tahun ini. Jika sebelumnya penghargaan sejenis diberikan secara nasional oleh Kementerian Keuangan, kini format diubah total menjadi berbasis regional.
Langkah evaluasi ini diambil demi menciptakan arena tanding yang adil bagi daerah-daerah kecil yang kapasitas fiskalnya jauh di bawah kota atau kabupaten raksasa.
"Kalau ditandingkan secara nasional, biasanya yang juara kota atau kabupaten besar. (Daerah) yang kecil kalah. Misalnya Kolaka bertanding dengan Kabupaten Badung atau Bojonegoro yang anggarannya mencapai Rp 10 triliun, enggak mungkin menang," ujar Tito dalam siaran langsung acara tersebut di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.
Tito menjamin integritas dari penghargaan ini lantaran seluruh indikator—baik pengentasan pengangguran, kemiskinan, stunting, hingga pengendalian inflasi—menggunakan data makro yang dirilis terbuka oleh BPS.
"Yang mengumumkan dari BPS karena datanya berasal dari BPS dan terbuka. Saya pun tidak tahu siapa yang menang tadi, jujur saja," seloroh Tito disambut tawa hadirin.
Baca juga: Menko Polkam Minta Kepala Daerah di Sulawesi Kompak Jaga Stabilitas Daerah
Panggung nyata bagi kepala daerah yang bekerja
Lebih lanjut, mantan Kapolri ini menegaskan bahwa kerja sama dengan Kompas.com dalam menyelenggarakan apresiasi ini bertujuan untuk memberikan panggung kehormatan bagi para kepala daerah yang benar-benar memeras keringat demi rakyatnya.
Ia mendorong media massa, baik skala nasional maupun lokal, untuk ikut getol mengabarkan cerita sukses dari daerah agar memicu efek domino positif di wilayah lain.
"Acara ini menunjukkan bahwa banyak kepala daerah yang bekerja dengan baik. Selamat kepada yang mendapatkan penghargaan. Terus pertahankan dan tingkatkan lagi. Bagi yang belum beruntung, masih ada kesempatan pada dua gelombang berikutnya," pungkas Tito.
Sebagai informasi, kategori Creative Financing ini merupakan satu dari empat sektor utama yang dikompetisikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi. Tiga kategori lainnya meliputi Penurunan Tingkat Pengangguran, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.
Tag: #sabet #penghargaan #creative #financing #dari #kemendagri #kabupaten #sulawesi #dapat #bantuan #miliaran #rupiah