Saya Coba Gemini Omni, Bikin Video ''Effortless'' tapi Hasilnya ''Mindblowing''
Saya cobain Gemini Omni, AI generatif video bikinan Google. Dan jujur saja, hasilnya memang mindblowing dengan visual yang realistis. Cara AI memahami emosi, kontinuitas cerita, sampai detail-detail kecil juga terasa sangat manusiawi. (KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)
16:06
29 Mei 2026

Saya Coba Gemini Omni, Bikin Video ''Effortless'' tapi Hasilnya ''Mindblowing''

- Saya termasuk pengguna yang cukup sering memakai AI gambar generatif milik Google, Gemini Nano Banana. AI ini saya gunakan untuk untuk menggabungkan dua foto jadi satu, bikin ilustrasi, sampai ikut tren foto bareng idol K-pop yang sempat viral di media sosial.

Namun kali ini, rasa penasaran saya tertuju ke AI generatif video terbaru Google bernama Gemini Omni. AI ini diperkenalkan Google dalam ajang tahunan Google I/O 2026 yang digelar di Mountain View, California, Amerika Serikat, pekan lalu.

Google menyebut Gemini Omni sebagai model AI “any-to-any”. Artinya, AI ini bisa menerima hampir semua jenis input, mulai dari teks, gambar, audio, hingga video, lalu mengubahnya menjadi video baru yang realistis dan konsisten.

Baca juga: Google Rilis Gemini Omni, AI yang Bisa Edit Video Lewat Chat

Google mengatakan pengguna cukup mengetik perintah dalam bahasa alami seperti sedang mengobrol biasa.

AI nantinya akan mengingat instruksi tersebut, termasuk karakter, objek, hingga suasana video, meski pengguna harus terus melakukan revisi.

Sebagai orang yang sering iseng bikin storyboard dan ilustrasi AI, saya pun langsung penasaran ingin mencoba sendiri.

Ternyata harus langganan dulu

 Tabel perbandingan setiap paket Google AI Plus yang tersedia, Di harga normal paket ini dijual dengan harga langganan 75.000 per bulan. Google Indonesia Tabel perbandingan setiap paket Google AI Plus yang tersedia, Di harga normal paket ini dijual dengan harga langganan 75.000 per bulan.

Ternyata, fitur pembuatan video Gemini Omni belum tersedia gratis.

Untuk mengaksesnya, pengguna harus berlangganan layanan Google AI berbayar. Opsinya mulai dari Google AI Plus sekitar Rp 75.000 per bulan, Google AI Pro Rp 309.000 per bulan, hingga Google AI Ultra sekitar Rp 1,5 jutaan per bulan.

Setelah berlangganan, baru muncul opsi “Create Video" dengan Gemini 3.5 Flash. 

Di awal, Google juga menyediakan banyak template video siap pakai. Mulai dari anime, comic book, talking pets, sampai cinematic vlog. Template ini bakal memudahkan pengguna untuk menentukan gaya video yang mau dibuat.

Namun saya memilih langsung menguji kemampuan asli Gemini Omni menggunakan storyboard konser yang sebelumnya saya buat di ChatGPT.

Storyboard tersebut berisi sembilan frame tentang seorang perempuan yang pergi menonton konser di stadion. Saya tinggal mengunggah gambar storyboard ke Gemini Omni lalu mengetik prompt sederhana: “buat video berdasarkan storyboard ini".

Baca juga: Canva Kini Terhubung ke Gemini, Bikin Desain Bisa Lewat Chat

Storyboard pergi konser bikinan ChatGPT.Dibuat dengan AI | KOMPAS.com/PUT Storyboard pergi konser bikinan ChatGPT.

Kurang dari 2 menit langsung jadi video

Cara akses opsi create video dengan Gemini Omni.KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Cara akses opsi create video dengan Gemini Omni.

Tak sampai dua menit, Gemini Omni langsung mulai bekerja. AI ini menganalisis storyboard, membuat sketch gerakan, lalu menghasilkan video berdurasi sekitar 10 detik lengkap dengan audio dan transisi.

Dan jujur saja, hasilnya memang mindblowing dengan visual yang realistis. Cara AI memahami emosi, kontinuitas cerita, sampai detail-detail kecil juga terasa sangat manusiawi.

Di frame awal, misalnya, Gemini Omni menambahkan kreativitas sendiri dengan membuat montage atau collage tentang subjek yang kegirangan mendapat tiket konser.

Ekspresi wajah senang, tangan mengepal ke atas, sampai suara “yeay” dan gerakan bibir yang sinkron dengan audio semuanya terlihat natural.

Masuk ke frame berikutnya, subjek terlihat sudah berada di area venue konser. Gemini Omni menambahkan efek kamera following shot saat karakter berjalan.

