Menag: Penyalahgunaan Jabatan Itu Bentuk Pengkhianatan Besar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
15:50
4 Juni 2026

Menag: Penyalahgunaan Jabatan Itu Bentuk Pengkhianatan Besar

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan para pejabat bahwa penyalahgunaan jabatan merupakan sebuah bentuk pengkhianatan.

"Jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Penyalahgunaan jabatan merupakan bentuk pengkhianatan yang sangat besar," ujar Nasaruddin dalam acara Webinar Nasional Antikorupsi Pendidikan Tinggi bertajuk Gratifikasi dalam Perspektif Islam, dikutip dari keterangan pers, Kamis (4/6/2026).

Nasaruddin juga memperingatkan para pejabat untuk mewaspadai gratifikasi yang berkedok hadiah.

Baca juga: Dadan dan Silmy Tersangka Korupsi, Pembantu Presiden Diingatkan Jaga Integritas

Ia menegaskan, hadiah yang diterima karena jabatan dapat berubah status menjadi gratifikasi yang memengaruhi objektivitas.

"Ketika hadiah tersebut berpotensi memengaruhi keputusan, kebijakan, atau objektivitas seorang pejabat, maka statusnya diharamkan," kata dia.

Ia mengutip kisah seorang petugas pengumpul zakat pada masa Rasulullah SAW yang menerima hadiah saat menjalankan tugasnya.

Rasulullah SAW kemudian menegur petugas tersebut dan mempertanyakan apakah hadiah itu tetap akan diterimanya jika tidak memiliki jabatan.

"Teguran ini menegaskan bahwa hadiah yang diterima karena jabatan atau kedudukan bukanlah hadiah biasa, melainkan memiliki potensi menjadi bentuk gratifikasi yang terlarang," jelasnya.

Baca juga: Dadan Cs Korupsi, Pimpinan DPR Akan Terus Tingkatkan Pengawasan ke BGN

Selain gratifikasi, Nasaruddin mengungkapkan sejumlah bentuk korupsi yang dikenal dalam Islam, seperti al-ghulul (penyalahgunaan amanah), riswah atau suap, komisi yang tidak sah, mark up harga dan spesifikasi barang, penyalahgunaan kekuasaan, hingga pemberian sponsorship yang memiliki maksud tersembunyi.

Menurutnya, seluruh praktik tersebut bertentangan dengan nilai kejujuran dan keadilan yang diajarkan setiap agama.

"Karena itu, seorang pemimpin harus berlaku adil, objektif, dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

Nasaruddin mengajak seluruh pejabat untuk menjadikan integritas, amanah dan kejujuran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Tag:  #menag #penyalahgunaan #jabatan #bentuk #pengkhianatan #besar

KOMENTAR