Kisah 375 Hari Oliver Glasner: Persembahkan 3 Trofi ke Crystal Palace
Ketua Crystal Palace, Steve Parish, bersua pertama kali dengan Oliver Glasner di London pada pengujung tahun 2023.
Steve Parish tidak menduga bahwa perjumpaan dengan Oliver Glasner akan mengubah arah sejarah Crystal Palace secara drastis.
Pertemuan tersebut diatur oleh Direktur Olahraga Crystal Palace kala itu, Dougie Freedman.
Sosok pengurus ini rupanya telah lama memantau perkembangan karier Oliver Glasner di pentas Bundesliga saat menukangi Wolfsburg dan Eintracht Frankfurt, serta sangat terkesan dengan rekam jejak sang pelatih.
Pada masa itu, Roy Hodgson masih memegang kendali di Selhurst Park, tetapi tuntutan untuk melakukan perombakan di dalam tim kian menguat.
Baca juga: Hasil Crystal Palace Vs Rayo Vallecano 1-0, Skuad Oliver Glasner Juara UEFA Conference League
Parish yang biasanya lebih condong menunjuk manajer berbekal pengalaman di Liga Premier, justru terpikat oleh keistimewaan yang ditawarkan oleh juru taktik baru tersebut.
Ketika Hodgson akhirnya lengser pada bulan Februari, proses penunjukan pelatih asal Austria itu langsung digulirkan.
Kini, setelah dua setengah tahun berselang, ia baru saja memimpin Crystal Palace merengkuh takhta juara UEFA Conference League berkat kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano di Leipzig.
Laga puncak itu sekaligus menjadi perpisahan pamungkasnya sebagai pelatih utama, menutup lembaran 12 bulan magis yang sarat akan rentetan kesuksesan bersejarah.
"Dia pasti salah satu manajer terbaik yang pernah dimiliki Crystal Palace," kata gelandang Palace, Adam Wharton.
"Dia telah membuat perbedaan besar dalam cara klub memandang kompetisi. Kami tidak hanya ingin bertahan di Liga Premier dan bermain di Eropa, kami ingin menang dan berada di posisi setinggi mungkin."
Pertanyaannya, bagaimana sang manajer mampu menyulap tim yang nihil trofi mayor tersebut menjadi kampiun Piala FA, Piala Super Inggris, dan kompetisi Eropa dalam kurun waktu 375 hari yang tak terlupakan?
Baca juga: Oliver Glasner Akan Tinggalkan Crystal Palace, Man United Siap Tampung?
Kekecewaan Regulasi Eropa
Kiper Crystal Palace, Dean Henderson, mengangkat trofi setelah memenangkan pertandingan final Conference League antara Crystal Palace FC dan Rayo Vallecano de Madrid di Leipzig, Jerman timur, pada 27 Mei 2026.
Tim asal London selatan ini sejatinya baru saja merayakan kesuksesan menumbangkan Manchester City di final Piala FA di Wembley ketika sebuah kabar buruk menerpa.
Pada awal Juli, saat para pendukung tengah menanti antusias debut Selhurst Park menggelar laga Liga Europa, UEFA menjatuhkan sanksi.
Aturan kepemilikan ganda yang melibatkan John Textor (pemegang saham The Eagles dan Olympique Lyon) memaksa skuad asuhan Glasner turun kasta ke Conference League.
Keputusan pahit itu sempat mengancam moral tim sebelum kompetisi bergulir.
Parish bahkan menyebut insiden ini sebagai salah satu ketidakadilan terbesar di ranah sepak bola Eropa, menyusul kegagalan banding mereka di Pengadilan Arbitrase Olahraga.
Meski begitu, setelah puasa gelar mayor selama 120 tahun, rintangan tersebut gagal meredam semangat tempur The Eagles.
Mereka mengawali musim baru tanpa meratapi nasib, yang dibuktikan dengan kesuksesan membungkam Liverpool di ajang Piala Super Inggris (Community Shield).
Namun, ujian kembali datang kala bintang Eberechi Eze hengkang ke Arsenal dengan rekor nilai transfer.
Krisis hampir memburuk jika sang pelatih tidak mengintervensi rencana penjualan bek andalan sekaligus kapten Marc Guehi ke Liverpool, setelah gagalnya upaya mendatangkan Igor Julio dari Brighton sebagai pengganti.
Baca juga: Oliver Glasner Mendidih Crystal Palace Disikat Tim Kasta Keenam di Piala FA
Batalnya transfer Guehi yang sedianya mendatangkan lebih dari 35 juta poundsterling itu memicu kerenggangan hubungan antara Glasner dan Parish.
Sang manajer dilaporkan siap mengundurkan diri andai klub tetap melepas bek andalannya.
Ia merasa frustrasi lantaran manajemen terkesan lebih suka menjual aset ketimbang memperkuat kedalaman skuad untuk menyambut jadwal padat di kompetisi Eropa.
Tag: #kisah #hari #oliver #glasner #persembahkan #trofi #crystal #palace