Mengenal IGRS Komdigi, Sistem Rating Usia Game yang Tengah Jadi Polemik
Komdigi resmi merilis IGRS di acara IGDX yang berlangsung di Bali, Sabtu (11/10/2025). IGRS adalah sistem rating untuk mengklasifikasi game berdasarkan usia. Ini adalah sistem rating game mandiri di Indonesia.(KOMPAS.com/Yudha Pratomo)
15:36
7 April 2026

Mengenal IGRS Komdigi, Sistem Rating Usia Game yang Tengah Jadi Polemik

- Sistem rating game di platform Steam tengah menjadi sorotan setelah sejumlah judul game menampilkan klasifikasi usia yang dinilai janggal untuk pasar Indonesia.

Polemik ini mencuat ketika warganet menemukan adanya label umur yang dianggap tidak sesuai dengan isi game. Di satu sisi, ada game yang memuat konten dewasa atau seksual tetapi justru diberi rating 3+, yang berarti aman untuk anak usia tiga tahun ke atas.

Di sisi lain, beberapa game AAA populer seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater malah ditandai “tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia”.

Temuan tersebut kemudian ramai dibagikan di platform X oleh gamer Indonesia melalui tangkapan layar, sehingga memicu pertanyaan tentang keakuratan sistem klasifikasi yang tampil di Steam.

Situasi ini pun menyeret nama Indonesia Game Rating System (IGRS), yaitu sistem klasifikasi game resmi Indonesia, karena label usia yang muncul dinilai membingungkan dan berpotensi menyesatkan publik.

Lantas, apa itu IGRS? Berikut ini penjelasannya.

Baca juga: Rating Game IGRS di Steam Disorot, Komdigi: Bukan Klasifikasi Resmi

Apa itu IGRS?

IGRS diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tahun 2025 lalu, bersamaan dengan ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Bali.

IGRS adalah sistem klasifikasi usia game di Indonesia yang bertujuan memberi panduan soal kelayakan usia pemain, sekaligus membantu masyarakat, terutama orang tua, memahami isi game yang beredar di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan sistem rating ini akan mendukung industri game di Indonesia.

"Selain itu, orangtua juga bisa lebih tenang. Anak-anak bisa terhindar dari konten-konten yang tidak sesuai dengan usia mereka," kata Meutya.

IGRS akan membantu memberikan informasi klasifikasi usia dan konten dalam game yang beredar di Indonesia, dengan memperhatikan norma sosial, budaya bangsa, serta kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

Melalui sistem ini, penerbit atau pengembang game diwajibkan melakukan pendaftaran dan klasifikasi secara daring. Prosesnya dimulai dari self-assessment (penilaian mandiri), lalu dilanjutkan dengan verifikasi oleh pihak IGRS.

Hal itu juga dipertegas oleh Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah.

"Developer wajib menilai sendiri untuk usia berapa game itu cocok dimainkan, lalu kami akan lakukan pengecekan rutin untuk memastikan kesesuaiannya," kata Edwin.

Proses klasifikasi game

Dirangkum dari laman IGRS.id proses klasifikasi game dalam IGRS dilakukan secara daring.

Secara umum, prosesnya dimulai dari pendaftaran akun, dilanjutkan dengan penilaian mandiri oleh pengembang, lalu diverifikasi oleh pihak IGRS hingga akhirnya terbit sertifikat klasifikasi resmi. Berikut proses klasifikasinya:

Mendaftar akun di situs IGRS
Pengembang atau penerbit game terlebih dahulu membuat akun pada website resmi IGRS sebagai langkah awal pengajuan klasifikasi.

Mengisi formulir dan data game
Setelah memiliki akun, pengembang diminta melengkapi formulir yang memuat deskripsi game, termasuk informasi mengenai konten dan simulasi permainan.

Mengunggah cuplikan game
Pengembang atau penerbit juga perlu mengunggah materi pendukung, seperti potongan konten game, agar pihak IGRS dapat menilai isi permainan dengan lebih akurat.

Melakukan self-assessment
Pada tahap ini, pengembang menilai sendiri game-nya dengan menjawab kuesioner klasifikasi untuk menentukan kelompok usia yang dianggap paling sesuai.

