Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Hak Siar di India dan China Belum Deal
Para penggemar sepak bola di Asia, termasuk India dan China, menghadapi situasi yang masih belum menentu.(GETTY IMAGES via AFP/POOL)
12:58
8 Mei 2026

Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Hak Siar di India dan China Belum Deal

Ratusan juta penggemar sepak bola di wilayah Asia, khususnya India dan China, kini dihadapkan pada situasi yang tidak menentu.

Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, kesepakatan mengenai Hak Siar antara stasiun televisi di kedua negara tersebut dengan FIFA masih belum menemui titik temu.

Kondisi ini terbilang sangat tidak lazim mengingat turnamen akbar Piala Dunia 2026 hanya tinggal menghitung minggu untuk segera ditendang mula.

Biasanya, kontrak penayangan untuk ajang sebesar ini sudah diselesaikan dalam hitungan bulan, atau bahkan bertahun-tahun sebelum upacara pembukaan digelar.

Laporan dari media lokal di kedua wilayah mengindikasikan bahwa akar permasalahan yang membuat negosiasi berjalan alot adalah ketidaksepakatan seputar nominal biaya penayangan.

Baca juga: TVRI Siarkan Langsung 98 Pertandingan Piala Dunia 2026

Merespons situasi ini, federasi sepak bola yang dipimpin oleh Gianni Infantino itu memberikan pernyataan kepada BBC.

Mereka menegaskan bahwa diskusi di kedua negara "sedang berlangsung dan harus tetap dirahasiakan pada tahap ini", tanpa merinci lebih detail mengenai nilai uang yang sedang diperdebatkan.

Organisasi sepak bola global itu mengklaim bahwa sejauh ini sebanyak 180 wilayah di seluruh dunia telah resmi merampungkan kesepakatan.

Sayangnya, India dan China yang secara total mewakili sekitar sepertiga dari populasi bumi, masih berstatus tanpa kepastian.

Kendala Anggaran dan Zona Waktu di Negeri Tirai Bambu

Baca juga: FIFA Naikkan Harga Tiket Piala Dunia 2026, Kongres AS Layangkan Protes Keras

Menurut kabar yang beredar, tawaran awal yang diajukan kepada stasiun penyiaran pemerintah China Central Television (CCTV) mencapai angka 300 juta dollar AS.

Surat kabar yang berafiliasi dengan pemerintah, Beijing Daily, menyebutkan bahwa pihak penyelenggara kini telah menurunkan patokan harga ke kisaran 120 juta hingga 150 juta dollar AS (sekitar Rp 2-2,6 triliun).

Namun, media tersebut mencatat bahwa angka baru itu pun masih lebih dari dua kali lipat anggaran yang disiapkan oleh CCTV.

Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sambutan sebelum suasana pengambilan undian untuk turnamen playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 dan playoff Eropa di Home of FIFA, Zurich, Swiss, pada Kamis (20/11/2025).
TANGKAPAN LAYAR Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sambutan sebelum suasana pengambilan undian untuk turnamen playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 dan playoff Eropa di Home of FIFA, Zurich, Swiss, pada Kamis (20/11/2025).

Lebih lanjut, Beijing Daily menyoroti bahwa kegagalan tim nasional mereka menembus putaran final diprediksi akan menurunkan tingkat antusiasme penggemar lokal.

Selain itu, perbedaan zona waktu yang tajam dengan Amerika Utara akan memaksa para penonton untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan krusial pada dini hari.

Baca juga: Dari Tangan Tuhan hingga Tandukan Zidane, Inilah 10 Momen Ikonik di Piala Dunia

Harapan Kesepakatan di Menit Akhir

Fenomena ini sangat kontras jika dibandingkan dengan riwayat kerja sama sebelumnya.

Sebagai catatan, pada November 2017 silam, kesepakatan eksklusif dengan CCTV untuk menyiarkan turnamen edisi 2018 dan 2022 telah terjalin jauh hari.

Tag:  #terancam #bisa #nonton #piala #dunia #2026 #siar #india #china #belum #deal

KOMENTAR