Mulailah dengan Melubangi Atap Wembley, Chelsea!
Para pemain Chelsea merayakan gol Cole Palmer pada pertandingan babak perempat final Piala FA Chelsea vs Port Vale yang bergulir di Stamford Bridge, London, pada Sabtu (4/4/2026).(AFP/BEN STANSALL)
17:43
25 April 2026

Mulailah dengan Melubangi Atap Wembley, Chelsea!

CHELSEA dengan skuad mahal kalah beruntun lima kali dalam kompetisi Liga Inggris atau Premier League.

Terakhir, tim berjulukan The Blues tersebut takluk 0-3 dari Brighton & Hove Albion. Chelsea mengulangi rekor buruk tahun 1912 silam. 

Ini sulit dipahami, sulit dipercaya meski dilaporkan ada keretakan di dalam ruang ganti hingga "pembangkangan" pemain yang merumput setengah hati di lapangan.

Panji-panji Chelsea robek, kehilangan arah dan nakhoda. Liam Rosenior diminta pergi, dicopot, dan harus meninggalkan Stamford Bridge dengan wajah tertunduk.

The Blues disapu tornado setelah memainkan laga 16 besar Liga Champions Eropa (UCL) di Parc des Princes, Paris.

Di stadion itu, Enzo Fernandez dkk bermain menjanjikan sampai skor 2-2.

Tapi Paris Saint-Germain racikan Luis Enrique bermain dengan menciptakan momen-momen penentu. Blunder kiper Filip Jorgensen mengawali rontoknya Chelsea: Digelontor tiga gol lagi sehingga Chelsea kalah 2-5 dari PSG pada pertemuan pertama. 

Baca juga: Kemenangan Suster Natalia, Saat Integritas Mengetuk Pintu Kekuasaan

Ini titik balik keterpurukan klub London Barat di masa Rosenior. Setelah itu Chelsea kalah 0-1 dari Newcastle di EPL, sebelum kian merana karena dihantam PSG, 0-3 di Stamford Bridge pada leg kedua. Mimpi melangkah jauh di kasta tertinggi Eropa kandas.

Setelah itu saya kehilangan Chelsea. Everton, Manchester City, Manchester United serta Brighton mencabik-cabik pasukan biru tanpa mampu melesakkan gol sebiji pun.

Tidak masuk akal menyaksikan gawang Chelsea dihunjam 17 gol dalam lima laga EPL. Itu seburuk-buruknya buruk!

Tak bisa diterima untuk klub yang di bulan Juli 2025 sukses menggenggam trofi Piala Dunia Antarklub.

Alhasil alih-alih bertahan di deretan empat besar, Chelsea meluncur ke peringkat 5, lalu 6 dan kini terseok-seok ke posisi 8. Itu tak dapat diterima, tidak menjelaskan kemampuan Chelsea yang bertabur pemain muda dengan talenta besar.

Kini bola kembali ke Calum McFarlane--sama seperti kala Enzo Maresca terjungkal dari kursi pelatih pada 1 Januari 2026 lalu.

Sanggupkah bendera Chelsea ditegakkan dalam sisa empat laga di Liga Premier Inggris serta Piala FA yang telah masuk semifinal?

Itulah tantangan McFarlane, juga Marc Cucurella dkk jika benar para pemain ini kumpulan orang bertalenta dan profesional.

McFarlane sukses memberi kesan pertama yang tak memalukan ketika memimpin Chelsea bertandang ke stadion Etihad, Januari lalu. Waktu itu City belum menemukan racikan taktik seberbahaya saat ini.

Di sana, debut McFarlane berakhir sedikit manis: Memaksa City bermain 1-1 dan membawa pulang satu poin ke London.

Kini satu laga di depan mata adalah semifinal FA versus Leeds United yang akan berlangsung di stadion Wembley pada Minggu (26/4/2026).

Leeds bukan lawan mudah. Pada musim ini, Chelsea telah bertemu dua kali. Keok 1-3 saat diasuh Maresca dan ditahan 2-2 tatkala Rosenior menukangi Chelsea.

