Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 di Asia Tenggara 2026, Kok Bisa?
Ilustrasi Monas di Jakarta(Canva.com)
15:07
12 April 2026

Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 di Asia Tenggara 2026, Kok Bisa?

- Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman ke-2 di Asia Tenggara tahun 2026 versiGlobal Residence Index 2026.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam acara Halal Bihalal Jakarta di Lapangan Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (11/4/2026).

Rano menilai, capaian tersebut ditopang oleh kuatnya toleransi antarwarga serta karakter Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya.

Baca juga: Hotel Bintang 5 Jakarta Sabet Penghargaan Pelayanan Bisnis dan MICE di China

"Sepanjang tahun ini, Jakarta telah menunjukkan wajahnya sebagai kota yang hidup dalam keberagaman melalui berbagai perayaan lintas agama dan budaya," ujar Rano, dikutip dari Kompas.com, Minggu (12/11/2026).

Perayaan yang dimaksud meliputi Christmas Carol kolosal, Imlek kolosal, Festival Ogoh-ogoh, hingga Jakarta Bedug kolosal.

Menurut Rano, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa Jakarta berdiri di atas fondasi toleransi dan kebersamaan.

Baca juga: 6 Hutan Kota di Jakarta untuk Liburan Akhir Pekan yang Asri

"Bahkan menempati posisi kedua. Tepuk tangan buat Jakarta!," tegas Rano.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kedewasaan warga kota dalam menjaga keamanan dan keharmonisan, bukan semata tanggung jawab aparat.

"Capaian ini tidak lahir dari kebetulan, ini adalah hasil dari kedewasaan kami sebagai warga kota, hasil dari kesadaran kita bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat," jelasnya.

Jakarta, kota teraman kedua di Asia Tenggara

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com, Indonesia (Jakarta) dinobatkan sebagai negara (kota) paling aman nomor 2 di Asia Tenggara 2026 menurut laporan Global Residence Index per Januari 2026, dengan perolehan skor 0,72.

Posisi Indonesia berada di bawah Singapura, yang memperoleh skor 0,90. Sementara secara keseluruhan, Indonesia berada di urutan ke-87 sebagai negara paling aman di dunia.

Warga Jakarta berfoto di depan Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2024)Shela Octavia Warga Jakarta berfoto di depan Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2024)

"Kota-kota Eropa mendominasi sebagian besar peringkat, dengan kota-kota di Asia juga memegang posisi yang kuat," dikutip dari laman resmi Global Residence Index, yang resmi dirilis pada 16 Januari 2026.

Secara keseluruhan, berikut daftar 10 kota paling aman di Asia Tenggara, dan skor keamanan yang diperoleh menurut Global Residence Index 2026:

  1. Singapura, Singapura (0,90)
  2. Jakarta, Indonesia (0,72)
  3. Bangkok, Thailand (0,65)
  4. Vietnam, Laos (0,61)
  5. Hanoi, Vietnam (0,60)
  6. Kuala Lumpur, Malaysia (0,57)
  7. Phuket, Thailand (0,57)
  8. Ho Chi Minh City, Vietnam (0,56)
  9. Phnom Penh, Kamboja (0,55)
  10. Manila, Filipina (0,41)

Apa indikator kota atau negara teraman

Penilaian tingkat keamanan di suatu negara di sini didasarkan pada berbagai aspek. Namun, tidak semua aspek kejahatan bisa ditambahkan sebagai acuan penilaian.

Alasannya, karena sebagian besar statistik aspek kejahatan bergantung pada tingkat pelaporan dan definisi hukum dari kejahatan tersebut.

Baca juga: 6 Wisata Murah Jakarta, Seru dan Ramah Kantong

Misalnya, salah satu kejahatan paling umum adalah pencurian sepeda, namun di banyak negara, kejahatan tersebut tidak dilaporkan.

Alasan lainnya yaitu, perbedaan definisi kejahatan atau kriminalitas di suatu negara.

Berikut beberapa aspek yang menjadi faktor penilaian, lengkap dengan definisi kejahatan yang dimaksud:

1. Tingkat pembunuhan di kota

Pembunuhan terjadi ketika satu manusia menyebabkan kematian manusia lain.

Definisi pembunuhan tidak terbatas pada pembunuhan berencana, pembunuhan tidak berencana, pembunuhan yang dapat dibenarkan, pembunuhan dalam perang, eutanasia, dan eksekusi, tetapi tergantung pada keadaan kematian tersebut.

2. Penculikan

Perkiraan risiko penculikan di negara tersebut.

3. Risiko politik

Perkiraan risiko ketidakstabilan politik di negara tersebut.

4. Risiko keamanan

Perkiraan risiko terhadap keamanan pribadi di negara tersebut.

5. Kematian akibat konflik

Kematian akibat perang dan konflik per negara. Perkiraan ini tidak termasuk kematian akibat dampak tidak langsung perang dan konflik, terhadap penyebaran penyakit, gizi buruk, dan runtuhnya layanan kesehatan.

6. Skor kerentanan

Indikator ini disusun oleh Institut Igarapé. Kerentanan terdiri dari serangkaian properti yang melemahkan kapasitas dan legitimasi metropolitan.

Puncak perayaan HUT Jakarta ke-498 digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.Instagram/@backpackerjakarta Puncak perayaan HUT Jakarta ke-498 digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Kerentanan diukur menggunakan pilihan 11 metrik yang secara empiris terkait dengan ketidakstabilan dan kekacauan kota.

Kerentanan juga dinilai dalam kaitannya dengan indikator yang terkait dengan kerentanan nasional dan konflik bersenjata.

Kerentanan kota dapat diteliti dengan mengeksplorasi skor komposit atau filter individual untuk setiap indikator.

7. Tingkat kematian akibat bencana alam

Perkiraan tingkat kematian per negara akibat bencana alam, misalnya gempa bumi, banjir, tsunami, badai, dan angin topan, dan lain lain.

Bencana teknologi, termasuk bencana industri dan transportasi, mencakup sepertiga dari semua jenis bencana.

Baca juga: Mau Naik Bus Wisata Atap Terbuka di Jakarta? Simak Dulu 4 Tips Ini

Tetapi berdampak pada jumlah orang yang lebih sedikit, karena cenderung lebih terlokal. Bahaya biologis, termasuk epidemi, dibahas secara terpisah.

8. Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas

Tingkat kematian tahunan per negara yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

9. Indeks risiko dunia

Sebuah alat yang digunakan untuk menilai dan memperkirakan risiko bencana suatu negara.

Kerentanan masyarakat inilah yang menjadi dasar Indeks Risiko Dunia, yang menghitung risiko bencana untuk 171 negara dengan mengalikan kerentanan dengan paparan terhadap bahaya alam (siklon, kekeringan, gempa bumi, banjir, dan kenaikan permukaan laut).

10. Indeks keamanan Numbeo

Indeks keamanan per kota yang disusun oleh Numbeo.com didasarkan pada survei daring mereka.

11. Indeks Perdamaian Global (GPI)

GPI mengukur perdamaian negara-negara terpilih berdasarkan 23 indikator kualitatif dan kuantitatif.

Tag:  #jakarta #jadi #kota #teraman #asia #tenggara #2026 #bisa

KOMENTAR