Prediksi Tren Kecantikan 2026, Lebih Minimalis dan Fokus ke Kualitas
Ilustrasi belanja kosmetik.(Shutterstocks)
07:15
2 Mei 2026

Prediksi Tren Kecantikan 2026, Lebih Minimalis dan Fokus ke Kualitas

Memasuki pertengahan tahun 2026, arah tren kecantikan di Indonesia mulai berubah. Jika beberapa tahun lalu rutinitas skincare identik dengan banyaknya langkah dan produk, sekarang makin banyak yang memilih cara yang lebih sederhana.

Menurut Brand General Manager Laneige Indonesia Amanda Tiffany Karta pergeseran tren ini terbentuk dari kebiasaan baru konsumen yang mulai lebih sadar akan kebutuhan kulitnya.

Amanda menyebutkan bahwa arah tren sudah mulai berubah sejak beberapa waktu terakhir, terutama dalam cara orang merawat kulit.

Baca juga: Hindari 11 Kesalahan Skincare Ini agar Tetap Glowing

“Untuk tren beauty 2026 itu sekarang sebenarnya sekarang udah mulai rising, tren back to basic,” ujar Amanda dalam acara LazTalks di Restaurant Seribu Rasa, Jakarta Selatan, Rabu (29/04).

Ia menjelaskan, rutinitas yang sebelumnya terdiri dari banyak tahapan kini mulai disederhanakan.

“Jadi kalau misalnya dulu mungkin trennya itu untuk step skincare  7 steps of skincare atau 10 steps of skincare, sekarang udah balik ke single steps,” kata Amanda.

Amanda melihat, alih-alih menumpuk produk, fokus konsumen saat ini berubah ke pemakaian yang lebih tepat dan terarah. Tidak sedikit juga yang mulai merasa bahwa rutinitas yang lebih singkat ini justru lebih mudah dijalani secara konsisten.

Baca juga: Tren Warna Rambut 2026 Bergeser, Natural dan Seamless Makin Diminati

Ilustrasi perempuan mengaplikasikan skincare pada wajah Ilustrasi perempuan mengaplikasikan skincare pada wajah

Fokus ke skin barrier

Seiring dengan tren penggunaan skincare yang semakin sederhana, perhatian terhadap kesehatan kulit juga ikut berubah. Istilah skin barrier yang sebelumnya berseliweran di media sosial, kini mulai benar-benar dipahami dan disadari sebagai fondasi utama dalam perawatan kulit.

“Jadi kita sangat mengedukasi kustomer itu untuk pertama menjaga dulu barrier dari kulit, kalau misalnya barrier sudah sehat, maka dari itu kita tidak perlu memakai step skincare yang terlalu banyak lagi,” jelas Amanda.

Pendekatan yang memprioritaskan skin barrier ini membuat rutinitas skincare terasa lebih masuk akal. Pasalnya, ketika kondisi dasar kulit sudah stabil, produk lain tidak lagi perlu digunakan secara berlebihan.

Baca juga: Cegah Penuaan Dini sejak Usia 25 Tahun dengan Laneige Perfect Renew 3X Series

Tren brightening masih bertahan

Tren brightening rupanya masih memiliki tempat di pasar kecantikan Indonesia. Namun, cara orang memaknai brightening tidak lagi berpatok pada warna kulit yang putih, tetapi lebih segar, sehat, bersih, dan terawat.

“Di Indonesia itu untuk trend beauty-nya masih banyak yang suka brightening. Tapi sebenarnya brightening itu enggak berarti harus putih ya, brightening itu adalah kulit yang sehat,” jelas Amanda.

Konsumen jadi makin selektif

Salah satu alasan tren kecantikan condong ke back to basic adalah konsumen yang menjadi semakin selektif dalam memilih produk.

Konsumen yang sebelumnya berbondong-bondong mencoba berbagai macam produk yang viral, sekarang justru semakin banyak memilih untuk memprioritaskan kualitas.

Baca juga: Aksesori Fashion 80-an yang Tren Lagi di 2026, Sudah Punya?

Tag:  #prediksi #tren #kecantikan #2026 #lebih #minimalis #fokus #kualitas

KOMENTAR