Dari SilkAir hingga MH370, 6 Tragedi Pesawat yang Diduga Disengaja
ilustrasi kokpit pesawat.(ChatGPT.)
09:48
11 Juni 2026

Dari SilkAir hingga MH370, 6 Tragedi Pesawat yang Diduga Disengaja

- Kecelakaan pesawat umumnya disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari gangguan teknis, cuaca buruk, hingga kesalahan manusia (human error).

Namun, dalam sejumlah kasus yang jarang terjadi, hasil investigasi justru mengarah pada dugaan bahwa pesawat sengaja dijatuhkan oleh orang yang berada di dalamnya.

Beberapa insiden melibatkan pilot atau kopilot yang diduga dengan sengaja mengarahkan pesawat menuju kecelakaan. Ada pula kasus yang melibatkan awak penerbangan, mekanik, atau personel bandara yang mencuri pesawat dan menggunakannya untuk melakukan aksi bunuh diri maupun tindakan kriminal lainnya.

Salah satu kasus yang paling dikenal adalah tragedi Germanwings 4U9525 pada 2015, ketika kopilot diduga sengaja mengarahkan Airbus A320 ke Pegunungan Alpen di Perancis, menewaskan seluruh 150 orang di dalam pesawat.

Baca juga: Ya Tuhan dan Benturan Logam di Detik Terakhir Germanwings

Namun, peristiwa tersebut bukanlah yang pertama dalam sejarah penerbangan. Dalam beberapa dekade terakhir, dunia penerbangan mencatat sejumlah kecelakaan dan insiden yang oleh penyelidik dikaitkan dengan tindakan sengaja dari pilot, kopilot, maupun personel penerbangan lainnya.

Sebagian kasus telah menghasilkan kesimpulan resmi, sementara sebagian lain masih menjadi perdebatan hingga kini.

Daftar kecelakaan pesawat yang disengaja

Berikut sejumlah kecelakaan pesawat yang diduga atau dinyatakan melibatkan tindakan sengaja oleh awak pesawat, sebagaimana dirangkum dari data Aviation Safety Network dan berbagai laporan investigasi resmi.

serpihan Silk Air MI185 yang jatuh di Sungai Musi.Wikimedia. serpihan Silk Air MI185 yang jatuh di Sungai Musi.

19 Desember 1997: SilkAir 185

Pesawat Boeing 737 milik SilkAir dengan nomor penerbangan MI185 jatuh di Sungai Musi, Sumatera Selatan, saat terbang dari Jakarta menuju Singapura.

Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia tidak dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.

Namun, penyelidikan terpisah oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menyimpulkan bahwa pesawat kemungkinan sengaja dijatuhkan oleh kapten pilot setelah perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR) berhenti merekam.

Kesimpulan tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan dalam dunia penerbangan.

Korban jiwa: 104 orang

31 Oktober 1999: EgyptAir 990

Pesawat Boeing 767 milik EgyptAir jatuh di Samudra Atlantik sekitar 30 menit setelah lepas landas dari Bandara JFK, New York, menuju Kairo.

NTSB menyimpulkan bahwa pesawat mengalami penurunan tajam akibat input kendali yang dilakukan kopilot. Namun, pemerintah Mesir menolak kesimpulan tersebut dan menyatakan kecelakaan disebabkan faktor teknis.

Kasus EgyptAir 990 hingga kini masih menjadi salah satu kecelakaan yang paling kontroversial dalam sejarah penerbangan modern.

Korban jiwa: 217 orang

29 November 2013: LAM Mozambique Airlines 470

Pesawat Embraer ERJ-190 milik LAM Mozambique Airlines jatuh di Namibia saat terbang dari Maputo menuju Luanda.

Baca juga: Bukti yang Membantah Teori MH370 Sengaja Didaratkan di Laut

Data perekam penerbangan menunjukkan kapten pilot beberapa kali memasukkan perintah yang menurunkan ketinggian pesawat secara bertahap setelah kopilot keluar dari kokpit. Investigasi menyimpulkan kecelakaan kemungkinan besar merupakan tindakan yang disengaja.

