FIGC Dituntut Libatkan Paolo Maldini dan Roberto Baggio dalam Kebangkitan Italia
- Federasi Sepak Bola Italia, FIGC, menghadapi tekanan untuk melibatkan legenda sepak bola dalam upaya membangkitkan kembali Timnas Italia.
Tekanan ini muncul sebagai respons atas keterpurukan prestasi di level internasional akhir-akhir ini.
Desakan ini semakin menguat seiring dengan tragedi kegagalan Timas Italia di babak play-off Piala Dunia 2026.
Absennya skuad Italia dari turnamen akbar tersebut untuk ketiga kalinya secara beruntun dinilai sebagai sebuah bencana besar, sehingga FIGC dituntut mengambil langkah revolusioner dan mengevaluasi sistem secara menyeluruh.
Merujuk pada analisis dari surat kabar olahraga ternama, sosok-sosok ikonis masa lalu seperti Paolo Maldini, Alessandro Del Piero, serta Demetrio Albertini dipandang sebagai kunci utama untuk menyuntikkan nyawa baru ke dalam tim.
Baca juga: Presiden Napoli Disebut akan Izinkan Antonio Conte Latih Timnas Italia
Mereka disarankan untuk mengambil peran teknis yang krusial, bukan hanya sekadar mengincar kursi kepresidenan federasi.
“Sistem sepak bola telah melewati titik nolnya, dan untuk mencoba bangkit kembali, bola juga harus disentuh oleh mereka yang sudah pernah memegangnya, ya, di lapangan,” tulis La Gazzetta dello Sport.
Media tersebut menyoroti bahwa para mantan pahlawan lapangan hijau harus diberikan wewenang nyata dalam membangun masa depan.
“Para mantan pemain harus dilibatkan untuk menjadi lebih dari sekadar figur simbolis."
"Dengan kata lain, menciptakan kelas kepemimpinan baru harus menjadi tujuan utama."
"Bagaimana revolusi ini harus dirancang? Dua kekuatan harus didamaikan. Satu kekuatan politik, yang lainnya kekuatan pribadi.”
Pengalaman panjang di lapangan hijau diyakini sangat berharga untuk mengisi posisi manajerial yang menentukan arah tim.
Baca juga: Allegri Bicara Soal Masa Depan dan Peluang Jadi Pelatih Timnas Italia
“Sosok seperti Paolo Maldini akan memiliki tujuan yang lebih dalam, justru ke arah ini, sebagai direktur teknis, daripada sebagai kemungkinan cadangan untuk jabatan Presiden.”
Legenda timnas Italia, Roberto Baggio, memegang trofi Piala Dunia U20 2023 usai laga final Piala Dunia U20 2023 antara Uruguay vs Italia di Estadio Unico Diego Armando Maradona, La Plata, Argentina, 11 Juni 2023. Terkini, Baggio diberitakan menjadi korban perampokan di rumahnya, saat tengah menyaksikan laga Euro 2024 antara Spanyol vs Italia, 21 Juni 2024. (Photo by Alejandro PAGNI / AFP)
Roberto Baggio dan Visi Masa Lalu
Nama besar lainnya, Roberto Baggio, juga kembali ditarik ke permukaan.
Walaupun proposal cetak biru yang pernah diserahkannya belasan tahun silam kurang mendapat respons positif, ide-ide serta gagasannya tersebut kini dianggap sangat relevan dengan kejatuhan masa kini.
“Di masa lalu, beberapa hal memang mulai bergerak, tetapi kemudian semuanya terhenti: revolusi yang dipercayakan kepada Roberto Baggio, dan bukan hanya kepadanya, pada akhirnya tidak membuahkan hasil,” tegas Gazzetta.
Perubahan pola pikir di tingkat akar rumput dan dewan direksi mutlak diperlukan untuk keluar dari krisis ini.
“Saat itu, kami memang sedang berjuang, tetapi tidak sesulit sekarang, sehingga kebutuhan untuk sepenuhnya mengubah perspektif tidak terlalu terasa."
"Mantan pemain seharusnya tidak lagi hanya dipandang sebagai simbol: semuanya harus berputar di sekitar gagasan ini."
Momentum Krusial untuk Bangkit
Baca juga: Masa Depan Timnas Italia Setelah Gattuso Pergi dengan Sakit di Hati
Generasi emas yang pernah berjaya membawa nama bangsa di berbagai stadion top dunia kini diharapkan bersedia mengambil alih kendali di masa transisi yang sangat sulit ini.
“Mereka yang telah bersinar dalam karier mereka di stadion-stadion di seluruh dunia harus maju: Italia memanggil, dan mereka harus melakukannya dengan keyakinan untuk berpartisipasi di tahun nol," lanjut La Gazzetta dello Sport.
"Kali ini tanpa kesempatan untuk gagal lagi. Biarkan mereka bersatu, mencapai pemahaman di antara mereka sendiri, dan menciptakan program yang mampu memberikan gelombang energi.”
“Tidak cukup lagi hanya mengatakan bahwa masalah ini ada karena kaum muda menjauh dari pusat-pusat pemuda setempat atau karena pusat-pusat tersebut semakin langka.'
Kebinasaan sistem saat ini seharusnya dilihat sebagai titik awal pembaharuan yang akan mengubah wajah sepak bola negara tersebut.
Baca juga: Gattuso Mundur dari Timnas Italia, AC Milan Harus Jaga Allegri
“Para bintang sepak bola kita memiliki kesempatan unik, kesempatan sekali seumur hidup."
"Kesempatan terbaik datang dari krisis. Mereka yang mendengarkan mereka harus melakukannya tanpa prasangka atau rasa takut."
"Melampaui titik nol berarti akhir. Ketika suatu sistem mengalami kesulitan, perlu untuk mengandalkan keahlian dan sumber daya baru, dan kita memilikinya,” tutup Gazzetta.
Tag: #figc #dituntut #libatkan #paolo #maldini #roberto #baggio #dalam #kebangkitan #italia