Iran Tegaskan Pendirian soal Uranium, Tak Goyah oleh Tekanan Trump
Ilustrasi pengayaan uranium Iran. Sentrifugal lokal buatan dalam negeri ditampilkan dalam pameran nuklir Iran di Teheran, Rabu (8/2/2023).(AP PHOTO/VAHID SALEMI)
14:48
28 Mei 2026

Iran Tegaskan Pendirian soal Uranium, Tak Goyah oleh Tekanan Trump

- Iran tidak akan mundur dari "garis merahnya" di bawah tekanan retorika Presiden AS Donald Trump, kata anggota parlemen senior Iran, Rabu (27/5/2026) malam.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ibrahim Azizi, mengatakan bahwa garis merah Iran meliputi berbagai hal.

Termasuk hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Azizi menekankan retorika Trump tidak akan membuat Iran mundur dari garis merahnya.

Dia menambahkan, Trump "yang mencari jalan keluar dari kebuntuan strategis ini," bergantian antara melontarkan ancaman dan mengupayakan kesepakatan.

Baca juga: Pejabat AS Klaim Iran Setuju Serahkan Pasokan Uranium


Trump sebut Iran setuju serahkan uranium ke AS

Sebelumnya, Trump mengatakan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran akan segera dipindahkan ke AS untuk dihancurkan.

Uranium tersebut akan dihancurkan di AS atau dihancurkan di tempat maupun di lokasi lain yang dapat diterima.

"Uranium yang diperkaya (Debu Nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dihancurkan,” kata Trump di Truth Social, Senin (25/5/2026).

“Atau, lebih disukai, bekerja sama dan berkoordinasi dengan Republik Islam Iran, dihancurkan di tempat atau di lokasi lain yang dapat diterima, dengan Komisi Energi Atom, atau yang setara dengannya, menjadi saksi proses dan peristiwa ini," sambungnya.

Baca juga: Trump Sebut Iran Setuju Serahkan Uranium ke AS untuk Dihancurkan

Pesan ini muncul ketika pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan guna mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran yang terhenti semakin mendekati penyelesaian.

Menurut laporan CBS News, Senin, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan Iran pada prinsipnya setuju untuk membuang uranium yang diperkaya tinggi dalam negosiasi dengan AS.

Para pejabat masih mengkaji detail mekanisme pembuangan uranium yang diperkaya tersebut, lanjut pejabat senior itu.

Baca juga: Trump Kecewa Iran Ingkar Janji soal Uranium yang Diperkaya

Program nuklir Iran tak masuk pembahasan damai

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.Tasnim News Agency Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

Namun, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, yang juga juru bicara tim negosiasi Iran, menyebut program nuklir Iran tidak masuk pembahasan.

Menurutnya, kesepakatan yang sedang dirancang dengan AS untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz tidak akan melibatkan konsesi langsung apa pun terkait program nuklir Iran.

Dia mengatakan Iran hampir mencapai kesepakatan dengan AS mengenai nota kesepahaman yang akan mencakup periode gencatan senjata 60 hari.

Baca juga: Balas Agresi AS, Iran Serang Pangkalan Militer Washington di Teluk

Yang mana Selat Hormuz akan dibuka kembali seiring masing-masing pihak mengakhiri pembatasan pengiriman mereka, dan pembahasan terkait nuklir akan dibahas di periode tersebut.

"Tentu saja, salah satu topik yang akan dibahas selama periode 60 hari ini adalah isu-isu terkait nuklir," ujar Baqaei.

"Memorandum 14 poin ini berfokus pada pengakhiran perang," katanya. "Jika ini terjadi, maka dalam jangka waktu 60 hari, diskusi tentang isu-isu terkait nuklir akan berlangsung."

Tag:  #iran #tegaskan #pendirian #soal #uranium #goyah #oleh #tekanan #trump

KOMENTAR