Saat Xavi Hernandez Sempat Coba Pulangkan Messi dan Neymar ke Barcelona
Xavi Hernandez saat memberi arahan kepada para pemain Barcelona dalam pertandingan melawan Sevilla pada pekan terakhir Liga Spanyol 2023-2024 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (27/5/2024). Laga Sevilla vs Barcelona berakhir dengan skor 1-2. (Photo by JORGE GUERRERO / AFP)(AFP/JORGE GUERRERO)
23:35
26 April 2026

Saat Xavi Hernandez Sempat Coba Pulangkan Messi dan Neymar ke Barcelona

- Mantan pelatih kepala Barcelona, Xavi Hernandez, mulai mengungkap berbagai fakta mengejutkan di balik masa jabatannya selama dua tahun di klub Catalan tersebut.

Dalam sebuah wawancara mendalam, Xavi Hernandez membeberkan dinamika internal yang terjadi di Barcelona.

Termasuk ambisinya yang kandas untuk memulangkan sejumlah legenda ke Camp Nou.

Xavi Hernandez mengaku merasa bangga atas kinerjanya yang berhasil menstabilkan tim sejak tiba pada November 2021.

Di bawah arahannya, tim tetap mampu bersaing di kasta tertinggi Liga Spanyol atau LaLiga dan menyumbangkan dua trofi meski klub sedang berada dalam periode ekonomi yang sangat sulit dalam sejarahnya.

Baca juga: Tolak Liverpool, Ronald Araujo Siap Jadi Bek Kanan demi Barcelona

Salah satu poin paling menarik dari pengakuan sang mantan gelandang adalah usahanya untuk membangun kembali kejayaan masa lalu dengan memulangkan rekan setim lamanya.

Namun, rencana besar untuk merekrut kembali Lionel Messi, Neymar Junior, dan Pedro Rodriguez menemui jalan buntu karena berbagai alasan, mulai dari regulasi finansial hingga kebijakan presiden klub.

“Saya berhasil membawa kembali Dani Alves dan saya mencoba membawa kembali Neymar, Pedro, dan Messi ketika saya menjadi pelatih," kata Xavi dikutip dari Football Espana, Minggu (26/4/2026).

"Pedro dan Neymar tidak bisa dibawa kembali karena situasi ekonomi dan Messi karena Laporta tidak menginginkannya."

"Dengan Neymar ada peluang, tetapi itu juga tidak terjadi. Itu tidak terjadi karena situasi ekonomi kami yang sangat sulit."

"Aturan Financial Fair Play sangat membatasi kami, dan gaji pemain yang fantastis,” lanjutnya.

Warisan Pemain Muda dan Sulitnya Kursi Pelatih

Baca juga: Reaksi Hansi Flick Usai Barcelona Pastikan Keunggulan 11 Poin Atas Real Madrid

Xavi juga menegaskan bahwa melatih klub sebesar Barcelona memiliki tingkat kesulitan yang jauh berbeda dibandingkan saat ia masih aktif bermain.

Meskipun kepergiannya pada musim panas 2024 penuh dengan polemik, ia merasa telah meninggalkan fondasi skuad yang kini mulai dipetik hasilnya oleh pelatih saat ini, Hansi Flick.

“Saya sangat bangga, klub ini berada di titik terburuk dalam sejarahnya," tuturnya dengan bangga.

"Kami berhasil membuat tim mampu bersaing dan memenangkan dua gelar. Kami meninggalkan warisan berupa pemain-pemain muda yang kini menjadi tulang punggung tim ini.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan beban kerja antara pemain dan manajer.

“Menjadi manajer jauh lebih sulit daripada bermain. Saya merasa akan terus melatih, jadi kami sepakat dengan Laporta, tetapi ada masalah pribadi dengan seseorang di klub yang tidak mengizinkan kami melanjutkan."

"Kami telah meletakkan fondasi yang baik yang sekarang dimanfaatkan oleh Flick, dengan kerja kerasnya. Saya menuntut banyak dari Laporta ketika bergabung, setelah memenangkan liga tuntutan saya menurun dan itu tidak boleh terjadi lagi pada saya."

"Pesan pertama saya adalah bahwa saya ada di sana untuk membantu mereka, bukan karena ego saya,” tegas Xavi Hernandez

Kekecewaan Terhadap Kepemimpinan Laporta

Baca juga: Hansi Flick: Perayaan Sesungguhnya Saat Barcelona Meraih Juara LaLiga

Menjelang pemilihan presiden klub yang baru, pernyataan Xavi ini diprediksi akan memberikan pengaruh besar.

Ia secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap Joan Laporta, bahkan menuduh bahwa keputusan-keputusan krusial di klub justru dikendalikan oleh penasihat dekat presiden, Alejandro Echevarría.

“Saya kembali ke Barca sebagai manajer karena dia, tetapi pada akhirnya dia mengecewakan saya," terang Xavi Hernandez.

"Mengapa? Dia memecat saya sebagai pelatih tanpa mengatakan yang sebenarnya, dipengaruhi oleh seseorang yang menurut saya berada di atas presiden – yaitu Alejandro Echevarría."

"Dialah yang memecat saya sebagai pelatih,” tutup pelatih kelahiran Terrassa pada 25 Januari 1980 itu.

Tag:  #saat #xavi #hernandez #sempat #coba #pulangkan #messi #neymar #barcelona

KOMENTAR