Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
Langkah Gianluca Prestianni untuk memperkuat Timnas Argentina di putaran final Piala Dunia 2026 kini terganjal tembok besar aturan disiplin FIFA.
Federasi sepak bola dunia tersebut resmi memperluas jangkauan hukuman larangan bertanding sang pemain akibat tindakan homofobik yang dilakukannya.
Kebijakan ini memastikan bahwa hukuman yang semula hanya berlaku di kompetisi Eropa kini memiliki dampak hukum secara internasional.
Striker Real Madrid Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan serius usai laga Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz. [Instagram]Jika Prestianni dipanggil masuk skuat, ia dipastikan absen dalam dua laga awal fase grup Argentina.
Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi para atlet profesional mengenai konsekuensi tindakan diskriminasi di lapangan hijau.
FIFA secara resmi mengumumkan kebijakan ini setelah mendapatkan permintaan koordinasi dari otoritas sepak bola Eropa, UEFA.
“Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperluas sanksi larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain SL Benfica Gianluca Prestianni agar berlaku di seluruh dunia,” ujar juru bicara FIFA pada Rabu waktu setempat, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Sebut Vinicius Jr Monyet, Gianluca Prestianni Bikin Legenda Dunia Ngamuk: Jangan Jadi Pengecut! [Tangkap layar X]Implementasi perluasan hukuman ini merujuk pada regulasi internal yang sangat ketat mengenai perilaku pemain di kancah global.
“Sanksi tersebut telah diperluas sesuai dengan Pasal 70 Kode Disiplin FIFA,” lanjut juru bicara tersebut.
Langkah ini menutup celah bagi pemain untuk menghindari hukuman dengan berpindah yurisdiksi pertandingan antarbenua.
Masalah hukum ini berakar dari ketegangan yang terjadi pada laga bergengsi Liga Champions bulan Februari lalu.
Pemain sayap Benfica tersebut dituding melontarkan kata-kata cacian yang bersifat homofobik kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr.
Insiden panas itu pecah saat kedua tim bertarung dalam babak playoff yang berakhir dengan kemenangan Madrid.
UEFA semula menjatuhkan skorsing enam laga, namun tiga di antaranya merupakan hukuman percobaan dengan masa pengawasan.
Prestianni sendiri baru menjalani satu laga hukuman saat ia absen membela Benfica di pertemuan kedua melawan Madrid.
Dampak dari perluasan sanksi ini membuat Argentina harus berhitung ulang jika ingin membawa pemain berusia 20 tahun tersebut.
Berdasarkan aturan yang ada, skorsing ini berlaku untuk kompetisi antarklub UEFA atau pertandingan internasional resmi yang bersifat kompetitif.
Hukuman tersebut tidak membatasi sang pemain untuk tampil dalam laga persahabatan internasional atau kompetisi liga domestik.
Minimnya jam terbang internasional Prestianni, yang baru mencatatkan satu caps saat melawan Angola, menjadi pertimbangan lain bagi pelatih.
Tanpa kehadiran Prestianni di awal laga, kedalaman lini sayap Timnas Argentina diprediksi akan mengalami perubahan strategi.
Argentina dijadwalkan memulai perjuangan mereka di Piala Dunia pada tanggal 16 Juni mendatang menghadapi Aljazair.
Setelah laga pembuka di Grup J tersebut, tim Tango akan melanjutkan perjuangan melawan Austria dan kemudian Yordania.
Ketidakhadiran Prestianni di dua laga awal ini dianggap sebagai kerugian bagi talenta muda yang sedang berkembang.
Kasus ini menambah daftar panjang sanksi disiplin FIFA terkait perilaku diskriminatif pemain yang mencederai nilai sportivitas.
Hukuman ini menjadi pengingat bahwa FIFA tidak memberikan ruang bagi tindakan homofobik dalam ekosistem sepak bola modern.
Gianluca Prestianni adalah talenta muda milik Benfica yang terseret kasus rasisme dan homofobia saat menghadapi Real Madrid.
FIFA menggunakan Pasal 70 Kode Disiplin untuk memastikan sanksi dari konfederasi (UEFA) dapat ditegakkan di seluruh dunia, termasuk turnamen sebesar Piala Dunia.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan efek jera terhadap perilaku diskriminatif di lapangan.
Tag: #hinaan #homofobik #prestianni #terancam #absen #bela #argentinadi #laga #perdana #piala #dunia #2026