Jaksa Agung New York dan New Jersey Selidiki Kasus Tiket FIFA
Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino memegang trofi Penghargaan Pemain Muda Terbaik pada upacara penghargaan usai pertandingan Chelsea dan Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, 13 Juli 2025.(XinHua/Li Ming)
09:38
28 Mei 2026

Jaksa Agung New York dan New Jersey Selidiki Kasus Tiket FIFA

Federasi Sepak Bola Internasional, FIFA, kini tengah dibayangi skandal serius menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport secara resmi mengumumkan peluncuran penyelidikan bersama terhadap lembaga tersebut terkait dugaan kecurangan dalam proses penentuan harga tiket pertandingan.

Penyelidikan ini dipicu oleh gelombang kritik tajam yang terus mengalir kepada FIFA sejak dibukanya penjualan tiket pada musim gugur lalu.

Kebijakan baru berupa sistem "penetapan harga dinamis" (dynamic pricing) dituding menjadi biang keladi meroketnya tarif masuk stadion hingga menyentuh angka empat kali lipat dibanding edisi sebelumnya.

Langkah hukum ini diambil setelah adanya laporan massal dari masyarakat mengenai ketidaksesuaian fasilitas yang didapatkan dengan nilai uang yang telah dibayarkan oleh para calon penonton.

Baca juga: Malaysia Absen di FIFA Matchday Juni, FAM Kena Kritik

“Kantor saya, kantor jaksa agung New Jersey dan departemen perlindungan konsumen dan pekerja NYC sedang menyelidiki FIFA setelah adanya laporan tentang kenaikan harga tiket Piala Dunia yang meroket dan penggemar yang tidak mendapatkan tempat duduk seperti yang diiklankan,” tulis James di X pada Rabu pagi.

“Warga New York telah menunggu bertahun-tahun agar Piala Dunia diadakan di sini. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk mendapatkan tiket dengan harga terjangkau.”

Pihak kejaksaan dari New York dan New Jersey dilaporkan telah melayangkan surat panggilan resmi demi meminta kejelasan data penjualan tiket, khususnya untuk delapan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife.

Laga-laga tersebut mencakup babak final Piala Dunia yang akan bergulir pada 19 Juli mendatang.

Turnamen Piala Dunia 2026 ini sedianya menjadi magnet besar bagi pencinta sepak bola di Amerika Utara, sewajarnya antusiasme tinggi fans yang menanti laga-laga besar klub Eropa seperti Arsenal.

Dugaan Manipulasi Kategori Tempat Duduk

Presiden FIFA Gianni Infantino mengangkat topi Amerika Serikat saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian pada 19 Februari 2026 di Washington, DC.Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA Presiden FIFA Gianni Infantino mengangkat topi Amerika Serikat saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian pada 19 Februari 2026 di Washington, DC.

Kecaman publik semakin memanas pada awal April setelah penyelenggara terindikasi mengubah peta zonasi tempat duduk pasca-pembelian.

Baca juga: Skuad Timnas Italia di FIFA Matchday Juni, 20 Debutan Termasuk Rekan Setim Kevin Diks

Awalnya, penjualan dilakukan berdasarkan sistem pembagian empat kategori warna, di mana Kategori 1 dijanjikan sebagai area tribun bawah terbaik yang paling dekat dengan lapangan dengan visibilitas prima, sedangkan Kategori 4 berada di tribun paling atas.

Kendati demikian, saat penentuan nomor kursi riil diterbitkan, banyak pembeli mendapati posisi mereka digeser ke area yang kurang strategis, seperti di belakang gawang atau jauh dari lapangan.

Penyelidikan hukum ini berfokus untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan dalam menyesatkan konsumen demi meraup keuntungan sepihak lewat skema kelangkaan palsu.

Komitmen Perlindungan Konsumen dan Penggemar

Pihak otoritas penegak hukum menegaskan bahwa transparansi dalam penyelenggaraan acara olahraga skala global merupakan hal mutlak yang tidak boleh dinegosiasikan demi keuntungan finansial semata.

“Bersikap jujur tentang penjualan tiket bukanlah hal yang rumit,” kata Jaksa Agung Davenport.

“Tetapi FIFA telah mengubah pembelian tiket Piala Dunia menjadi serangkaian kebingungan, kelangkaan palsu, and harga yang sangat tinggi —semuanya dengan mengorbankan konsumen dan warga New Jersey yang bekerja keras.”

“Kami berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap perilaku FIFA, dan kami bangga berdiri bersama Jaksa Agung James dalam melindungi konsumen kami."

"Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, tetapi acara ini bukanlah undangan untuk mengeksploitasi penduduk dan pengunjung kami,” lanjut Devanport.

Baca juga: FIFA: Ini 48 Markas Latihan Tim Piala Dunia 2026

“Tidak seorang pun boleh dimanipulasi untuk membayar harga yang sangat tinggi untuk tiket, dan penggemar harus dapat mempercayai bahwa tiket yang mereka beli adalah tiket yang akan mereka terima," jelas Devanport.

Saya berterima kasih kepada Jaksa Agung Davenport karena telah bergabung dalam upaya ini untuk mendapatkan jawaban dari FIFA dan melindungi konsumen negara bagian kita.”

Tag:  #jaksa #agung #york #jersey #selidiki #kasus #tiket #fifa

KOMENTAR