Menunggu hasil verifikasi dari IGRS
Setelah penilaian mandiri selesai, hasil tersebut akan diperiksa kembali oleh pihak IGRS guna memastikan klasifikasinya sesuai dengan konten game.

Mengajukan sanggah jika diperlukan
Jika ada keberatan terhadap hasil verifikasi, pengembang atau penerbit dapat mengajukan proses sanggah agar klasifikasi ditinjau ulang.

Mengunduh sertifikat hasil klasifikasi
Setelah seluruh tahapan selesai, pengembang atau penerbit dapat mengunduh sertifikat hasil klasifikasi sebagai bukti resmi bahwa game telah melalui proses penilaian IGRS.

Melalui alur tersebut, IGRS diharapkan dapat menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Indonesia.

Baca juga: Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal

Klasifikasi berdasarkan usia

Salah satu fungsi utama IGRS adalah membagi game ke dalam kelompok usia tertentu agar publik bisa mengetahui game mana yang sesuai untuk anak-anak, remaja, atau orang dewasa.

Dalam sistem yang diresmikan Komdigi, penerbit game diwajibkan mencantumkan klasifikasi usia 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+. Berikut ini beberapa kriterianya. 

Rating Usia 3 Tahun keatas

  • Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang berhubungan dengan rokok dan/atau rokok elektronik, minuman beralkohol, narkotika, psikotropika, dan/atau zat adiktif lainnya
  • Tidak menampilkan kekerasan
  • Tidak menampilkan darah, mutilasi, dan/atau kanibalisme
  • Tidak menggunakan bahasa kasar, umpatan, dan/atau humor dewasa
  • Tidak menampilkan tokoh menyerupai manusia yang memperlihatkan alat vital, payudara, dan/atau bokong
  • Tidak memuat pornografi
  • Tidak mengandung simulasi dan/atau kegiatan judi
  • Tidak mengandung horor yang berusaha menimbulkan perasaan ngeri dan/atau takut yang amat sangat
  • Tidak memiliki fasilitas interaksi dalam jaringan berupa percakapan

Rating Usia 7 Tahun keatas

  • Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang berhubungan dengan rokok dan/atau rokok elektronik, minuman beralkohol, narkotika, psikotropika, dan/atau zat adiktif lainnya
  • Tidak menampilkan kekerasan
  • Tidak menampilkan mutilasi, kanibalisme, dan/atau unsur darah yang ditampilkan tidak menyerupai warna darah asli
  • Tidak menggunakan bahasa kasar, umpatan, dan/atau humor dewasa
  • Tidak menampilkan tokoh menyerupai manusia yang memperlihatkan alat vital, payudara, dan/atau bokong
  • Tidak memuat pornografi
  • Tidak mengandung simulasi dan/atau kegiatan judi
  • Tidak mengandung horor yang berusaha menimbulkan perasaan ngeri dan/atau takut yang amat sangat
  • Tidak memiliki fasilitas interaksi dalam jaringan berupa percakapan

Rating Usia 13 Tahun keatas

  • Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang berhubungan dengan rokok dan/atau rokok elektronik, minuman beralkohol, narkotika, psikotropika, dan/atau zat adiktif lainnya
  • Tidak menampilkan mutilasi dan kanibalisme pada manusia, namun dapat menampilkan unsur darah
  • Tidak mengandung humor dewasa dan/atau tidak berkonotasi seksual
  • Tidak menampilkan tokoh menyerupai manusia yang memperlihatkan sebagian anggota tubuh meliputi alat vital, payudara, dan/atau bokong
  • Tidak memuat pornografi
  • Tidak mengandung simulasi dan/atau kegiatan judi
  • Tidak mengandung horor yang berusaha menimbulkan perasaan ngeri dan/atau takut yang amat sangat
  • Boleh menampilkan unsur kekerasan yang hanya terbatas pada tokoh animasi yang dapat menyerupai manusia tetapi tidak melakukan kekerasan yang bertubi-tubi disertai rasa benci, amarah, dan/atau penggunaan senjata yang tidak menyerupai senjata realistis
  • Boleh memiliki fasilitas interaksi dalam jaringan berupa percakapan, dengan ketentuan harus memiliki fitur penapisan bahasa kasar, umpatan, dan/atau istilah seksual.

