Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh tapi Apakah Sudah Dirasakan Rakyat? Mari Jujur
Presiden Prabowo Subianto dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok. YouTube Setpres)
11:14
1 Juni 2026

Prabowo: Ekonomi RI Tumbuh tapi Apakah Sudah Dirasakan Rakyat? Mari Jujur

- Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia memang tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, namun dia bertanya apakah pertumbuhan itu sudah dirasakan oleh rakyat banyak atau belum.

"Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?" ujar Prabowo dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026).

"Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang," sambungnya.

Baca juga: Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Sama Kita kalau Rakyat Indonesia Kelaparan

Prabowo menyampaikan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Indonesi punya bahan-bahan penting yang dibutuhkan banyak pihak.

"Kita salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi," kata Prabowo.

Prabowo menyebut, Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, mulai dari tembaga, timah, emas, logam tanah jarang.

"Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komioditas pertanian lainnya yang sangat penting," jelasnya.

Baca juga: Mengamati Arah Ekonomi Politik Prabowo: Kapitalisme atau Sosialisme?

Lebih jauh, Prabowo menyinggung Indonesia yang sudah mencapai swasembada pangan.

Padahal, klaim Prabowo, banyak negara lain yang masih kesulitan dalam bidang pangan.

"Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," kata Prabowo.

"Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," imbuhnya.

Tag:  #prabowo #ekonomi #tumbuh #tapi #apakah #sudah #dirasakan #rakyat #mari #jujur

KOMENTAR