Kalah dari Udinese, Rabiot Akui Fisik dan Mental Milan Menurun
Ekspresi gelandang AC Milan Adrien Rabiot pada laga pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Udinese yang bergulir di Stadion San Siro pada Sabtu (11/4/2026).(AFP/MARCO BERTORELLO)
05:36
12 April 2026

Kalah dari Udinese, Rabiot Akui Fisik dan Mental Milan Menurun

– Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, mengakui timnya kehilangan kendali saat menelan kekalahan 0-3 dari Udinese di San Siro.

Laga pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Udinese bergulir di Stadion San Siro pada Sabtu (11/4/2026).

Dalam laga Serie A tersebut, AC Milan kebobolan melalui gol bunuh diri Davide Bartesaghi, sundulan Ekkelenkamp, serta gol Arthur Atta di babak kedua.

Hasil ini membuat AC Milan dengan 63 poin gagal naik ke peringkat kedua melewati Napoli dan posisi mereka terancam oleh Juventus yang kini mengoleksi 60 angka usai menang 1-0 atas Atalanta beberapa jam setelah Milan main.

Terlebih, hasil ini menjadi kekalahan ketiga Milan dari empat laga terakhir usai mereka juga tumbang saat melawan Lazio (0-1), Napoli (0-1), dan Udinese (0-3).

Baca juga: Hasil AC MIlan Vs Udinese 0-3: Eks Inter Gemilang, Rossoneri Hancur

Rabiot Soroti Penurunan Fisik dan Mental

Rabiot menilai performa Milan dipengaruhi oleh penurunan kondisi fisik dan mental pada paruh kedua musim.

“Saya pikir ini adalah penurunan fisik, penurunan mental, dan sedikit kelelahan, itu benar,” ujar Rabiot kepada Sky Italia usai laga.

Ia juga menyoroti kurangnya soliditas permainan tim, terutama dalam bertahan.

“Kami tahu ketika bertahan dengan baik, kami bisa mencetak gol dan menang."

"Hari ini kami tidak terorganisasi, kebobolan dua gol dan kami seperti berjalan tanpa arah di lapangan,” lanjutnya.

Nicolo Zaniolo (kanan) dibayangi Davide Bartesaghi (kiri) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Stadion San Siro di Milan pada 11 April 2026. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)AFP/MARCO BERTORELLO Nicolo Zaniolo (kanan) dibayangi Davide Bartesaghi (kiri) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Stadion San Siro di Milan pada 11 April 2026. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)

Kehilangan Ketenangan di Momen Krusial

Menurut Rabiot, Milan gagal menjaga ketenangan saat tertinggal, yang justru memperburuk situasi di lapangan.

“Apa yang tidak boleh kami lakukan adalah mencoba langsung mengejar ketika sudah tertinggal dua gol. Kami harus bekerja keras dan tetap tenang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa posisi Milan di papan atas klasemen seharusnya menjadi motivasi untuk tetap fokus.

“Kami masih di posisi ketiga. Kami harus fokus pada pertandingan berikutnya melawan Verona,” ujar Rabiot.

Baca juga: AC Milan Digulung Udinese 0-3, Allegri Bicara soal Krisis dan Formasi

Rabiot juga mengakui bahwa dirinya dan tim kehilangan kejelasan dalam mengambil keputusan pada laga di mana mereka hanya mencatatkan 37 persen penguasaan bola tersebut.

“Ya, benar. Kami semua melakukan kesalahan, termasuk saya. Saya juga kurang jelas dalam beberapa situasi,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa aspek organisasi, terutama dalam penjagaan, menjadi perhatian utama dengan Udinese berhasil melepas hingga 20 usaha ke gawang mereka berbanding 12 dari para pemain Milan.

“Kami kehilangan kejelasan karena ingin menyerang dengan banyak pemain. Saya juga kehilangan ketenangan untuk mengatur rekan-rekan agar tetap fokus,” kata Rabiot.

Tag:  #kalah #dari #udinese #rabiot #akui #fisik #mental #milan #menurun

KOMENTAR