Dengan memperhitungkan pemain cidera, skuad Chelsea tetap di atas Leeds. Inilah momen yang harus dimenangkan untuk menyelamatkan musim yang berantakan dan memalukan. 

Seperti kalimat Freddie Mercury kepada Queen, "Mari lubangi atap Wembley", Chelsea harus mengumandangkan kalimat yang sama.

Ketika terpuruk vokalis itu membakar semangat teman-temannya di band yang jadi legenda tersebut dengan kalimat metafora.

Saat ini, menatap laga superpenting kontra Leeds. Itulah laga yang harus dimenangkan agar menambah nafas panjang ke final--dan kalau mungkin menjuarai Piala FA.

Baca juga: Salah Kaprah Pajak Mobil-Motor Listrik

Duel dengan Leeds adalah penentuan. Yang pertama menyangkut Piala FA, dan yang kedua dapat mendongkrak mental pemain Chelsea yang keropos dalam tujuh laga di Liga Champions dan Liga Premier Inggris. 

Jika menang atas Leeds, Chelsea bakal punya modal mental untuk melawan Nottingham Forest, Liverpool, Tottenham Hotspur serta Sunderland.

Meski sedikit mustahil untuk kembali ke peringkat ke-5, peluang Chelsea belum tertutup untuk menyegel tiket ke Liga Champions musim depan. Syaratnya Liverpool kalah dua kali sebelum berduel dengan Chelsea di stadion Anfield, 9 Mei nanti.

Namun itu pun punya konsekuensi berat buat Chelsea, yaitu menang terus dalam empat laga tersisa di EPL sambil berharap para pesaingnya--Liverpool, Brighton dan Bournemouth--tergelincir di sisa musim.

Berat, sangat berat dan bahkan nyaris mustahil buat tim yang tak punya pengalamat banyak di kancah EPL.

Sebagai kumpulan pemain bertalenta, Chelsea mesti bertarung hingga akhir, hingga tak tersisa lagi harapan.

Inilah ujiannya. Enzo Fernandez dkk dituntut menjawabnya di atas lapangan---bukan sebagai kumpulan pemain yang gampang patah, gampang menyerah, tapi sebagai sebelas pemain yang tahu cara menjinakkan topan di ruang ganti dan lapangan.

Para pemain, termasuk Cole Palmer yang sekarang pintar 'bernyanyi' ke media, wajib mengumpulkan ingatan tentang Chelsea.

Sebagian besar di antara skuad telah berada di Chelsea sejak masa Mauricio Pochettino dua musim lalu. Sekalipun bukan trofi mayor, di masa Maresca, Chelsea sukses mendulang trofi Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub 2025.

Lebih jauh Palmer dkk kiranya tahu dengan pasti kiprah berkilau Chelsea di Inggris dan Eropa sejak 2003 ketika Roman Abramivich menjadi pemilik.

Chelsea punya identitas juara. Itulah DNA Chelsea abad 21. Klub ini masih yang terbaik di London. Sudah mengantongi dua trofi Liga Champions serta lima trofi Liga Premier Inggris di abad 21.

Arsenal lebih terdepan dalam lingkup Inggris, namun tak pernah merasakan nikmatnya juara Eropa dengan menimang di kuping besar (trofi Liga Champions).

Seperti Spurs, Arsenal cuma sekali main di final Liga Champions dengan ujung kisah yang muram: runner up. 

Sekali lagi Wembley mungkin bakal menjadu 'nafas terakhir' buat Chelsea.

Jika menang versus Leeds, ia bakal bertemu pemenang antara City vs Southampton di final.

Menjuarai Piala FA bakal mengantar Chelsea meraih tiket ke Liga Europa musim depan. Masih lebih baik ketimbang terdampar di tanah Inggris, dan menjadi penonton tiga kompetisi di Eropa.

