Phil Foden dan Cole Palmer Dicoret dari Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, Kenapa?
Gelandang serang Timnas Inggris, Phil Foden. [HENRY NICHOLLS / AFP]
08:24
22 Mei 2026

Phil Foden dan Cole Palmer Dicoret dari Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, Kenapa?

Keputusan radikal diambil oleh pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menjelang pengumuman resmi 26 pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026. Tuchel memilih untuk mengutamakan konsistensi performa nyata di lapangan daripada sekadar mempertahankan nama besar atau reputasi bintang.

Langkah berani ini memicu perdebatan sengit di kalangan publik sepak bola karena merombak komposisi pilar utama tim nasional. Pendekatan pragmatis sang pelatih sekaligus mengirimkan pesan tegas bahwa tempat di tim nasional harus diperjuangkan lewat performa stabil.

Dikutip dari BBC, dampak dari filosofi ketat ini langsung memakan korban di sektor lini serang maupun pertahanan. Dua gelandang serang papan atas, Phil Foden dari Manchester City dan Cole Palmer dari Chelsea, dipastikan absen karena dinilai tampil angin-anginan sepanjang musim ini.

101 Laga dalam Semusim! Cole Palmer Dipaksa Jadi Robot Chelsea? [Instagram Cole Palmer]101 Laga dalam Semusim! Cole Palmer Dipaksa Jadi Robot Chelsea? [Instagram Cole Palmer]

Pencoretan ini menjadi kejutan besar mengingat keduanya kerap dianggap sebagai motor serangan andalan di level klub. Namun, penurunan grafik permainan mereka di kompetisi domestik membuat Tuchel tidak ragu untuk mengambil tindakan eliminasi.

Keputusan yang tidak kalah mengguncang juga menimpa lini belakang The Three Lions. Bek senior Manchester United, Harry Maguire, secara resmi ditinggalkan dari daftar rombongan terbang.

Pemain berusia 33 tahun tersebut mengekspresikan rasa tidak percaya dan kekecewaan mendalam atas situasi yang menimpanya. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menumpahkan seluruh unek-unek terkait keputusan sepihak dari tim pelatih.

"Saya yakin saya bisa memainkan peran besar musim panas ini untuk negara saya setelah musim yang saya jalani. Saya merasa terkejut dan hancur oleh keputusan ini. Saya mendoakan yang terbaik bagi para pemain," tulis Harry Maguire.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola dan gelandang Phil Foden. [Dok. Man City]Manajer Manchester City, Pep Guardiola dan gelandang Phil Foden. [Dok. Man City]

Kekecewaan serupa juga disuarakan oleh sang ibu, Zoe, yang meluapkan amarahnya di media sosial. Ia secara terbuka menyebut keputusan manajemen Timnas Inggris yang mencoret putranya sebagai hal yang memuakkan.

Sebagai ganti dari para bintang yang terdepak, Tuchel beralih kepada talenta yang tengah berada di puncak performa. Penyerang Aston Villa, Ollie Watkins, dipastikan aman setelah sukses membawa klubnya merengkuh trofi Europa League.

Watkins akan bahu-mahu di lini depan bersama juru gedor Al-Ahli, Ivan Toney. Toney mencatatkan statistik luar biasa dengan membukukan 32 gol dari 32 pertandingan di Liga Arab Saudi musim ini.

Di sisi lain, nasib kurang beruntung harus dialami oleh gelandang Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White. Meski menjadi salah satu pemain lokal tersubur di Premier League dengan koleksi 14 gol, namanya tetap tidak dilirik oleh Tuchel.

Jumlah gol Gibbs-White sebenarnya setara dengan torehan impresif milik Watkins dan Dominic Calvert-Lewin. Kendati demikian, ketatnya persaingan taktik membuat dirinya harus merelakan tiket menuju turnamen akbar tersebut.

Rekan setim Maguire di Manchester United, Luke Shaw, juga menjadi nama besar lain yang harus gigit jari. Padahal, bek kiri tersebut sebelumnya sempat masuk ke dalam daftar sementara berisi 55 pemain.

