Piala Dunia 2026 dalam Ancaman Badai Petir dan Kilat
Pertandingan Chelsea vs Benfica di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi saksi bahwa pertandingan sepak bola di Amerika Serikat tak selalu berjalan lancar.
Laga Chelsea vs Benfica di Stadion Bank of Amerika, Charlotte, North Carolina, yang digelar pukul 16.00 waktu setempat berhenti pada menit ke-86 akibat petir terdeteksi di area tersebut.
Badai terjadi kurang lebih dua jam sehingga membuat para pemain melakukan segala cara untuk tetap aktif selama laga ditangguhkan.
Baca juga: Di Tengah Ketegangan dengan AS, Pemain Iran Akhirnya Dapat Visa Piala Dunia 2026
Pertandingan akhirnya berlanjut pada pukul 20.38 waktu setempat atau 4 jam 38 menit setelahnya.
"Ini lelucon - ini bukan sepak bola," kata pelatih Chelsea, Enzo Maresca kala itu.
Kabar buruknya, kejadian itu baru satu dari dari ena pertandingan lainnya di turnamen itu yang dihentikan akibat badai petir.
Baca juga: 10 Jersey Terbaik Piala Dunia 2026, Perancis Jadi yang Paling Bergaya
Mitigasi Badai Petir di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 juga akan digelar di beberapa lokasi yang sama dan berlangsung di puncak musim badai petir.
Dengan faktor cuaca tersebut, besar kemungkinan beberapa pertandingan akan kembali dihentikan.
Menurut laporan BBC, FIFA tidak dapat menetapkan regulasi secara mandiri karena harus mematuhi arahan dari otoritas yang berwenang di wilayah penyelenggaraan.
Di Amerika Serikat, pedoman yang dijadikan acuan berasal dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Baca juga: Keseruan Adu Analisis dan Prediksi Piala Dunia 2026
NRG Stadium saat menggelar laga Piala Emas Concacaf. Stadion di Houston tersebut akan menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.
NOAA menetapkan bahwa pertandingan wajib dihentikan apabila terdeteksi sambaran petir dalam jarak delapan mil dari stadion.
Ketentuan ini diterapkan demi mengutamakan keselamatan pemain maupun penonton ketika risiko petir meningkat.
Saat aturan tersebut diberlakukan, seluruh pemain harus meninggalkan lapangan, sementara para suporter diminta mencari tempat perlindungan yang aman dan tidak berada di area tempat duduk.
Baca juga: Piala Dunia 2026: Messi, Ronaldo, dan Ochoa Bakal Kenakan Lencana Penghormatan Khusus
Selanjutnya, hitungan waktu selama 30 menit akan dimulai. Jika selama periode tersebut kembali terjadi sambaran petir dalam radius yang ditentukan, perhitungan waktu akan diulang dari awal selama 30 menit.
Apabila tidak ada sambaran petir lagi selama 30 menit penuh, penonton diperbolehkan kembali ke kursi mereka, sedangkan para pemain akan menjalani pemanasan singkat sebelum pertandingan dilanjutkan.
Lokasi yang Terancam Badai Petir
Amerika Serikat bagian tenggara dan wilayah Pesisir Teluk akan menjadi daerah yang rawan terjadi badai petir karena berada di puncaknya.
Beberapa kota yang dimaksud yaitu Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Miami, dan New Jersey. Selain di AS, dua kota di Meksiko yaitu Mexico City dan Monterrey juga terancam.
Namun stadion-stadion di Atlanta, Dallas, dan Houston memiliki atap tetap atau atap yang dapat dibuka tutup yang dapat mengurangi dampaknya.
Baca juga: Jepang Siap Guncang Piala Dunia 2026, Luka di Qatar Jadi Bahan Bakar Samurai Biru
Pertandingan pertama Inggris melawan Kroasia di Dallas akan berlangsung dalam kondisi tertutup, namun The Three Lions akan menghadapi Ghana di Boston dan Panama di New Jersey.
Selain Inggris, tiga pertandingan Skotlandia berpotensi terpengaruh saat menghadapi Haiti dan Maroko di Boston sebelum melawan Brasil di Miami.
Jika petir terdeteksi di dekat lokasi pertandingan, pertandingan akan dihentikan terlepas dari kondisi di stadion.
Tag: #piala #dunia #2026 #dalam #ancaman #badai #petir #kilat