Sport Tourism Melonjak 320 Persen, Orang Indonesia Suka Maraton di Luar Negeri
Suasana saat Tokyo Marathon 2023 pada Minggu (5/3/2023). Wisata olahraga (sport tourism) termasuk tren perjalanan yang berkembang pesat. Tahun lalu, peminatnya melonjak hingga 320 persen.(Dok. Pribadi Agus Hermawan)
19:49
23 April 2026

Sport Tourism Melonjak 320 Persen, Orang Indonesia Suka Maraton di Luar Negeri

Wisata olahraga (sport tourism) termasuk tren perjalanan yang berkembang pesat. Tahun lalu, peminatnya melonjak hingga 320 persen.

"Tren ini naik sekali dari 2024 itu 29 persen, kemudian tahun 2025 ini melonjaknya sampai 320 persen. Berarti yang merasa gaya hidup sehat itu penting, semakin banyak," kata Head of Sport Holidays Golden Rama Tours & Travel, Riki Wijaya dalam pertemuan media bertajuk Wisata dan Wanita di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Angka pertumbuhan peminat program sport holiday atau sport tourism ini diambil dari data internal Golden Rama Tours & Travel.

Data yang sama juga menunjukkan besarnya partisipasi perempuan mencapai 34 persen dari total peserta, dengan tingkat pesanan berulang (repeat order) sebesar 20 persen.

Tren sport tourism melonjak hingga 320 persen

Minat wisata olahraga di Indonesia cukup tinggi

Wisata olahraga (sport tourism) termasuk tren perjalanan yang berkembang pesat. Tahun lalu, peminatnya melonjak hingga 320 persen.Pexels/Ketut Subiyanto Wisata olahraga (sport tourism) termasuk tren perjalanan yang berkembang pesat. Tahun lalu, peminatnya melonjak hingga 320 persen.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, melihat tingginya peminat wisata olahraga di Indonesia.

Menurut dia, hal ini menjadi potensi baru bagi Indonesia untuk menggelar lebih banyak acara olahraga yang melibatkan aktivitas lari jarak pendek, jarak menengah, dan maraton.

Erick mendorong peran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam dukungan infrastrukturnya sehingga bisa mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala besar, yang bermuara pada dampak ekonomi yang besar pula.

"Pertumbuhan sport tourism dan sport industry itu tidak mungkin 100 persen ditanggung pemerintah, tetapi juga bagaimana sektor swasta dan masyarakatnya ikut berkontribusi,” kata Erick, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Orang Indonesia minat maraton di luar negeri

Wisata olahraga (sport tourism) termasuk tren perjalanan yang berkembang pesat. Tahun lalu, peminatnya melonjak hingga 320 persen.KOMPAS.com/Bill Clinten Wisata olahraga (sport tourism) termasuk tren perjalanan yang berkembang pesat. Tahun lalu, peminatnya melonjak hingga 320 persen.

Wisata olahraga tidak melulu soal aktivitas lari. Dalam program wellness atau aktivitas berbasis gaya hidup sehat, bentuk olahraga lain adalah rafting, golf, dan hiking.

Namun, kata Riki, saat ini aktivitas wisata lari masih menjadi favorit wisatawan asal Indonesia.

Secara khusus, wisatawan asal Indonesia mengincar ajang maraton terbesar di dunia sebagai bagian dari pengalaman perjalanan mereka.

"Kebetulan pelari Indonesia ini memang sukanya pergi ke tempat-tempat yang terkenal, kayak hype-nya gitu ya. Salah satunya Tokyo, Berlin, dan Sydney," tutur Riki.   

Sydney Marathon di Australia merupakan ajang lari sejauh 42 kilometer terbaru di dunia yang juga termasuk paling diminati pelancong dari Indonesia.

"Sebelum ada Sydney masuk ke dalam World Major Marathon ini, Tokyo-lah sebagai favorit para pelari Indonesia," sambung dia.

Menurut Riki, ajang maraton di Sydney banyak dipilih oleh Warga Negara Indonesia (WNI) karena lebih mudah dijangkau, dibandingkan negara-negara lainnya.

Baca juga: Unik, Ada Turnamen Basket Indoor di Bandara YIA untuk Sport Tourism

Alasan orang Indonesia pilih maraton di luar negeri

Riki Wijaya sebagai Head of Sport Holidays Golden Rama Tours & Travel dalam pertemuan media bertajuk Wanita dan Wisata di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Kompas.com/Krisda Tiofani Riki Wijaya sebagai Head of Sport Holidays Golden Rama Tours & Travel dalam pertemuan media bertajuk Wanita dan Wisata di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Salah satu alasan maraton di luar negeri semakin diminati adalah karena pengalaman yang didapat, tidak hanya soal olahraga, tapi juga perjalanan bersama teman dan pasangan.

Cuaca di negara-negara penyelenggara ajang maraton juga sangat mendukung para pelari untuk menyelesaikan garis akhir.

Riki secara spesifik menyebutkan Berlin, Jerman, sebagai salah satu destinasi maraton dengan cuaca dan jalur terbaik.

"Jadi orang ke sana itu maksudnya mencari personal achievement-nya yang biasanya jauh lebih baik dibanding kita lomba di cuaca Jakarta atau di Indonesia," ucap dia.

Riki, yang telah menyelesaikan lima dari tujuh ajang maraton besar di dunia, mengungkapkan bahwa para pelari juga mendapatkan berbagai fasilitas saat membeli paket wisata.

Fasilitas tersebut mencakup pemilihan hotel dekat garis start hingga kepastian memperoleh slot dalam ajang maraton yang dituju.

"Karena kami adalah official partner (rekanan resmi) dari beberapa World Major Marathon, jadi kita mempunyai fleksibilitas. Jadi kami tidak hanya menyediakan layanan hotel, tapi of course (tentu saja) yang paling penting adalah slot larinya," jelas dia.

Para wisatawan sekaligus pelari juga akan didampingi dengan pemandu untuk membantu mempersiapkan diri sebelum waktu maraton tiba.

Baca juga: Kota Batu Cocok untuk Olahraga, Event Sport Tourism Akan Diperbanyak

Tag:  #sport #tourism #melonjak #persen #orang #indonesia #suka #maraton #luar #negeri

KOMENTAR