Yang bikin makin realistis, di background juga terlihat bangunan stadion dan orang-orang berlalu lalang seperti suasana konser sungguhan.

Lalu ada detail kecil yang menurut saya keren banget. Saat frame memperlihatkan subjek menyerahkan tiket konser ke petugas venue, desain tiketnya tetap sama persis dengan tiket yang muncul di frame awal.

Ini menunjukkan AI memahami soal kontinuitas objek dalam video. Hal ini menarik, karena biasanya AI masih sering bermasalah soal konsistensi objek.

Potongan klip buatan Gemini Omni terlihat sangat nyata dan natural, seperti orang asli dan foto asli.Dibuat dengan AI | KOMPAS.com/PUT Potongan klip buatan Gemini Omni terlihat sangat nyata dan natural, seperti orang asli dan foto asli.

Paham vibe anak konser

Gemini Omni juga terlihat cukup paham budaya konser. Saat masuk ke adegan konser berlangsung, AI menampilkan shot close-up subjek ikut sing along sambil bernyanyi. Gerakan bibirnya sinkron dengan audio, sementara ekspresi wajahnya terasa hidup.

Di shot lain, subjek dan penonton lain terlihat lompat-lompat menikmati konser. 

Yang menarik, Gemini Omni menambahkan detail lightstick secara otomatis. Buat penggemar konser K-pop seperti saya, lightstick memang barang wajib yang hampir selalu dibawa saat konser. Gemini Omni seperti memahami kebiasaan tersebut tanpa saya minta secara spesifik.

Ada juga adegan close-up ketika subjek menangis terharu sambil bernyanyi, sampai shot saat ia merekam konser menggunakan HP. Yang menariknya lagi, wajah dan pakaian karakter tetap konsisten sepanjang video.

Saya coba revisi, AI masih ingat

Gemini Omni tetap bisa konsisten kasih frame by frame yang sama walau subjeknya diganti.Dibuat dengan AI | KOMPAS.com/PUT Gemini Omni tetap bisa konsisten kasih frame by frame yang sama walau subjeknya diganti.

Setelah itu saya mencoba menguji klaim Google soal konsistensi AI saat video direvisi.

Saya lalu mengetik prompt sederhana: “Ganti subjek jadi laki-laki pakai jaket kulit".

Tak lama kemudian, Gemini Omni langsung membuat ulang video dengan karakter utama yang kini memakai jaket kulit hitam. Hasilnya tetap terlihat natural.

Meski begitu, di versi revisi saya menemukan ada satu frame yang sedikit diulang. Jadi memang belum sepenuhnya flawless. Namun tetap saja, pengalaman ini terasa sangat menarik karena prosesnya benar-benar minim effort.

Tinggal mengetik perintah teks dan menambahkan referensi gambar atau video, AI langsung bekerja sendiri.

Baca juga: Google Rilis Gemini 3.5 Flash, Bikin Operasi AI Skala Besar Makin Efisien

Video lengkap saya mencoba Gemini Omni buat bikin video no effort selengkapnya, bisa ditonton lewat video pendek berikut ini.

      View this post on Instagram      

A post shared by Tekno Kompas.com (@teknokompas)

Ada batas penggunaan

Sayangnya, fitur create video Gemini Omni masih punya batas penggunaan harian. Jadi setelah beberapa kali generate atau revisi video, pengguna harus menunggu limit harian kembali terisi.

Meski begitu, saya rasa fitur ini tetap sangat menarik dicoba, terutama buat kreator konten yang ingin bikin video cepat tanpa perlu skill editing rumit.

Di internet sendiri, banyak pengguna mulai memakai Gemini Omni untuk bikin video-video unik. Ada yang mengedit acara Google I/O seolah diinvasi dinosaurus. Ada juga yang membuat potongan film fantasy lengkap dengan efek cinematic.

Sebagian pengguna bahkan memanfaatkan Gemini Omni untuk membuat video penjelasan sains seperti fotosintesis lengkap dengan caption teks dan narasi audio yang sinkron.

Yang menonjol juga, AI ini juga bisa dipakai untuk “meng-upgrade” video lama. Misalnya, ada pengguna yang mengunggah video pemandangan Big Ben London lalu meminta Gemini Omni mengubah suasana menjadi malam tahun baru dengan kembang api besar.

AI tetap mempertahankan detail zoom serta sudut kamera dari video aslinya, bukan sekadar mengganti background secara asal.

Google sendiri mengatakan Gemini Omni memang dirancang untuk memahami konteks dunia nyata, termasuk hukum fisika seperti gravitasi, energi kinetik, dan dinamika fluida supaya hasil videonya terasa lebih realistis.

Berikut kumpulan video yang dibuat warganet pakai Google Gemini Omni.

Tag:  #saya #coba #gemini #omni #bikin #video #effortless #tapi #hasilnya #mindblowing

KOMENTAR