Menang atas Leeds akan membantu banyak untuk mengarungi laga kontra Nottingham Forest, Liverpool, Spurs dan Sunderland. Itu pun tidak bakal gampang.

Nottingham dan Spurs berjuang di sisa musim agar tidak terdegradasi ke kasta kedua. 

Liverpool berjuang untuk mengamankan tiket Liga Champions. The Reds ingin menyegel posisi 4 atau 5.

Dengan kinerja klub-klub Inggris di Eropa, di musim depan Inggris mendapat jatah lima tiket untuk Liga Champions.

Bahkan Inggris berpeluang kembali mengirim enam klub ke Liga Champions jika Aston Villa juara Liga Europa musim ini dan terpental dari peringkat empat besar Liga Premier Inggris.

Dalam konstelasi yang lebih besar, bukan hanya Chelsea yang tersapu badai. Klub London lainnya, yaitu Arsenal, Spurs dan West Ham mengalami hal sama. 

Arsenal ditundukkan City di Etihad di pekan ke-33 sehingga menjadi jalan buat pasukan Josep "Pep" Guardiola mengkudetanya dari puncak klasemen.

Di partai tunda, City memukul Burnley lewat gol Erling Haaland. Hasil ini membuat Bernardo Silva merampas posisi pertama EPL.

Saat ini kedua klub memiliki poin sama, selisih gol sama, namun City menang dalam urusan produktivitas gol serta head to head (menang 2-1 dan 1-1 kontra Arsenal).

Dan pekan ke-34 hingga 38 bakal jadi kebut-kebutan dua klub ini. City sedang bermain bagus dengan efek magic dari Rayan Cherki, Nico O'Reilly hingga permainan menawan sang kapten, Bernardo Silva sebagai pengatur permainan.

Pasukan Pep sedang di atas angin secara mental, juga performa sebagai tim.

Arsenal terantuk. Bukan hanya hanya kehilangan posisi pertama, namun bisa saja kena mental.

Pertanda itu telah menyeruak sejak City mengalahkan pasukan Mikel Arteta, 2-0, di final Carabao Cup di stadion Wembley.

Dalam enam laga di semua kompetisi, Declan Rice dkk cuma menang satu kali. Sebelum dibungkam City, Arsenal menyerah 1-2 di tangan Bournemouth yang ditangani pelatih naik daun, Andoni Iraola. 

Usai laga versus City di Etihad, Rice masih bicara "Ini belum selesai" kepada kawan-kawannya.

Saya kira Rice benar. Kompetisi masih menyisakan lima laga. Apa pun dapat terjadi. Cuma untuk membalik keadaan bukan perkara gampang.

Kini Arteta wajib memompa semangat juang anak asuhnya. Kalau bisa berada di urutan pertama hingga pekan 32, mengapa tidak juara di akhir kompetisi?

Baca juga: Kereta Api Lintas Pulau, Ujian Serius Kepemimpinan Infrastruktur Era Prabowo

Inilah waktunya buat Arsenal dan Arteta. Atau mereka bakal terjatuh dalam 'kutukan' runner up dalam empat musim beruntun.

Spurs lebih pahit lagi. Di masa Pochettino, klub ini langganan papan atas--bahkan nyaris juara Inggris dan Eropa.

Saat ini Spurs yang ditopang skuad bagus wajib menyelamatkan diri agar tidak terdegradasi. Berada di peringkat 18, Spurs dituntut menang lima laga tersisa. 

West Ham United berada di peringkat ke-17, satu strip saja dari zona degradasi.

Sepanjang musim ini klub London itu berjibaku di papan bawah. Agar tetap berada di kasta teratas Inggris, setiap laganya adalah final. Laga hidup atau mati yang menentukan sejarah klub.

Dengan level yang berbeda, Chelsea berjuang untuk bisa merumput di kompetisi Eropa musim mendatang. Dan itu akan dimulai dari petualangannya di stadion Wembley, London, 26 April 2026. 

Tag:  #mulailah #dengan #melubangi #atap #wembley #chelsea

KOMENTAR