Cegah Kecelakaan Kereta Bekasi Terulang, KAI Diminta Terapkan Teknologi Proteksi Modern
- Anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Doni Akbar meminta PT KAI menerapkan teknologi proteksi kereta api modern untuk mencegah kecelakaan kereta di Bekasi kembali terulang.
“Modernisasi sistem keselamatan operasional melalui penerapan teknologi Automatic Train Protection (ATP), penguatan infrastruktur rel dengan standar axle load yang lebih tinggi, serta pemanfaatan teknologi proteksi perjalanan kereta api yang lebih modern harus disegerakan agar tidak terjadi lagi kecelakaan kereta api seperti di Bekasi yang lalu,” ujar Doni, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Menhub: Masih Ada 5 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur yang Dirawat
Doni memaparkan, PT KAI dan INKA kini telah melakukan percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar, pengamanan jalur perlintasan prioritas, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
Doni pun mendorong dukungan pembiayaan untuk penyediaan petugas penjaga perlintasan, gardu, palang pintu, sirine, CCTV, dan perangkat keselamatan lainnya.
Lalu, Doni menekankan pentingnya peningkatan kualitas data, modernisasi sarana, serta penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor transportasi kereta api Indonesia.
“Perkembangan panjang dan kapasitas jaringan rel merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kemajuan sektor perkeretaapian nasional. Oleh karena itu, data yang akurat dan transparan menjadi landasan penting dalam proses pengawasan dan perumusan kebijakan,” paparnya.
Baca juga: Menhub Tak Hadiri Rapat DPR Bahas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Kemudian, Doni mempertanyakan strategi perusahaan dalam mengelola sarana perkeretaapian yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun.
Dia meminta pertanggungjawaban mengenai efektivitas program peremajaan armada, masa pakai setelah rehabilitasi, serta pertimbangan antara modernisasi, perbaikan, maupun penggantian sarana secara menyeluruh.
Hal tersebut perlu dilakukan guna menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam aspek adopsi program dan inovasi terakit dengan program Battery Electric Multiple Unit (BEMU), diperlukan paramater yang jelas tentang efisiensi implementasi berbagai inovasi. Setiap adopsi teknologi baru harus mampu memberikan manfaat nyata berupa peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas layanan transportasi publik,” kata Doni.
“Saya berharap sektor perkeretaapian nasional dapat berkembang lebih modern, aman, efisien, dan mampu menjadi tulang punggung transportasi sekaligus penggerak pertumbuhan industri nasional,” imbuhnya.
Baca juga: Sopir Taksi yang Terlibat Tabrakan Kereta di Bekasi Masih Berstatus Saksi, Belum Ditahan
Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin (27/4/2026) malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Total korban dalam peristiwa tersebut mencapai 106 orang, di mana 16 di antaranya meninggal usai mendapatkan perawatan intensif dan 90 lainnya luka-luka.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapatkan sinyal hijau, meski sebelumnya telah terjadi insiden KRL Commuter Line tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang Bekasi Timur.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Kunjungi Keluarga Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan roda empat di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir terjadi pada pukul 20.48.29 WIB.
Beberapa menit setelah kejadian tersebut, tepatnya pukul 20.50.43 WIB, KA Argo Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar beraspek hijau.
“KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau,” ujar Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: KSP Dudung Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Angkat Bicara soal Pelintasan Sebidang Liar
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus kemudian mempertanyakan kondisi sinyal tersebut dalam rapat.
"Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus.
Soerjanto menjawab bahwa sinyal KA Argo Bromo Anggrek saat itu memang menunjukkan warna hijau.
"Sinyalnya hijau Pak,” jawab dia.
Tag: #cegah #kecelakaan #kereta #bekasi #terulang #diminta #terapkan #teknologi #proteksi #modern