OpenAI Rilis GPT-Rosalind, AI Khusus Riset Biologi dan Penemuan Obat
Ilustrasi penelitian mahasiswa I3L(DOK. I3L)
13:03
17 April 2026

OpenAI Rilis GPT-Rosalind, AI Khusus Riset Biologi dan Penemuan Obat

- Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI mengumumkan model AI GPT-Rosalind pada Kamis (16/4/2026) waktu Amerika Serikat.

Model AI ini dibekali pengetahuan biologi dan kemampuan penelitian ilmiah yang mumpuni, didesain khusus untuk membantu para peneliti ilmu hayati melakukan penelitian.

Lebih spesifik, GPT-Rosalind dirancang untuk mendukung penelitian di bidang biokimia, penemuan obat, serta kedokteran translasi.

Apalagi, permintaan akan alat-alat bertenaga AI untuk mempercepat penemuan dan penelitian obat telah meningkat di perusahaan farmasi, lembaga akademik, hingga perusahaan bioteknologi.

Baca juga: OpenAI Rilis GPT-5.4-Cyber, AI Khusus Buat Temukan Celah Keamanan Siber

"Dengan mendukung sintesis bukti (evidence synthesis), pembuatan hipotesis, perencanaan eksperimen dan tugas penelitian multi-langkah lainnya, model ini dirancang untuk membantu para peneliti mempercepat tahap awal penemuan," tulis OpenAI dalam blog resminya.

Induk chatbot ChatGPT ini juga sesumbar bahwa dengan model AI ini, para peneliti dapat menelusuri basis data, membaca makalah terbaru, menggunakan alat ilmiah lainnya hingga menyarankan eksperimen baru.

GPT-Rosalind terinspirasi dari nama ilmuwan Inggris abad ke-20, Rosalind Franklin, yang penelitiannya membantu mengungkap struktur DNA dan meletakkan dasar bagi biologi molekuler modern.

Model ini dibangun di atas model internal terbaru OpenAI, tetapi rincian versinya tidak dijabarkan. Untuk membuktikan kemampuannya, OpenAI menguji GPT-Rosalind pada beberapa platform benchmark.

Di platfom BixBench misalnya, yang digunakan untuk mengukur kemampuan analisis data dan bioinformatika di dunia nyata, GPT-Rosalind mencatatkan performa tertinggi dibanding model lain.

Hasil benchmark GPT-Rosalind di platform benchmark BixBench, dibandingkan dengan model AI lainnyaOpenAI Hasil benchmark GPT-Rosalind di platform benchmark BixBench, dibandingkan dengan model AI lainnya

Pengujian lebih mendalam juga dilakukan melalui LABBench2, yang menguji kemampuan model dalam berbagai tugas ilmiah spesifik. Hasilnya, GPT-Rosalind mampu melampaui GPT-5.4 pada enam dari sebelas tugas yang diuji.

Peningkatan paling signifikan terlihat pada tugas CloningQA, yakni skenario yang mengharuskan model merancang reagen secara end-to-end untuk protokol kloning molekuler. Ini terbilang proses kompleks yang biasanya membutuhkan keahlian tingkat tinggi di laboratorium.

Baca juga: Bos ChatGPT: AI Makin Pintar, tapi Bahayanya Juga Meningkat

Menurut OpenAI, model ini tidak akan menggantikan para ilmuwan, melainkan hanya membantu mereka lebih gesit dalam menjalankan beberapa pekerjaan yang paling memakan waktu dan menuntut analisis.

Terkait kekhawatiran akan halusinasi AI, OpenAI menekankan bahwa GPT-Rosalind dirancang untuk mensintesis bukti, menghasilkan hipotesis, dan mendukung analisis, bukan untuk menggantikan penilaian ahli maupun validasi dunia nyata.

Para ahli tetap perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

GPT-Rosalind tersedia dalam versi research preview atau pratinjau penelitian di ChatGPT, Codex serta API, untuk pelanggan yang memenuhi syarat.

Model AI ini akan digunakan oleh perusahaan seperti Amgen, Moderna, Thermo Fisher Scientific dan lainnya.

Selain GPT-Rosalind, OpenAI juga meluncurkan plugin penelitian ilmu hayati gratis untuk Codex, yang memungkinkan para ilmuwan mengakses lebih dari 50 alat ilmiah dan sumber data, dihimpun KompasTekno dari Venture Beat.

Tag:  #openai #rilis #rosalind #khusus #riset #biologi #penemuan #obat

KOMENTAR