Wajah Baru Timnas Indonesia, Inovasi John Herdman Beri Perbedaan
- John Herdman membawa sejumlah hal baru ketika melakoni debut melatih Timnas Indonesia dalam laga FIFA Series kontra Saint Kitts and Nevis.
Partai FIFA Series 2026 Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 berkat golgol Beckham Putra (15', 25'), Ole Romeny (53'), dan Mauro Zijlstra (75').
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keputusan Herdman untuk menurunkan tujuh pemain bertahan sekaligus dalam susunan pemainnya.
Baca juga: John Herdman Bicara Performa Sistem Pertahanan Timnas Indonesia
Pemain belakang yang diturunkan adalah Jay Idzes, Rizky Ridho, Elkan Baggott, Kevin Diks, Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat, dan Calvin Verdonk.
Strategi ini mengingatkan publik pada eksperimen yang dilakukan Sir Alex Ferguson saat menghadapi Arsenal dengan tujuh bek dalam laga FA Cup pada 12 Maret 2011.
Sejumlah pemain timnas Indonesia berselebrasi setelah Beckham Putra mencetak gol ke gawang Saint Kitts and Nevis pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Perubahan Sistem Saat Bertahan dan Menyerang
Catatan lain dalam laga FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis, Herdman menerapkan dua formasi berbeda antara saat bertahan dan menyerang.
Ketika dalam fase bertahan, formasi yang dipakai adalah 4-4-2 dengan Ole Romeny dan Ramadhan Sananta sebagai ujung tombak.
“Beberapa gol dalam transisi, yang secara internasional saya pikir itu adalah salah satu area yang paling penting dalam permainan,” kata John Herdman soal transisi tim yang berjalan mulus.
“Jadi, saya senang dengan elemen-elemen malam ini, tetapi ini baru permulaan,” ucapnya.
Di lini tengah, dari kanan ke kiri terdapat Kevin Diks, Jordi Amat, Calvin Verdonk, dan Beckham Putra, sementara lini belakang diisi oleh Rizky Ridho, Jay Idzes, Elkan Baggott, dan Dony Tri Pamungkas.
Baca juga: John Herdman Puji Kedisiplinan Beckham Putra dan Mental Dony Tri
Saat tim beralih menyerang, formasi berubah menjadi 3-4-2-1 atau 3-4-1-2 tergantung situasi pertandingan.
Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott membentuk segitiga di lini belakang untuk memulai serangan.
Jordi Amat dan Calvin Verdonk kerap turun ke tengah untuk menghubungkan lini belakang dengan lini tengah.
Sementara itu, Kevin Diks dan Dony Tri Pamungkas mengambil posisi melebar di sisi sayap untuk mendukung serangan tim.
Di lini depan, Beckham Putra, Ramadhan Sananta, dan Ole Romeny saling berkolaborasi untuk membongkar pertahanan Saint Kitts and Nevis.
Ole Romeny yang selama ini dikenal sebagai ujung tombak, justru sering terlihat turun untuk terlibat dalam permainan dan bermain seperti "pemain nomor 10".
Performa para pemain ini membuahkan hasil positif, dengan Beckham Putra dan Ole Romeny menyumbang tiga dari total empat gol yang dicetak Timnas Indonesia.
Duet Calvin Verdonk dan Jordi Amat di Lini Tengah
Di sisi lain, lini pertahanan berhasil menjaga gawang Maarten Paes tetap bersih.
Satu hal yang menonjol adalah duet gelandang bertahan antara Jordi Amat dan Calvin Verdonk yang belum pernah dicoba sebelumnya dalam pertandingan resmi Timnas Indonesia.
Verdonk, yang pernah dimainkan di posisi ini saat dilatih Patrick Kluivert, dan Jordi Amat yang telah berpengalaman melakukannya di level klub bareng Persija, tampil solid bersama.
Jordi berfokus pada pembangunan serangan, sementara Verdonk bertugas memutus aliran bola lawan.
Strategi ini membuat lawan kesulitan menembus pertahanan tengah Timnas Indonesia, hingga akhirnya mereka memilih menyerang dari sisi lapangan dengan umpan silang yang berhasil dipatahkan oleh duet bek tengah Jay Idzes dan Elkan Baggott.
Tag: #wajah #baru #timnas #indonesia #inovasi #john #herdman #beri #perbedaan