Polemik Rating Usia Game, Steam Jelaskan Sistem Klasifikasinya
Ilustrasi Steam dan IGRS.(X/Ministry of Gamers)
13:39
7 April 2026

Polemik Rating Usia Game, Steam Jelaskan Sistem Klasifikasinya

- Sistem rating usia di platform distribusi game Steam sempat menuai polemik di Indonesia.

Dalam laman resmi Steam berjudul "Age Ratings in Indonesia", mereka menjelaskan bahwa sistem rating bersumber dari dua mekanisme, yaitu Indonesia Game Rating System (IGRS) dan penilaian mandiri.

Untuk diketahui, IGRS merupakan sistem rating atau pemeringkatan game berdasar usia buatan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sebelumnya, penerapan IGRS di platform distribusi game Steam mendapat sorotan oleh warganet di media sosial.

Baca juga: Komdigi Resmi Umumkan IGRS, Sistem Rating Game Mandiri di Indonesia

Sebab, sejumlah game yang mengandung konten dewasa justru diberi label aman untuk anak-anak, sedangkan game-game populer malah mendapat rating "tidak layak". Keanehan rating IGRS di Steam ini lantas diungkap warganet dan sejumlah gamer Indonesia di X (dulu Twitter).

Mereka menemukan sejumlah game di etalase Steam dengan konten seksual justru diberi rating 3+, yang berarti cocok untuk anak usia tiga tahun ke atas.

Sementara itu, sejumlah game AAA populer peraih penghargaan seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater malah diberi label "tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia".

Di tengah temuan keanehan itu oleh warganet, Komdigi telah menjelaskan bahwa rating IGRS yang muncul di Steam bukan klasifikasi resmi.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana mengatakan bahwa rating tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare, belum melalui proses verifikasi dari pemerintah Indonesia.

Rating usia Steam pakai IGRS dan penilaian mandiri

Di laman web resminya, pihak Steam menjelaskan bahwa game-game di platform mereka, yang didistribusikan pada pelanggan Indonesia, wajib memiliki informasi peringkat usia.

“Regulator Indonesia telah menetapkan bahwa game-game di Steam harus memiliki peringkat usia untuk ditawarkan ke para pelanggan Indonesia,” tulis pihak Steam di blog resminya, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, jika game tidak memiliki rating usia yang valid, Steam menyebut akan menyembunyikannya dari etalase platform pada pelanggan Indonesia. Dengan demikian, game tersebut tidak akan bisa dijual di Indonesia.

“Dalam waktu dekat, Steam mungkin tidak akan lagi dapat menampilkan game kepada pelanggan di Indonesia jika game tersebut tidak memiliki peringkat usia yang valid,” kata pihak Steam.

Steam juga menjelaskan bahwa peringkat usia pada game di platform mereka bisa berasal dari dua sumber, yaitu peringkat yang dikeluarkan Komdigi melalui IGRS dan peringkat dari penilaian mandiri yang dikeluarkan Valve, perusahaan induk Steam.  

Baca juga: Rating Game IGRS di Steam Disorot, Komdigi: Bukan Klasifikasi Resmi

Mekanisme rating IGRS dan Valve

Berdasar Permenkominfo Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Klasifikasi Gim, pemerintah akan mengeluarkan klasifikasi game berdasar usia setelah pihak developer menyelesaikan penilaian mandiri.

Penilaian mandiri mencantumkan sejumlah informasi game, seperti identitas pengembang, jenis game, deskripsi game, cuplikan permainan, dan lainnya.

Lalu, rating game akan ditetapkan pemerintah berdasar usia, mulai kelompok 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+.

Sementara itu, Steam menyebut, game dari pengembang tidak akan dapat menerima rating dari Valve jika belum mengisi survei konten game. Untuk memastikan bahwa game bisa dijual di Indonesia, pengembang harus mengisi survei konten dari Steam.

Untuk mendapat rating dari Valve, tim Steam akan memperhitungkan umpan balik pelanggan, masukan dari tim ulasan konten Valve dan survei konten yang telah diisi oleh pengembang untuk game.

Dikutip dari laman resmi Steam, survei akan terdiri dari tiga bagian, yaitu informasi umum game, informasi konten unsur dewasa, dan informasi konten unsur kecerdasan buatan. Survei ini harus diisi dan diselesaikan developer sebelum game masuk proses peninjauan.

Distribusi game Steam di Indonesia setelah dapat rating

Untuk mendistribusikan game di Indonesia, Steam mengakui terdapat mekanisme rating dari pemerintah melalui IGRS.

Namun, rating mandiri dari Valve juga bisa dipakai Steam untuk menjustifikasi pendistribusian game di Indonesia.

Dalam kolom tanya-jawab di blog resminya, Steam menerangkan lebih lanjut, game tidak serta merta bisa dijual pada konsumen di Indonesia meski pengembang telah mengisi survei konten Valve untuk mendapat rating.

Game harus memuat konten yang sesuai dengan ketentuan di Indonesia. Jika sesuai maka Steam akan mengeluarkan rating untuk game dari developer yang dipasarkan di Indonesia. Dengan demikian, game bisa muncul di etalase dan dibeli konsumen di Indonesia.

Kemudian, seandainya game sudah mendapat rating usia dari penilaian pemerintah melalui IGRS, developer bisa memasukkan informasi itu ke halaman toko game mereka di Steam. Jika belum diverifikasi atau masih ditinjau, developer diimbau tidak memasukkan rating IGRS.

Untuk dampaknya, mekanisme rating berdasar usia ini hanya akan berpengaruh pada visibilitas game di platform Steam.

Jika tidak memiliki rating valid, dari Valve atau IGRS, game akan disembunyikan dari etalase toko Steam untuk wilayah Indonesia.

Akan tetapi, pelanggan Indonesia yang sudah memiliki lisensi atau membeli game tersebut akan dapat terus mengakses dan memainkannya tanpa batasan.

Baca juga: Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #polemik #rating #usia #game #steam #jelaskan #sistem #klasifikasinya

KOMENTAR