Banyak pihak sempat mendesak agar Shaw dibawa karena kemampuannya yang sangat spesifik di sektor kiri pertahanan. Namun, Tuchel lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada wajah baru yang dinilai lebih bugar.

Arsitek asal Jerman tersebut dilaporkan bakal memercayakan posisi tersebut kepada Dan Burn dari Newcastle dan Nico O'Reilly dari Manchester City. Pilihan ini menegaskan bahwa faktor kebugaran fisik menjadi aspek krusial yang tidak bisa ditawar.

Pembersihan di area pertahanan berlanjut dengan dicoretnya Levi Colwill dari Chelsea dan Fikayo Tomori yang merumput bersama AC Milan. Sebaliknya, winger Arsenal, Noni Madueke, justru berhasil menembus ketatnya persaingan dan masuk ke dalam skuad final.

Madueke akan bergabung dengan rekan-rekan semusimnya di Premier League yang sudah memiliki posisi aman. Nama-nama seperti Bukayo Saka, Declan Rice, dan Eberechi Eze dipastikan siap memperkuat stabilitas tim.

Eze mendapat ganjaran setimpal berkat performa impresifnya yang konsisten di level klub belakangan ini. Masuknya nama Eze memberikan warna baru sekaligus opsi taktis yang lebih segar bagi strategi Tuchel.

Dengan hilangnya nama Maguire, Tomori, dan Colwill, berkah tersendiri didapatkan oleh John Stones. Bek Manchester City tersebut hampir dipastikan mengunci satu tempat utama di lini belakang Inggris.

Meski musim ini sering diganggu oleh masalah cedera, Stones tetap memegang peran penting dalam skema taktis. Tuchel memandang sang bek sebagai figur kunci, walaupun sempat mengkhawatirkan kondisi kebugaran pemain yang akan meninggalkan City tersebut.

Sementara itu, gelandang muda Crystal Palace, Adam Wharton, diprediksi akan menyusul daftar pemain yang tereliminasi. Namun, situasi berbeda dialami oleh bintang muda Manchester United, Kobbie Mainoo, yang berhasil mempertahankan posisinya.

Mainoo tetap dipercaya setelah tampil memikat pada laga uji coba internasional sebelumnya. Di sektor gelandang jangkar, Jordan Henderson dari Brentford diproyeksikan tetap aman karena merupakan pemain kepercayaan Tuchel.

Sebelum melakoni laga kompetitif, anak asuh Thomas Tuchel dijadwalkan menggelar laga pemanasan melawan Selandia Baru dan Kosta Rika. Pertandingan uji coba ini akan menjadi simulasi penting untuk mematangkan strategi baru mereka.

Langkah awal Inggris di turnamen resmi akan langsung diuji oleh kekuatan Kroasia pada laga pembuka grup. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi tantangan dari Ghana serta Panama di fase penyisihan.

Jauh sebelum momentum ini, Harry Maguire sempat mengungkapkan ambisi besarnya untuk tampil di ajang tertinggi sepak bola dunia tersebut. Dalam wawancara eksklusif bersama BBC Sport bulan lalu, ia menegaskan betapa berartinya turnamen ini bagi akhir kariernya.

"Saya pikir ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya untuk negara saya. Saya sudah pernah ke dua Piala Dunia, saya melewatkan Euro dua tahun lalu karena cedera, yang rasanya sangat menyakitkan. Jadi saya sangat ingin pergi, apa pun peran yang diinginkan manajer untuk saya," ujar Harry Maguire.

"Apakah itu sebagai starter atau apakah itu menentukan pertandingan di menit-menit akhir. Saya masih percaya, bahkan di usia saya sekarang, saya bisa dibilang salah satu bek terbaik di dunia di kedua kotak penalti. Saya rasa hal itu tidak perlu dipertanyakan lagi," tambahnya.

Turnamen akbar Piala Dunia 2026 kali ini akan diselenggarakan secara kolaboratif di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kompetisi sepak bola paling bergengsi sejagat ini dijadwalkan akan mulai bergulir pada 11 Juni mendatang.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #phil #foden #cole #palmer #dicoret #dari #timnas #inggris #untuk #piala #dunia #2026 #kenapa

KOMENTAR