Keuntungan Timnas Indonesia Tanpa Pemain Abroad di Piala AFF, John Herdman Kasih Bocoran
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan respons tenang terkait absennya para pemain diaspora yang berkarier di Eropa pada ajang Piala AFF 2026.
Klub-klub luar negeri dipastikan tidak akan melepas pemain karena turnamen tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA.
Meski kehilangan banyak pemain utama, Herdman justru melihat situasi ini sebagai kesempatan emas untuk membangun fondasi baru Timnas Indonesia lewat pemain domestik.
“Kesempatan bagi pemain Eropa untuk bergabung sebenarnya ada, tetapi klub mereka kemungkinan tidak akan memberikan izin,” ujar Herdman di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Pelatih asal Kanada itu memahami kondisi tersebut karena pernah mengalami situasi serupa saat menangani Timnas Kanada.
“Saya pernah mengalami situasi seperti ini saat menangani Kanada di turnamen CONCACAF, dan aturan FIFA tetap harus dihormati,” katanya.
Sebagai solusi, Herdman kini memaksimalkan pemusatan latihan yang berfokus pada pemain-pemain Liga 1 Indonesia.
“Karena itu kami akan memaksimalkan pemain domestik,” lanjutnya.
Seleksi Ketat Tanpa Pemain Titipan
Pemusatan latihan yang digelar pada Mei ini akan menjadi ajang penilaian bagi seluruh pemain sebelum skuad final Piala AFF 2026 diumumkan.
Herdman menegaskan tidak ada jaminan tempat bagi siapa pun, termasuk pemain yang sebelumnya sudah menjadi langganan Timnas Indonesia.
“Kenapa disebut assessment? Karena para pemain ini sedang bersaing untuk kembali dipanggil pada Juli nanti,” jelas pelatih berusia 50 tahun itu.
Menurut Herdman, semua pemain wajib menunjukkan performa terbaik tanpa memandang status maupun popularitas di kompetisi domestik.
“Mereka harus tampil bagus. Tidak peduli apakah mereka sudah pernah membela Indonesia atau merupakan pemain top di liga, semuanya tetap harus menunjukkan performa terbaik,” tegasnya.
Fokus Bangun Fondasi Menuju Piala Dunia
Timnas Indonesia tergabung di Grup A Piala AFF 2026 bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Meski tekanan publik cukup besar, Herdman memilih fokus menjalani proses pertandingan satu demi satu.
“Satu pertandingan demi satu pertandingan,” ucap Herdman.
Ia menilai terlalu fokus pada target juara justru bisa mengganggu perkembangan tim.
“Kalau terlalu fokus pada hasil akhir, anda akan kehilangan esensi prosesnya dan terbawa kebisingan di luar,” jelasnya.
Pendekatan tersebut pernah diterapkan Herdman saat membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
“Saat saya menjalani kualifikasi Piala Dunia bersama Kanada, kami memiliki 17 pertandingan untuk lolos dan tak sekali pun memandang puncak gunung,” katanya.
Bagi Herdman, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional, melainkan bagian penting dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
“Ini penting untuk membangun fondasi tim menuju target utama kami, yaitu Piala Dunia dan Piala Asia 2027,” tutupnya.
Tag: #keuntungan #timnas #indonesia #tanpa #pemain #abroad #piala #john #herdman #kasih #bocoran