Korban jiwa: 33 orang

8 Maret 2014: Malaysia Airlines MH370

Penerbangan MH370 yang menggunakan Boeing 777 hilang saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan membawa 239 orang.

Ilustrasi Malaysia Airlines MH370.Wikimedia Commons Ilustrasi Malaysia Airlines MH370.

Meski sejumlah serpihan pesawat telah ditemukan di berbagai wilayah Samudra Hindia sejak 2015, lokasi utama bangkai pesawat hingga kini belum berhasil ditemukan secara pasti.

Beberapa pakar penerbangan berpendapat perubahan jalur penerbangan yang sangat tidak biasa menunjukkan kemungkinan adanya tindakan sengaja dari seseorang di dalam kokpit. Namun hingga saat ini belum ada bukti konklusif yang dapat memastikan penyebab hilangnya MH370.

Pada 2025-2026, pencarian baru kembali dilakukan di Samudra Hindia menggunakan teknologi pemetaan dasar laut yang lebih modern.

Korban jiwa: 239 orang

24 Maret 2015: Germanwings 9525

Pesawat Airbus A320 milik Germanwings jatuh di Pegunungan Alpen, Perancis, saat terbang dari Barcelona menuju Düsseldorf.

Baca juga: Ini Bukti Kopilot Germanwings Sengaja Tabrakkan Pesawat ke Gunung

Investigasi menemukan bahwa kopilot Andreas Lubitz mengunci kapten di luar kokpit setelah sang kapten keluar sesaat. Data CVR menunjukkan kapten berusaha masuk kembali ke kokpit, tetapi tidak berhasil.

Penyelidik menyimpulkan bahwa kopilot sengaja mengarahkan pesawat ke pegunungan.

Tragedi ini kemudian mendorong banyak maskapai di dunia menerapkan aturan bahwa tidak boleh hanya ada satu orang yang berada di kokpit selama penerbangan.

Puing-puing yang tersisa dari pesawat Germanwings terlihat bertebaran di tempat kecelakaan di pegunungan Alpen. Reuters Puing-puing yang tersisa dari pesawat Germanwings terlihat bertebaran di tempat kecelakaan di pegunungan Alpen.

Korban jiwa: 150 orang

9 Februari 1982: Japan Airlines 350

Meski terjadi jauh lebih awal, kecelakaan Japan Airlines 350 masih sering disebut dalam pembahasan faktor kesehatan mental pilot.

Pesawat DC-8 milik Japan Airlines jatuh di Teluk Tokyo saat melakukan pendekatan ke Bandara Haneda. Investigasi menemukan kapten pilot secara sengaja mengurangi tenaga mesin dan mengarahkan pesawat turun.

Kopilot sempat berusaha mengambil alih kendali, tetapi tidak berhasil mencegah kecelakaan. Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa kapten mengalami gangguan kejiwaan.

Korban jiwa: 24 orang

Manusia tetap jadi risiko

Kasus-kasus di atas menunjukkan bahwa meski sangat jarang terjadi, faktor manusia tetap menjadi salah satu risiko paling kompleks dalam dunia penerbangan.

Berbeda dengan kerusakan teknis yang umumnya dapat dideteksi dan diperbaiki, masalah yang berkaitan dengan kondisi psikologis awak pesawat sering kali lebih sulit dikenali sejak dini.

Karena itu, berbagai kecelakaan tersebut mendorong industri penerbangan global memperketat prosedur keselamatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan mental pilot, pengawasan operasional yang lebih ketat, hingga aturan keamanan kokpit yang diterapkan banyak maskapai setelah tragedi Germanwings 9525.

Meski demikian, sejumlah kasus seperti MH370 dan SilkAir 185 menunjukkan bahwa beberapa misteri terbesar dalam sejarah penerbangan masih terus menjadi bahan perdebatan dan penelitian hingga saat ini.

Tag:  #dari #silkair #hingga #mh370 #tragedi #pesawat #yang #diduga #disengaja

KOMENTAR