Washington Perketat Larangan Chip Nvidia, Jalur Belakang ke China Ditutup
Ilustrasi chip AI buatan China.(bestartup)
13:45
2 Juni 2026

Washington Perketat Larangan Chip Nvidia, Jalur Belakang ke China Ditutup

 - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memperketat pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) ke China.

Kali ini, Washington menutup celah yang selama ini memungkinkan perusahaan China memperoleh chip AI tercanggih Nvidia dan AMD melalui anak usaha mereka yang beroperasi di luar Negeri Tirai Bambu.

Melalui panduan terbaru yang diterbitkan Biro Industri dan Keamanan (Bureau of Industry and Security/BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS, perusahaan yang berkantor pusat di China kini tetap harus mematuhi aturan lisensi ekspor AS meski beroperasi melalui anak usaha atau afiliasi di negara lain.

Baca juga: Ribuan Chip AI Nvidia yang Diblokir AS, Mengalir ke China lewat Jakarta

Dengan aturan tersebut, perusahaan China tidak lagi dapat membeli chip AI canggih melalui kantor cabang atau anak usaha yang berada di negara seperti Malaysia, Singapura, atau wilayah lain di luar China tanpa izin khusus dari pemerintah AS.

Pemerintah AS menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan larangan baru, melainkan penegasan atas kontrol ekspor yang sebenarnya sudah berlaku sejak 2023.

Selama ini, regulator AS menilai masih terdapat celah yang memungkinkan perusahaan China memperoleh chip AI canggih melalui anak usaha atau afiliasi yang beroperasi di luar negeri.

"BIS menerbitkan panduan yang memperjelas persyaratan lisensi ekspor yang telah berlaku sejak 2023. BIS akan terus menegakkan kontrol ekspor secara ketat untuk melindungi teknologi penting milik Amerika," ujar juru bicara BIS.

Langkah tersebut menutup celah regulasi yang muncul setelah pemerintahan AS sebelumnya tidak menerapkan aturan AI Diffusion Rule yang lebih ketat.

Akibatnya, selama hampir satu tahun terakhir, perusahaan China diduga masih dapat mengakses chip AI kelas atas melalui entitas mereka di luar negeri tanpa memerlukan lisensi ekspor khusus.

Menurut laporan Reuters, seorang sumber industri semikonduktor memperkirakan celah tersebut mungkin telah memungkinkan pengiriman ratusan ribu chip AI ke perusahaan-perusahaan China melalui jalur tidak langsung selama periode tersebut.

Ilustrasi perusahaan teknologi NvidiaNvidia Ilustrasi perusahaan teknologi Nvidia

Chip yang terdampak bukan produk sembarangan.

Pembatasan terbaru mencakup chip AI paling canggih yang saat ini digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI generatif berskala besar, termasuk keluarga Nvidia Blackwell, generasi penerusnya Nvidia Rubin, hingga akselerator AI AMD MI350X.

Produk-produk tersebut menjadi komponen penting bagi perusahaan teknologi untuk membangun pusat data AI dan mengembangkan model AI generasi baru yang membutuhkan daya komputasi sangat besar.

Diduga lewat negara ketiga

Kekhawatiran Washington muncul setelah adanya indikasi bahwa sejumlah perusahaan AI China memperoleh akses ke chip AI canggih melalui operasi mereka di luar negeri.

Baca juga: Amerika Melunak, 10 Perusahaan China Boleh Pakai Chip AI Nvidia H200

Dilansir Reuters dan dikutip KompasTekno, otoritas AS selama beberapa waktu terakhir menyoroti kemungkinan penggunaan negara ketiga sebagai jalur memperoleh teknologi yang sebenarnya dibatasi untuk China.

Malaysia dan Singapura termasuk negara yang beberapa kali disebut dalam diskusi regulator AS terkait pergerakan server maupun perangkat yang menggunakan chip Nvidia.

Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa kedua negara tersebut melanggar aturan ekspor AS.
Pemerintah AS kini berupaya memastikan bahwa pembatasan ekspor tidak hanya berlaku berdasarkan lokasi pengiriman barang, tetapi juga berdasarkan identitas perusahaan pembelinya.

Persaingan kian memanas

Kebijakan terbaru ini menjadi bagian dari strategi Washington untuk mempertahankan keunggulan teknologi AI atas China.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS berulang kali memperketat pembatasan ekspor teknologi semikonduktor, mulai dari mesin pembuat chip, perangkat manufaktur semikonduktor, hingga chip AI berperforma tinggi buatan Nvidia dan AMD.

Washington menilai teknologi AI tingkat lanjut memiliki implikasi strategis yang dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan militer, keamanan siber, hingga pengembangan sistem komputasi nasional China.

Baca juga: Mengapa China Tak Terobsesi Bikin AI Paling Pintar?

Di sisi lain, Beijing terus mendorong pengembangan industri semikonduktor domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asal AS. Perusahaan-perusahaan China seperti Huawei juga semakin agresif mengembangkan chip AI sendiri sebagai alternatif produk Nvidia.

Bagi Nvidia, kebijakan terbaru ini berpotensi semakin mempersempit akses ke salah satu pasar AI terbesar di dunia.

Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin Jensen Huang tersebut telah beberapa kali terkena dampak pembatasan ekspor AS yang membatasi penjualan chip AI canggih langsung ke China.

Tag:  #washington #perketat #larangan #chip #nvidia #jalur #belakang #china #ditutup

KOMENTAR