Soal Penutupan Prodi, Universitas Diharap Tak Cuma Jadi “Pelatihan Kerja”
- Menyusul penutupan 122 program studi (prodi) di perguruan tinggi, pemerhati pendidikan berharap agar kampus tak hanya direduksi menjadi “lembaga pelatihan kerja”.
"Jangan terjebak malah menjadi lembaga pelatihan kerja," kata pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Pemerintah Tutup Prodi Tak Relevan, Ekonom UGM: Kampus Bukan Pabrik Tenaga Kerja
Ia juga memperingatkan agar perguruan tinggi tidak mengalami pergeseran fungsi yang mempersempit makna pendidikan itu sendiri.
Dia sendiri belum sepenuhnya memahami alasan mendasari dari penutupan prodi-prodi itu.
"Kita belum bisa lihat apa tujuan dari penutupan prodi-prodi ini, apakah ada kajian akademisnya atau hanya turun dari langit seperti wangsit," kata Indra.
Baca juga: Total Ada 122, Ini 8 Prodi yang Paling Banyak Ditutup Sepanjang 2026
Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) ini juga mempertanyakan dampak langsung dari kebijakan tersebut terhadap seluruh civitas akademika yang bernaung di bawah program studi yang terdampak.
"Bagaimana nasib dosen, mahasiswa, dan kampus yang prodinya ditutup?” ujar Indra.
Menurutnya, pemerintah dan pengelola institusi pendidikan tinggi seharusnya tetap fokus pada esensi dasar konstitusi dalam mengembangkan dunia akademik di Indonesia.
"PR dari pendidikan tinggi kita itu menjalankan amanat pasal 31 ayat 5 UUD 1945," ucapnya.
122 Prodi ditutup
Brian membenarkan sepanjang tahun 2026 sudah ada 122 prodi yang ditutup.
Ia menyebut penutupan itu berdasarkan usulan dari masing-masing perguruan tinggi.
"Sepanjang tahun 2026 itu memang telah dilakukan penutupan 122 program studi, tetapi seluruh penutupan itu adalah berdasarkan usulan dari badan penyelenggara baik PTN maupun PTS," ungkap Brian, Selasa (2/6/2026).
Brian menambahkan, program studi tersebut sebetulnya tidak ditutup, melainkan dikembangkan substansi pengajarannya.
Menurut Brian, alasan sejumlah kampus mengubah nama prodi agar menjadi lebih atraktif hingga berkurangnya jumlah mahasiswa di prodi tersebut.
Di sisi lain, Brian mengatakan, pihaknya memang meminta Badan Kerja Program Studi di kampus untuk melakukan evaluasi setiap 3 atau 4 tahun agar jurusannya dapat menyesuaikan perkembangan zaman.
Tag: #soal #penutupan #prodi #universitas #diharap #cuma #jadi #pelatihan #kerja