FIFA dan PSSI Gelar Workshop Teknologi Sepak Bola ASEAN, Diikuti 26 Peserta
Football Technology Regional Workshop (ASEAN) telah terselenggara pada 22-23 April 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut digelar oleh FIFA melalui FIFA Indonesia Office dengan dukungan PSSI.
Agenda di FIFA Indonesia Office ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri dari perwakilan asosiasi anggota Asia Tenggara, perwakilan AFC dan perwakilan AFF.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FIFA bersama PSSI dalam mendorong transformasi sepak bola Indonesia dan di negara-negara Asia Tenggara.
Workshop menghadirkan sejumlah pakar FIFA, antara lain Bhaveshan Moorghen (Senior Football Technology Strategy Manager), Takaaki Inokuchi (Football Technology Strategy Manager), Sona Grigoryan (Football Technology Strategy Manager), serta Michael Bailey (VAR Project Manager).
Baca juga: Gugatan NAC Breda Ditolak, Kasus Passportgate Berpihak ke KNVB
Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Lavin Vignesh (Lead Regional office - East and Southeast Asia) yang hadir mewakili FIFA Indonesia Office, menegaskan peran aktif kantor regional tersebut dalam mendorong implementasi program dan kolaborasi di kawasan.
Fokus 5 Pilar Utama
Dalam keterangan pers yang dirilis PSSI, Fokus dari workshop ini terdapat pada lima pilar utama, yaitu tata kelola, keselamatan dan keamanan stadion, perwasitan, integritas sepak bola, serta pengembangan sepak bola wanita.
Kegiatan ini secara khusus menyoroti pilar perwasitan sebagai salah satu fokus utama kerja sama FIFA-PSSI, terutama pasca penandatanganan Host Country Agreement (HCA) pada 16 Juni 2025 di Miami, Amerika Serikat.
Berdasarkan fondasi tersebut, workshop yang diselenggarakan di Jakarta memberikan penekanan lebih lanjut terhadap penerapan teknologi dalam kepemimpinan perangkat pertandingan, dengan sistem Video Assistant Referee (VAR) sebagai inti pembahasan.
Para peserta langsung mendapatkan pemaparan mengenai FIFA Implementation Assistance and Approval Programme (IAAP).
Baca juga: Pernah Kalah Saing dengan Persib di ACL 2, Lion City Sailors Kini Juara Liga Singapura
Setiap rangkaian sesi dirancang tidak hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk menyelaraskan pemahaman di seluruh kawasan.
Tujuannya agar implementasi teknologi dapat berjalan dengan jelas dan terkoordinasi.
Materi yang dibahas mencakup aspek teknis dan operasional VAR, mulai dari persyaratan implementasi, kesiapan infrastruktur, hingga pengembangan kapasitas wasit melalui pelatihan dan edukasi berkelanjutan.
FIFA juga membagikan pembaruan terkait inovasi teknologi terbaru yang mulai diterapkan dalam berbagai kompetisi internasional.
Sebagai bagian dari agenda, workshop ini memberikan panduan khusus bagi asosiasi anggota yang tengah atau akan mengimplementasikan VAR, termasuk berbagi praktik terbaik (best practices) serta ruang diskusi untuk menjawab tantangan operasional di lapangan.
Baca juga: Villarreal Cetak Sejarah, Lolos Liga Champions Dua Musim Beruntun
Saat ini, enam dari 12 asosiasi anggota di kawasan ASEAN telah menggunakan VAR, sementara dua lainnya tengah dalam proses menuju implementasi.
Pada hari kedua, pembahasan difokuskan pada pendekatan regional dan praktik implementasi teknologi sepak bola.
Perwakilan AFC memaparkan strategi pengembangan teknologi di Asia, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dari asosiasi anggota terkait perjalanan mereka dalam mengadopsi teknologi sepak bola.
Paparan PSSI
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, turut mempresentasikan perkembangan teknologi sepak bola di Indonesia.
Dalam paparannya, PSSI menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas kompetisi melalui pemanfaatan teknologi, termasuk langkah strategis dalam implementasi VAR.
Baca juga: Dimarco Dedikasikan Scudetto Inter Milan untuk para Pengkritik
Diskusi tersebut juga menekankan peran krusial FIFA Forward Programme, yang telah memberikan dukungan signifikan terhadap berbagai inisiatif implementasi dan pengembangan VAR.
Program ini berperan penting dalam memungkinkan Asosiasi Anggota untuk mengakses pendanaan, keahlian teknis, serta infrastruktur yang diperlukan guna mengadopsi dan mengembangkan sistem VAR secara efektif.
Secara khusus, sejumlah studi kasus turut disoroti untuk menunjukkan bagaimana program ini telah memperkuat kapabilitas operasional, meningkatkan standar kepemimpinan pertandingan, serta mendukung keberlanjutan jangka panjang proyek VAR.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta melakukan kunjungan ke salah satu stadion di Jakarta untuk mengamati secara langsung set-up VAR yang digunakan dalam kompetisi domestik, guna memberikan pemahaman praktis mengenai implementasi teknologi dalam pertandingan.
Melalui kegiatan ini, FIFA bersama PSSI terus mendorong transformasi sepak bola berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara dan secara global.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di lapangan, sekaligus memperkuat integritas dan profesionalisme kompetisi sepak bola.
Tag: #fifa #pssi #gelar #workshop #teknologi #sepak #bola #asean #diikuti #peserta