Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan
Kabar mengejutkan datang dari PT Toba Pulp Lestari yang bersiap melakukan PHK terhadap 80 persen karyawan pada pertengahan Mei mendatang.
Berikut rangkuman profil serta akar masalah dari krisis yang menimpa raksasa bubur kertas tersebut.
Pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) awal tahun ini menjadi palu godam bagi perusahaan.
Keputusan tegas pemerintah ini diambil usai maraknya isu kerusakan lingkungan dan banjir bandang di Sumatera.
Tragedi ini memunculkan ironi yang tajam di tengah masyarakat lokal. Saat warga adat sekitar Danau Toba merayakan kemenangan pelestarian alam, ribuan pekerja kecil justru kehilangan periuk nasi.
Masa Lalu Kelam Inti Indorayon
Perusahaan ini bukanlah pemain baru di industri kehutanan Tanah Air. Berdiri sejak 26 April 1983, mereka awalnya dikenal publik dengan nama PT Inti Indorayon Utama Tbk berdasarkan laman resmi tobapulp.com.
Tokoh di balik berdirinya raksasa pulp ini adalah pengusaha nasional Sukanto Tanoto. Pabrik utama mereka berdiri megah di Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.
Operasional awal berfokus memproduksi bubur kertas dan serat rayon dari eukaliptus. Mereka kemudian resmi melantai di bursa saham dengan kode INRU pada 16 Mei 1990.
PT Toba Pulp Lestari punya siapa (Instagram/tobapulplestari)Gejolak Berdarah dan Era Baru
Catatan sejarah perusahaan ini nyatanya tidak selalu berjalan mulus. Konflik lahan dengan warga sekitar meledak tajam tepat pascaruntuhnya rezim Orde Baru.
Tragedi kelam terjadi pada 1999 melalui bentrokan berdarah antara masyarakat, pekerja, dan aparat.
Situasi ini sempat membuat Presiden Abdurrahman Wahid berencana menutup paksa operasional pabrik.
Namun, besarnya tekanan investasi asing akhirnya menyelamatkan nasib perusahaan pada tahun 2000. Syarat yang diberikan cukup ketat, yakni menghentikan total jalur produksi rayon.
Melalui RUPS pada 15 November 2000, nama perusahaan resmi diubah menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk. Pabrik kembali mengepul pada 2003 dengan janji pemakaian teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Siapa Dalang di Balik Layar Sekarang?
Tampuk kekuasaan perusahaan telah berpindah tangan beberapa kali sejak era Sukanto Tanoto. Pada 2007, kendali utama sempat bergeser ke perusahaan bernama Pinnacle Company Pte. Ltd.
Dinamika bisnis membawa angin perubahan besar pada awal tahun lalu. Saham mayoritas kini mendarat di tangan Allied Hill Limited sejak 2025.
Allied Hill sendiri merupakan raksasa investasi yang berbasis di Hong Kong. Entitas ini sepenuhnya berada di bawah kendali pengusaha Joseph Oetomo melalui Everpro Investments Limited.
Merujuk pada laporan Indo Premier, Allied Hill memborong 92,54 persen saham INRU. Transaksi akuisisi ini bernilai Rp555,8 miliar dengan harga patokan Rp433 per lembar saham.
Kini, di bawah bendera kepemilikan baru, badai besar justru datang menghantam tanpa ampun. Sisa 7,58 persen saham milik publik kini ikut berdebar menanti kepastian nasib perusahaan.
Tag: #siapa #pemilik #toba #pulp #lestari #perusahaan #yang #diisukan #massal #persen #karyawan