Rating Usia 15 Tahun keatas

  • Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang berhubungan dengan rokok dan/atau rokok elektronik, minuman beralkohol, narkotika, psikotropika, dan/atau zat adiktif lainnya
  • Tidak menampilkan mutilasi dan kanibalisme pada manusia, namun dapat menampilkan unsur darah
  • Tidak menampilkan tokoh menyerupai manusia yang memperlihatkan sebagian anggota tubuh meliputi alat vital, payudara, dan/atau bokong
  • Tidak memuat pornografi
  • Tidak mengandung simulasi dan/atau kegiatan judi
  • Tidak mengandung horor yang berusaha menimbulkan perasaan ngeri dan/atau takut yang amat sangat
  • Boleh menampilkan unsur kekerasan yang hanya terbatas pada tokoh animasi yang dapat menyerupai manusia tetapi tidak melakukan kekerasan yang bertubi-tubi disertai rasa benci, amarah
  • Boleh memiliki interaksi dalam jaringan berupa percakapan, dengan ketentuan harus memiliki fitur penapisan bahasa kasar, umpatan, dan/atau istilah seksual
  • Boleh mengandung humor dewasa yang tidak berkonotasi seksual

Rating Usia 18 Tahun keatas

  • Tidak memuat pornografi
  • Boleh menampilkan tulisan atau gambar yang berhubungan dengan rokok dan/atau rokok elektronik, minuman beralkohol, narkotika, psikotropika, dan/atau zat adiktif lainnya
  • Boleh menampilkan unsur kekerasan pada tokoh animasi yang dapat menyerupai manusia
  • Boleh menampilkan unsur atau konten darah, mutilasi, dan/atau kanibalisme
  • Boleh mengandung unsur humor dewasa yang berkonotasi seksual
  • Boleh menampilkan tokoh menyerupai manusia tetapi tidak memperlihatkan alat vital, payudara, dan/atau bokong
  • Boleh memperlihatkan kegiatan permainan yang didasarkan pada peruntungan belaka atau segala pertaruhan sepanjang tidak menggunakan alat pembayaran yang sah, mata uang asing, uang elektronik, atau komoditi tidak berwujud berupa aset digital yang dapat diperdagangkan dan ditukarkan menjadi alat pembayaran yang sah
  • Boleh Menampilkan produk mengandung horor yang berusaha menimbulkan perasaan ngeri dan/atau takut yang amat sangat
  • Boleh memiliki fasilitas interaksi dalam jaringan berupa percakapan

Baca juga: Komdigi Resmi Umumkan IGRS, Sistem Rating Game Mandiri di Indonesia

Klasifikasi konten terlarang

Selain membagi game berdasarkan umur pemain, IGRS juga menilai isi atau muatan kontennya.

Dalam aturan yang dijelaskan, klasifikasi dilakukan berdasarkan konten yang menampilkan unsur rokok, minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya, kekerasan, darah, mutilasi, kanibalisme, penggunaan bahasa, penampilan tokoh, seksual, penyimpangan seksual, simulasi judi, horor, dan interaksi daring.

Tak semua game bisa sekadar diberi label usia. Dalam penjelasan IGRS, ada pula game yang masuk kategori tidak dapat diklasifikasikan (unrated).

Disebutkan bahwa kategori ini mencakup permainan yang mengandung judi dan pornografi, atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Komdigi juga menegaskan akan menindak jika ada pengembang yang memberi rating tidak sesuai isi game.

Maka dari itu, IGRS bukan hanya label usia, melainkan juga bagian dari upaya pengawasan konten agar game yang beredar di Indonesia tetap sesuai aturan dan aman diakses berdasarkan kelompok umur.

Baca juga: Komdigi Layangkan Panggilan Kedua pada Meta dan Google Terkait PP Tunas

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel. 

Tag:  #mengenal #igrs #komdigi #sistem #rating #usia #game #yang #tengah #jadi #polemik

KOMENTAR